INDOPOSCO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menyerahkan pengelolaan Sekretariat Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) kepada Kementerian Kebudayaan (Kemenbud). Pengalihan tersebut diyakini menjadi langkah untuk memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi internasional melalui jalur pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, komunikasi, dan informasi.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, menegaskan, perpindahan pengelolaan KNIU bukan sekadar perubahan administrasi, melainkan kelanjutan pengabdian Indonesia dalam mendukung misi UNESCO. Menurutnya, selama lebih dari tujuh dekade KNIU telah menjadi penghubung strategis antara Indonesia dan UNESCO.
“Yang berpindah hanyalah tata kelola administrasi, sedangkan yang tetap hidup adalah semangat dan komitmen untuk membawa Indonesia semakin berperan dalam membangun perdamaian dunia melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, komunikasi, dan informasi,” ujar Mu’ti di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Dia menjelaskan, melalui KNIU berbagai inovasi, pengalaman, serta praktik baik Indonesia dapat diperkenalkan ke dunia internasional. Sebaliknya, berbagai perkembangan pemikiran global yang dibawa UNESCO juga menjadi rujukan dalam memperkuat pembangunan nasional.
Mu’ti menjelaskan, kerja sama Indonesia dengan UNESCO telah menghasilkan sejumlah capaian penting. Di sektor pendidikan, Indonesia pernah menerima Medali Emas Avicenna pada 1993 atas keberhasilan memperluas akses pendidikan. Sementara pada 2023, Bahasa Indonesia resmi ditetapkan sebagai bahasa sidang umum UNESCO.
Diketahui, di bidang kebudayaan, Indonesia kini memiliki enam warisan budaya dunia, 16 warisan budaya takbenda UNESCO, serta tujuh kota yang masuk jaringan UNESCO Creative Cities Network. Adapun di bidang ilmu pengetahuan, Indonesia memiliki empat warisan alam dunia, 12 UNESCO Global Geopark, dan 21 cagar biosfer UNESCO.
Tak hanya itu, Indonesia juga telah menginskripsikan 16 dokumen dalam program Memory of the World, termasuk arsip surat-surat R.A. Kartini. Indonesia pun tercatat sembilan kali dipercaya menjadi anggota Executive Board UNESCO.
Terbaru, pada Juni 2026 Indonesia kembali dipercaya menjadi anggota Komite Antarpemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda UNESCO periode 2026–2030. Kepercayaan tersebut dinilai menjadi pengakuan atas kontribusi aktif Indonesia dalam memajukan nilai-nilai UNESCO di tingkat global.
Mu’ti menambahkan, berbagai pengalaman, jejaring internasional, serta sistem kelembagaan yang dibangun selama KNIU berada di bawah koordinasi Kemendikdasmen akan menjadi modal penting bagi Kementerian Kebudayaan untuk melanjutkan penguatan organisasi tersebut.
Meski pengelolaan telah dialihkan, masih ujar Mu’ti, Kemendikdasmen memastikan tetap mendukung pelaksanaan program-program UNESCO, khususnya di bidang pendidikan. “Kami optimistis sinergi yang telah terbangun akan terus berlanjut dan semakin kuat pada masa mendatang,” katanya. (nas)


















