INDOPOSCO.ID – PT Patra Drilling Contractor (PDC) terus mempercepat transformasi digital dengan mengembangkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di industri jasa penunjang energi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadapi perubahan industri energi yang semakin mengandalkan pemanfaatan data dan teknologi digital untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam diskusi bertajuk “Pengenalan AI untuk Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas Kerja” yang digelar di PDC Tower, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Kegiatan menghadirkan Tribe Leader Big Project PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Ahmad R. Djarkasih, sebagai narasumber utama.
Direktur Operasi & Marketing PDC, Agam Munawar, mengatakan perkembangan teknologi menuntut perusahaan untuk terus beradaptasi agar mampu meningkatkan kualitas proses bisnis sekaligus menjaga daya saing di tengah kompetisi industri yang makin dinamis.
Menurutnya, industri jasa penunjang energi membutuhkan kecepatan, akurasi, dan kemampuan mengambil keputusan berbasis data. Karena itu, AI menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung efisiensi operasional tanpa mengabaikan aspek tata kelola perusahaan maupun keselamatan kerja.
“Industri jasa penunjang energi menuntut kecepatan, akurasi, dan kemampuan mengambil keputusan berbasis data. AI menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu perusahaan meningkatkan kualitas proses bisnis sekaligus mendukung efisiensi operasional tanpa mengesampingkan aspek tata kelola dan keselamatan kerja,” ujar Agam.
Saat ini, PDC mulai mengembangkan pemanfaatan AI pada berbagai proses bisnis strategis, mulai dari evaluasi tender, analisis kontrak, pengolahan dokumen, hingga pemanfaatan data berbasis konteks (context-based data) dan natural language processing untuk mendukung aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE).
Pengembangan tersebut diharapkan mampu mempercepat proses kerja, meningkatkan akurasi analisis, serta menghasilkan pengambilan keputusan yang lebih efektif.
Sementara itu, Manager ICT PDC, Harmeiya Habonaran Harahap, menegaskan keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga kesiapan organisasi dalam membangun ekosistem digital yang terintegrasi.
Menurutnya, kualitas tata kelola data, keamanan sistem, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi fondasi utama agar implementasi AI dapat memberikan manfaat yang optimal dan berkelanjutan.
“Transformasi digital bukan semata-mata tentang mengadopsi teknologi baru, tetapi juga membangun kesiapan organisasi melalui pengelolaan data yang baik, sistem yang terintegrasi dengan keamanan yang terpadu, dan penguatan kompetensi sumber daya manusia agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Tribe Leader Big Project PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Ahmad R. Djarkasih, membagikan pengalaman implementasi AI di berbagai sektor industri.
Ia menjelaskan bahwa AI tidak hanya berfungsi sebagai alat otomatisasi pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang bisnis baru melalui pemanfaatan data yang lebih optimal.
Berdasarkan pengalaman Telkom mendampingi transformasi digital di berbagai sektor, implementasi AI mampu meningkatkan efisiensi waktu dan biaya rata-rata hingga 49,1 persen, sekaligus mendorong terciptanya sumber pendapatan baru hingga 58 persen.
“Nilai terbesar AI bukan hanya pada otomatisasi pekerjaan, tetapi pada kemampuannya mengolah data menjadi informasi yang mendukung pengambilan keputusan secara lebih cepat, akurat, dan terukur,” ujar Ahmad.
Melalui pengembangan pemanfaatan AI, PDC menegaskan komitmennya membangun proses bisnis yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Perusahaan juga akan terus memperkuat kompetensi SDM, kesiapan infrastruktur digital, serta tata kelola data sebagai fondasi transformasi digital yang berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan. (rmn)


















