• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Menuju Kota Global, Jakarta Andalkan Obligasi Daerah demi Perkuat Investasi SDM

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 5 Juli 2026 - 10:10
in Megapolitan
delondel

Ilustrasi - Ondel-ondel Betawi tampil memeriahkan kegiatan CFD di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (5/7/2026). Di tengah transformasi Jakarta menuju kota global pasca-perpindahan Ibu Kota Negara, pelestarian budaya lokal tetap menjadi bagian penting dari pembangunan kota yang berdaya saing dan berkarakter. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Transformasi Jakarta setelah tidak lagi menyandang status sebagai Ibu Kota Negara (IKN) membuka babak baru dalam pengelolaan pembangunan dan keuangan daerah. Beralih dari pusat pemerintahan menjadi pusat ekonomi, bisnis, jasa, keuangan, dan inovasi nasional, Jakarta kini dituntut memiliki kemandirian fiskal yang lebih kuat di tengah mulai berkurangnya dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Pemerhati Kota Jakarta, Zulfikar Marikar, menilai perubahan tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membangun sistem pembiayaan pembangunan yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

BacaJuga:

Daerah Kaya Tinggal Cerita, Bengkalis Krisis Fiskal Akibat TKD Dipangkas Pusat

Sediakan Payung saat Bepergian, Hari Ini Cuaca di Jakarta Relatif Panas dan Cerah

45 Anak Muda Telusuri Keanekaragaman Hayati Hutan Penelitian Dramaga

“Transformasi Jakarta pasca-perpindahan Ibu Kota Negara menandai dimulainya babak baru pembangunan daerah. Tidak lagi menjadi pusat pemerintahan, Jakarta dituntut memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi, bisnis, jasa, keuangan, dan inovasi nasional. Perubahan tersebut membawa konsekuensi terhadap pengelolaan fiskal daerah. Jakarta harus semakin mandiri dalam membiayai pembangunan, terlebih ketika dukungan fiskal dari pemerintah pusat mulai berkurang,” ujar Zulfikar melalui gawai, Minggu (5/7/2026).

Kondisi tersebut tercermin dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta Tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp81,32 triliun atau turun dibandingkan APBD 2025 sebesar Rp91,86 triliun. Penurunan anggaran terutama dipengaruhi berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) dan Transfer ke Daerah dari pemerintah pusat.

Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan fasilitas publik terus meningkat. Situasi ini membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dituntut mencari sumber pembiayaan baru tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Dalam konteks tersebut, rencana penerbitan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun dinilai menjadi langkah strategis. Jika terealisasi, Jakarta akan menjadi pemerintah daerah pertama di Indonesia yang memanfaatkan pasar modal sebagai instrumen pembiayaan pembangunan.

Menurut Zulfikar, langkah tersebut tidak sekadar menjadi alternatif pendanaan, tetapi juga mencerminkan meningkatnya tingkat kemandirian fiskal Jakarta.

“Obligasi daerah merupakan bentuk diversifikasi sumber pembiayaan sekaligus indikator bahwa Jakarta mulai membangun kemandirian fiskalnya. Namun keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada tata kelola yang transparan, disiplin fiskal, serta kemampuan pemerintah memastikan setiap dana yang dihimpun benar-benar memberikan manfaat publik yang berkelanjutan,” katanya.

Yang menarik, dana hasil penerbitan obligasi tidak diarahkan untuk membiayai belanja birokrasi maupun kebutuhan operasional pemerintah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta justru berencana mengalokasikan dana tersebut untuk program-program yang langsung menyentuh masyarakat, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), Program Tebus Ijazah, hingga penyediaan modal awal pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras.

Zulfikar menilai kebijakan tersebut menunjukkan bahwa obligasi diposisikan sebagai investasi pembangunan sumber daya manusia (human capital investment), bukan sekadar instrumen pembiayaan proyek.

Pandangan tersebut sejalan dengan teori human capital yang diperkenalkan ekonom peraih Nobel Theodore W. Schultz dan dikembangkan Gary S. Becker, yang menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai investasi utama dalam meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, teori pertumbuhan endogen yang dikembangkan Paul M. Romer juga menegaskan bahwa daya saing ekonomi modern sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, inovasi, dan penguasaan ilmu pengetahuan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) turut memperkuat argumentasi tersebut. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DKI Jakarta pada 2025 mencapai 85,05 atau menjadi yang tertinggi di Indonesia, meningkat dari 84,15 pada tahun sebelumnya. Peningkatan itu didukung oleh umur harapan hidup 76,27 tahun, harapan lama sekolah 13,80 tahun, dan rata-rata lama sekolah 11,59 tahun.

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa investasi pada pendidikan dan kesehatan telah memberikan hasil nyata. Tantangan berikutnya adalah memastikan investasi itu terus berlanjut agar kualitas sumber daya manusia Jakarta semakin meningkat,” jelas Zulfikar.

Menurutnya, pembangunan manusia menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Jakarta sebagai kota global sebagaimana tertuang dalam RPJPD DKI Jakarta 2025–2045. Pemerintah menargetkan peningkatan IPM hingga sekitar 85,66 pada tahap awal serta perbaikan posisi Jakarta dalam Global City Index sebelum akhirnya masuk jajaran kota global terkemuka pada 2045.

Ia menegaskan, pengalaman kota-kota dunia seperti Tokyo, Seoul, dan Singapura menunjukkan bahwa daya saing tidak dibangun semata melalui infrastruktur fisik.

“Ambisi menjadi kota global tidak dapat diwujudkan hanya melalui pembangunan infrastruktur. Infrastruktur memang menjadi penggerak aktivitas ekonomi, tetapi manusialah yang menciptakan daya saing. Pendidikan, kesehatan, riset, inovasi, dan pengembangan talenta harus menjadi investasi yang berkelanjutan,” tuturnya.

Sebagai daerah penyumbang sekitar 16 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sekaligus pemilik Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Indonesia, Jakarta dinilai memiliki kapasitas fiskal yang cukup kuat untuk memanfaatkan obligasi sebagai instrumen creative financing.

Meski demikian, Zulfikar mengingatkan bahwa obligasi tetap merupakan instrumen utang yang harus dikelola secara hati-hati agar tidak menjadi beban APBD di masa mendatang.

“Dari perspektif ekonomi publik, pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras relatif lebih tepat menjadi objek pembiayaan obligasi karena menghasilkan aset publik yang manfaatnya dapat dinikmati lintas generasi. Sementara itu, pemerintah juga harus terus memperkuat Pendapatan Asli Daerah, meningkatkan efisiensi belanja, mengoptimalkan kinerja BUMD agar menghasilkan laba dan dividen yang lebih besar, serta memaksimalkan pengelolaan aset daerah sebagai sumber pembiayaan jangka panjang,” ungkapnya.

Pada akhirnya, lanjut Zulfikar, keberhasilan penerbitan obligasi daerah tidak diukur dari besarnya dana yang berhasil dihimpun, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“Apabila mampu memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas layanan kesehatan, dan melahirkan sumber daya manusia yang lebih produktif, maka obligasi bukan sekadar instrumen utang, melainkan investasi strategis bagi masa depan Jakarta. Sebab, kota global dibangun oleh manusia yang sehat, cerdas, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat dunia,” tutupnya. (her)

Tags: jakartaKota GlobalObligasi DaerahSDM

Berita Terkait.

Jay Idzes Tampil Penuh, 3 Sapuannya Warnai Kemenangan Perdana Sassuolo
Megapolitan

Daerah Kaya Tinggal Cerita, Bengkalis Krisis Fiskal Akibat TKD Dipangkas Pusat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:05
Sediakan Payung saat Bepergian, Hari Ini Cuaca di Jakarta Relatif Panas dan Cerah
Megapolitan

Sediakan Payung saat Bepergian, Hari Ini Cuaca di Jakarta Relatif Panas dan Cerah

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:22
bogor
Megapolitan

45 Anak Muda Telusuri Keanekaragaman Hayati Hutan Penelitian Dramaga

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:05
polisi
Megapolitan

Polisi Belum Ungkap Penyebab Kematian Pedagang Cermin Pascademo Ricuh DPR

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:24
SPMB
Megapolitan

SPMB Al Hikmah 2027/2028 Dibuka Serentak, Bidik Generasi Islami Bertaraf Internasional

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:37
Pramono
Megapolitan

Pramono Melayat Korban Kericuhan Pejompongan, Pilih Bungkam

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:50

OLAHRAGA

GTWCE-Endurance Cup: Mercedes-BMW Menggila di Nurburgring, Ferrari Siapkan Serangan Balik
Olahraga

GTWCE-Endurance Cup: Mercedes-BMW Menggila di Nurburgring, Ferrari Siapkan Serangan Balik

Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:31

INDOPOSCO.ID – Nurburgring langsung menunjukkan wajah kerasnya sejak Paid Test hingga dua sesi Free Practice GT World Challenge Europe (GTWCE)...

SelengkapnyaDetails
Jay Idzes Tampil Penuh, 3 Sapuannya Warnai Kemenangan Perdana Sassuolo

Jay Idzes Tampil Penuh, 3 Sapuannya Warnai Kemenangan Perdana Sassuolo

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:55
Hasil Liga Inggris: City Berpesta, Liverpool Nyaris Celaka

Hasil Liga Inggris: City Berpesta, Liverpool Nyaris Celaka

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:01
u20

Ini Daftar 23 Pemain Timnas U-20 untuk Kualifikasi Piala Asia

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:07
siswa

Olahraga Bukan Sekadar Adu Jago, Bisa Jadi Sekolah Karakter Anak

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:06

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.