INDOPOSCO.ID – PLN Nusantara Power (PLN NP) membukukan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025. Melalui strategi penguatan operasional, peningkatan efisiensi, serta optimalisasi pemanfaatan aset pembangkitan, perusahaan berhasil memproduksi energi listrik sebesar 66.919 GWh sekaligus menekan Biaya Pokok Produksi (BPP) hingga 11,4 persen.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan transformasi yang dijalankan PLN NP dalam meningkatkan efisiensi pembangkitan tanpa mengurangi keandalan pasokan listrik nasional. Optimalisasi bauran energi (energy mix) dinilai menjadi faktor utama yang mendorong penurunan biaya sekaligus memperkuat sistem ketenagalistrikan nasional.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan perusahaan tidak hanya mengejar peningkatan produksi listrik, tetapi juga memastikan proses pembangkitan berlangsung semakin efisien dan ramah lingkungan.
“PLN NP tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi energi listrik, tetapi juga memastikan bahwa listrik yang dihasilkan berasal dari proses yang semakin efisien, lebih bersih, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Capaian operasional ini menjadi bukti nyata transformasi PLN NP menuju perusahaan energi kelas dunia yang adaptif, unggul, dan berkelanjutan,” ujarnya, saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN Nusantara Power, di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Selain peningkatan produksi, PLN NP juga mencatatkan kinerja positif dari sisi keandalan pembangkit. Hal tersebut tercermin dari capaian indikator teknis Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang melampaui target. Hasil tersebut menunjukkan meningkatnya kesiapan unit pembangkit dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik yang stabil dan andal.
Di sisi keberlanjutan, PLN NP terus mempercepat implementasi program Green and Lean sebagai bagian dari transformasi perusahaan. Sepanjang 2025, perusahaan berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 1,46 persen atau setara 110 persen dari target tahunan, memperkuat komitmen dalam mendukung transisi energi dan pengelolaan pembangkit yang lebih ramah lingkungan.
Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero) Yusuf Didi Setiarto, memberikan apresiasi atas kontribusi PLN NP dalam menjaga kinerja operasional sekaligus meningkatkan efisiensi di lingkungan PLN Group.
“Saya mengapresiasi pencapaian luar biasa PLN NP yang mampu menjaga kinerja produksi energi listrik secara solid, sekaligus menurunkan Biaya Pokok Produksi secara signifikan. Hal ini menunjukkan kontribusi nyata PLN NP dalam mendukung keandalan pasokan listrik nasional, efisiensi perusahaan, dan sejalan dengan program pemerintah, khususnya dalam optimalisasi biaya di lingkungan PLN Group,” kata Yusuf.
Tak hanya mengandalkan bisnis inti penyediaan tenaga listrik, PLN NP juga membukukan pertumbuhan signifikan dari lini usaha Beyond kWh. Pendapatan dari sektor non-kelistrikan mencapai Rp1,1 triliun, atau sekitar 160 persen dari target Rp688 miliar. Pendapatan tersebut berasal dari berbagai proyek energi di dalam maupun luar negeri, termasuk di Malaysia, Bangladesh, dan Timor Leste, yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap kompetensi PLN NP.
Di bidang tata kelola perusahaan, PLN NP berhasil meraih skor tertinggi dalam penilaian Maturity Level Good Corporate Governance (GCG) di lingkungan PLN Group. Pencapaian ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip integritas, transparansi, dan akuntabilitas sebagai fondasi utama menjalankan bisnis.
“Bagi kami, keberlanjutan tidak hanya berbicara mengenai teknologi hijau, tetapi juga mengenai integritas dan tata kelola yang baik dalam menjalankan bisnis. Dengan fondasi governance yang kuat, PLN NP siap memperluas kolaborasi, memperkuat kemitraan strategis, dan mendukung peta jalan transisi energi Indonesia,” tambah Ruly.
Untuk memperkuat pasokan listrik nasional di masa datang, PLN Nusantara Power juga terus mengembangkan portofolio pembangkit dengan total kapasitas 696,9 MW yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus memenuhi kebutuhan energi nasional yang terus meningkat.(rmn)


















