INDOPOSCO.ID – Evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi mulai dilakukan. Salah satu sorotan utama dalam pembahasan antara Komite III DPD RI dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) adalah penerapan istithaah kesehatan bagi calon jemaah, agar pelaksanaan haji tahun depan berjalan lebih baik.
Wakil Ketua I Komite III DPD RI, Dailami Firdaus, mengapresiasi adanya peningkatan kualitas penyelenggaraan haji tahun ini. Namun, menurutnya masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi, terutama terkait penerapan persyaratan kesehatan bagi calon jemaah sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi.
“Kami mengapresiasi peningkatan kualitas penyelenggaraan haji. Namun, masih ada beberapa catatan, khususnya terkait optimalisasi penerapan istithaah kesehatan dengan tetap memperhatikan kebutuhan jemaah haji,” ujar Dailami dalam keterangan, Selasa (30/6/2026).
Dia menegaskan, penerapan istithaah kesehatan secara konsisten menjadi faktor penting untuk memastikan jemaah mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman dan optimal di Tanah Suci.
Senada dengan itu, Anggota DPD RI asal Maluku, Anna Latuconsina, menilai kesehatan jemaah tidak boleh dipandang hanya sebagai persyaratan administratif. Menurutnya, kesiapan fisik merupakan bagian penting dari kelayakan seseorang untuk menunaikan ibadah haji.
“Isu utama penyelenggaraan haji adalah kesiapan kesehatan jemaah haji. Istithaah tidak hanya menyangkut kemampuan ekonomi, tetapi juga kondisi kesehatan. Karena itu, proses seleksi harus memastikan jemaah benar-benar mampu menjalankan ibadah haji,” katanya.
Anna juga mendorong agar proses pemeriksaan kesehatan diperkuat sehingga potensi risiko kesehatan selama pelaksanaan ibadah dapat ditekan semaksimal mungkin.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan, memastikan pemerintah akan menjadikan aspek kesehatan sebagai salah satu prioritas dalam pembenahan penyelenggaraan haji mendatang.
Menurutnya, evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari mekanisme pemeriksaan kesehatan hingga peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi jemaah.
“Penerapan istithaah kesehatan akan kami perketat pada musim haji mendatang, disertai peningkatan layanan kesehatan, dan evaluasi pemeriksaan khususnya di daerah agar jemaah benar-benar memenuhi syarat kesehatan,” tegas Gus Irfan.
Ia berharap penguatan aspek kesehatan tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengurangi risiko kesehatan yang dihadapi jemaah selama menjalankan ibadah haji.(nas)


















