INDOPOSCO.ID – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan kebudayaan tidak boleh lagi dipandang sekadar pelengkap pembangunan. Menurutnya, kebudayaan harus menjadi fondasi strategis sekaligus mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang mampu menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Fadli Zon saat menjadi pembicara dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi dan Industri (KSTI) 2026 bertema “Kebudayaan dan Ekonomi Kerakyatan: Fondasi Kemandirian Ekonomi Bangsa” di Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Menurut Fadli, kemandirian ekonomi tidak hanya diukur dari aspek fiskal, moneter, atau perdagangan. Lebih dari itu, kemampuan bangsa menguasai pengetahuan, menjaga identitas, memperkuat kohesi sosial, serta mengembangkan kreativitas masyarakat juga menjadi penentu.
“Kebudayaan adalah modal dan infrastruktur peradaban. Kebudayaan membentuk cara bangsa berproduksi, beradaptasi, berinovasi, dan membangun solidaritas. Karena itu, kebudayaan harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi kemandirian ekonomi, bukan sebagai elemen dekoratif atau pelengkap pembangunan,” ujarnya.
Ia menilai Indonesia memiliki modal budaya yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi, sosial, sains, hingga diplomasi.
Fadli juga menekankan pentingnya hilirisasi kebudayaan agar nilai tambah dari warisan budaya, pengetahuan tradisional, hingga kreativitas bangsa dapat dinikmati para pelaku budaya, seniman, perajin, komunitas adat, serta daerah asal kebudayaan tersebut.
“Kami juga mendorong perguruan tinggi menjadi pusat riset, inovasi, dokumentasi, dan pengembangan industri budaya berbasis ilmu pengetahuan,” ujarnya. (nas)

















