• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kompolnas Ungkap Fakta Baru Tragedi Katingan, 3 Polisi Diduga Dianiaya Sebelum Gugur

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 8 Juli 2026 - 11:03
in Nasional
TKP

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mochammad Choirul Anam (kanan) melakukan peninjauan di salah satu titik lokasi insiden yang menewaskan tiga personel Kepolisian Resor (Polres) Katingan dalam operasi penindakan kasus narkotika di Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Dokumen Kompolnas

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) membeberkan hasil pemantauan lapangan terkait insiden yang menewaskan tiga anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) saat menjalankan operasi pemberantasan narkoba di Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah. Sejumlah temuan diperoleh setelah tim Kompolnas bersama Polda Kalimantan Tengah melakukan penelusuran langsung di lokasi kejadian.

Komisioner Kompolnas, Mochammad Choirul Anam mengatakan timnya tidak hanya meninjau lokasi, tetapi juga menelusuri lima titik tempat kejadian perkara (TKP) guna merangkai kronologi peristiwa secara utuh.

BacaJuga:

HUT Projo Tanpa Jokowi, Budi Arie Ungkap Alasan yang Tak Bisa Dibuka

Kemenkop Gelar Magang Pengurus KDKMP, Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

12 Tahun Projo, Budi Arie Serukan Pemberantasan Korupsi di Lingkaran Kekuasaan

“Tim Kompolnas melakukan pengecekan langsung ke lokasi, menelusuri lima titik TKP, berdialog dengan masyarakat, perangkat desa, hingga keluarga korban,” kata Choirul dalam keterangannya, dikutip pada Selasa (8/7/2026).

Dari hasil pendalaman tersebut, Kompolnas menyimpulkan bahwa insiden yang merenggut nyawa tiga anggota kepolisian merupakan tragedi yang sangat memprihatinkan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, petugas telah menjalankan prosedur saat melakukan penindakan dengan memperkenalkan diri sebagai anggota kepolisian sekaligus menunjukkan kewenangan yang dimiliki.

Namun, situasi di lapangan berubah ketika muncul provokasi yang memicu perlawanan dari kelompok pelaku. Dalam kondisi yang semakin tidak terkendali, sejumlah anggota yang mengalami luka memutuskan mundur sebagai langkah taktis untuk mencegah bertambahnya korban, baik dari pihak kepolisian maupun masyarakat.

“Anggota kepolisian sudah memperkenalkan diri dan menunjukkan kewenangannya saat melakukan penindakan. Namun situasi berubah setelah muncul provokasi yang memicu perlawanan. Anggota yang terluka kemudian memilih mundur agar tidak menimbulkan korban yang lebih banyak,” jelas Anam.

Kompolnas juga mengungkap adanya dugaan bahwa ketiga anggota Polri mengalami penganiayaan sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia. Dugaan tersebut diperkuat oleh hasil penelusuran di lapangan, keterangan para saksi, serta hasil autopsi yang kini menjadi bagian penting dalam proses pembuktian ilmiah penyidikan.

“Indikasi adanya penganiayaan diperoleh dari hasil pendalaman lapangan, keterangan saksi, dan hasil autopsi. Seluruh temuan itu saat ini menjadi bagian dari proses pembuktian ilmiah dalam penyidikan,” ujar Anam.

Kompolnas menegaskan seluruh fakta yang telah dihimpun akan terus dikawal bersama penyidik agar proses penegakan hukum berjalan secara transparan, objektif, dan mampu mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan gugurnya tiga anggota Polri tersebut.

Sebelumnya, tiga anggota Polres Katingan gugur saat menjalankan operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kamis (2/7/2026). Mereka adalah Ipda (Anumerta) Sumariyanto, Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, dan Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana.

Menurut Polda Kalimantan Tengah, operasi telah dipersiapkan sesuai prosedur. Namun, saat penggerebekan berlangsung, keluarga terduga pelaku bersama sejumlah warga diduga melakukan provokasi hingga terjadi penyerangan terhadap petugas.

Penyelidikan mengarah kepada seorang residivis narkotika berinisial BIO. Dalam insiden itu, Aiptu Yudhie gugur di lokasi, sedangkan Ipda Sumariyanto dan Briptu Nopandri yang sempat dilaporkan hilang kemudian ditemukan meninggal dunia di aliran sungai sekitar lokasi operasi.(her)

Tags: Anggota PolriKompolnasTragedi Katingan

Berita Terkait.

Harga Emas Masih Fluktuatif, Siap-Siap Hadapi Dua Skenario Pekan Depan
Nasional

HUT Projo Tanpa Jokowi, Budi Arie Ungkap Alasan yang Tak Bisa Dibuka

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:36
Kemenkop Gelar Magang Pengurus KDKMP, Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa
Nasional

Kemenkop Gelar Magang Pengurus KDKMP, Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:03
12 Tahun Projo, Budi Arie Serukan Pemberantasan Korupsi di Lingkaran Kekuasaan
Nasional

12 Tahun Projo, Budi Arie Serukan Pemberantasan Korupsi di Lingkaran Kekuasaan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:17
Fauzan
Nasional

Lebih dari 8.400 Kasus, Wamendiktisaintek Fauzan Dorong Kampus Bersatu Perangi TBC di Sulteng

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:09
Anak-anak
Nasional

Pembelajaran Pascabencana Flores Tetap Jalan, Sekolah Gunakan Beragam Moda

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:08
Petani
Nasional

AI Mulai Menyentuh Lahan Pertanian, BRIN Dorong Smart Farming

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:46

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.