INDOPOSCO.ID – Marhaenisme, menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tidak boleh berhenti sebagai gagasan yang hanya diperdebatkan di ruang-ruang diskusi. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, nilai-nilai keberpihakan kepada rakyat justru harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri peluncuran sekaligus diskusi buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z karya Airlangga Pribadi Kusman dan Rocky Gerung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7/2026).
Bagi Pramono, hadirnya buku tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat tradisi intelektual sekaligus mengajak generasi muda memperluas cara pandang dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa yang terus berkembang.
“Di tengah derasnya arus digitalisasi, ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim, hingga berbagai dinamika sosial, generasi muda membutuhkan ruang untuk memperluas perspektif, mengasah pemikiran kritis, dan memahami berbagai persoalan secara lebih utuh,” ujar Pramono.
Ia menilai semangat Marhaenisme masih memiliki relevansi kuat untuk menjawab berbagai persoalan saat ini. Nilai-nilai seperti keberpihakan kepada rakyat, gotong royong, dan upaya mengurangi kesenjangan sosial tetap menjadi fondasi penting dalam proses pembangunan.
Namun, menurutnya, tantangan terbesar bukan terletak pada bagaimana membicarakan Marhaenisme, melainkan bagaimana mewujudkannya dalam keputusan-keputusan pemerintah yang berpihak kepada masyarakat.
“Sering kali kita berbicara tentang Marhaenisme dalam ruang diskusi, tetapi implementasinya tidak mudah dilakukan secara konkret. Bagi saya, esensinya adalah bagaimana pemerintah mampu mengambil keputusan yang berpihak kepada masyarakat, terutama mereka yang berada di lapisan paling bawah,” jelas Pramono.
Pramono mengatakan komitmen tersebut telah diwujudkan Pemprov DKI Jakarta melalui sejumlah kebijakan di sektor pelayanan publik.
Di bidang kesehatan, pemerintah provinsi mempertahankan anggaran layanan kesehatan agar masyarakat tetap memperoleh pelayanan optimal melalui jaringan 31 rumah sakit, 44 puskesmas, serta 292 puskesmas pembantu milik pemerintah.
Sementara di sektor pendidikan, berbagai program seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), Program Pemutihan Ijazah, hingga ratusan ribu beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa terus diperkuat.
Tak hanya itu, mulai tahun depan Pemprov DKI Jakarta juga akan menggulirkan program beasiswa daerah bekerja sama dengan LPDP. Program tersebut ditujukan untuk membuka peluang bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Di akhir sambutannya, Pramono berharap peluncuran buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya kritis dalam berpikir, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta mampu menawarkan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan.
“Jakarta membutuhkan generasi muda yang aktif berdiskusi, berpikir kritis, memiliki kepedulian sosial, serta berani menghadirkan gagasan bagi masa depan kota dan bangsa. Kemajuan Indonesia selalu lahir dari keberanian untuk berpikir, berdialog, dan mencari solusi bersama,” tambahnya. (her)


















