• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Investor Kini Tak Lagi Hanya Cari Lahan, Ekosistem Industri Jadi Penentu Investasi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 7 Juli 2026 - 17:05
in Ekonomi
City-of-Industri
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tren pemilihan kawasan industri di Indonesia mengalami perubahan. Jika sebelumnya investor lebih fokus pada harga lahan dan ketersediaan ruang produksi, kini mereka semakin mempertimbangkan kualitas ekosistem industri, mulai dari konektivitas logistik, akses rantai pasok (supply chain), ketersediaan utilitas, hingga dukungan layanan investasi.

Perubahan tersebut sejalan dengan masuknya gelombang investasi baru dari sektor kendaraan listrik (electric vehicle/EV), elektronik, pusat data (data centre), hingga manufaktur berorientasi ekspor yang membutuhkan infrastruktur dan jaringan logistik yang semakin terintegrasi.

BacaJuga:

Koperasi Karunika UT Digitalisasi Layanan dengan KoperasiGO

Rayakan Usia Lima Tahun, SeaBank Gulirkan Promo Spesial Selama Lima Hari

AMMAN Gelar Cerita Sasambo 2026, Tantang Jurnalis Mengupas Wajah Baru Industri Tambang

Chief Commercial Officer PT Suryacipta Swadaya, Abednego Purnomo, mengatakan perubahan preferensi investor mencerminkan transformasi yang lebih luas dalam lanskap industri nasional.

“Dalam beberapa tahun terakhir kami melihat perubahan yang cukup signifikan. Investor tidak lagi hanya mengevaluasi biaya lahan atau kecepatan pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana sebuah kawasan dapat mendukung efisiensi supply chain dan keberlangsungan operasional mereka dalam jangka panjang,” ujar Abednego.

Menurutnya, investor kini memberikan perhatian lebih terhadap berbagai aspek yang sebelumnya bukan menjadi pertimbangan utama, seperti akses menuju pelabuhan, konektivitas dengan jaringan transportasi nasional, keandalan utilitas, serta keberadaan fasilitas pendukung yang mampu meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

Suryacipta juga mencatat peningkatan minat dari investor asing maupun domestik terhadap kawasan industri yang memiliki dukungan infrastruktur strategis. Permintaan datang dari berbagai negara, terutama Tiongkok, Korea Selatan, Taiwan, serta Jepang.

Sementara itu, sektor yang mendominasi permintaan berasal dari industri otomotif, khususnya kendaraan listrik (EV) dan komponen otomotif. Selain itu, terdapat peningkatan minat dari sektor alat berat (heavy machinery), elektronik, pusat data (data centre), hingga pergudangan.

Tidak hanya mencari lokasi untuk membangun fasilitas produksi, investor kini juga mulai mempertimbangkan kualitas pengembangan kawasan serta ekosistem bisnis yang ditawarkan, termasuk layanan investasi yang dapat mendukung proses ekspansi perusahaan. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kawasan industri tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat mendirikan pabrik, tetapi telah menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Abednego menilai tren tersebut akan mengubah peta persaingan industri kawasan di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

“Ke depan, daya saing kawasan industri akan semakin ditentukan oleh kualitas ekosistem yang dimiliki. Kawasan yang mampu mengintegrasikan kebutuhan industri, logistik, dan pengembangan bisnis akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam menarik investasi baru,” tutupnya.

PT Suryacipta Swadaya merupakan pengembang dan pengelola kawasan industri Suryacipta City of Industry di Karawang serta kota mandiri terintegrasi Subang Smartpolitan di Subang, Jawa Barat. Perusahaan yang berdiri sejak 1990 sebagai bagian dari PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) tersebut berkomitmen mendukung pertumbuhan industri nasional melalui pengembangan kawasan industri yang terintegrasi dengan infrastruktur, konektivitas logistik, dan layanan investasi.(ibs)

Tags: Industri NasionalinvestasiKendaraan ListrikPT Suryacipta Swadaya

Berita Terkait.

Cazbox
Ekonomi

Koperasi Karunika UT Digitalisasi Layanan dengan KoperasiGO

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:45
Rayakan Usia Lima Tahun, SeaBank Gulirkan Promo Spesial Selama Lima Hari
Ekonomi

Rayakan Usia Lima Tahun, SeaBank Gulirkan Promo Spesial Selama Lima Hari

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:41
Semakin Berkilau di Bawah Danantara, Pegadaian Akselerasi Ekosistem Bank Emas Nasional dan Siap ‘Go Global’
Ekonomi

AMMAN Gelar Cerita Sasambo 2026, Tantang Jurnalis Mengupas Wajah Baru Industri Tambang

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:14
BPKP Dorong Pengawasan Terpadu Kredit Program, Tak Lagi Berhenti di KUR
Ekonomi

BPKP Dorong Pengawasan Terpadu Kredit Program, Tak Lagi Berhenti di KUR

Senin, 6 Juli 2026 - 18:35
dai
Ekonomi

Penjualan Ritel Daihatsu Naik 27 Persen pada Juni 2026, Gran Max Masih Mendominasi

Senin, 6 Juli 2026 - 12:22
wuling
Ekonomi

Wuling Ajak Pengunjung Jakarta X Beauty Mengenal Mobil Listrik lewat Cara yang Berbeda

Senin, 6 Juli 2026 - 11:32

BERITA POPULER

  • brace

    Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Antar Norwegia Singkirkan Brasil dan Cetak Sejarah

    919 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2281 shares
    Share 912 Tweet 570
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    853 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Cerah, Sebagian Wilayah Jaksel dan Jakbar Berpotensi Hujan

    808 shares
    Share 323 Tweet 202
  • Gempa Bumi Dangkal M 4,0 Guncang Palu, BMKG: Kedalaman Hiposenter 2 Km

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
Portugal Gagal di Piala Dunia 2026, Roberto Martinez Resmi Mundur
Olahraga

Portugal Gagal di Piala Dunia 2026, Roberto Martinez Resmi Mundur

Editor Laurens Dami
Selasa, 7 Juli 2026 - 10:24

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Portugal Roberto Martinez akan mengundurkan diri dari jabatannya setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026. Selecao...

SelengkapnyaDetails
Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ronaldo Merana: Saya Sedih

Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ronaldo Merana: Saya Sedih

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:34
Hasil Piala Dunia: Bungkam AS, Belgia Tantang Spanyol di Perempatfinal

Hasil Piala Dunia: Bungkam AS, Belgia Tantang Spanyol di Perempatfinal

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:29
Hasil Piala Dunia: Sengit, Spanyol Singkirkan Portugal Lewat Drama Injury Time

Hasil Piala Dunia: Sengit, Spanyol Singkirkan Portugal Lewat Drama Injury Time

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:04
Ronaldo

Jelang Hadapi Spanyol, Ronaldo Fokus Nikmati Piala Dunia Terakhirnya

Senin, 6 Juli 2026 - 19:15
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.