• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

FKBI Desak Evaluasi Total PRJ: Soroti Tarif, Copet, dan Maraknya Promosi Rokok

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 28 Juni 2026 - 21:15
in Megapolitan
Ilustrasi ribuan pengunjung memadati kawasan Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 di Kemayoran, Jakarta Pusat, saat masa libur sekolah. Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Ilustrasi ribuan pengunjung memadati kawasan Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 di Kemayoran, Jakarta Pusat, saat masa libur sekolah. Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pelaksanaan Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 yang berlangsung di Kemayoran, Jakarta Pusat, sejak 22 Juni hingga 22 Juli 2026 kembali menjadi magnet bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Bertepatan dengan masa libur sekolah, ribuan pengunjung memadati arena pameran yang telah menjadi agenda tahunan tersebut.

Namun di balik tingginya antusiasme masyarakat, sejumlah catatan kritis muncul terkait kualitas pelayanan dan perlindungan terhadap konsumen. Pegiat Perlindungan Konsumen sekaligus Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menilai penyelenggaraan PRJ tahun ini masih menyisakan berbagai persoalan mendasar yang perlu segera dibenahi.

BacaJuga:

Ekonomi dan Kelembagaan Adat Budaya: Jalan Kesejahteraan Betawi

Hujan Diperkirakan Berpotensi Mengguyur Wilayah Jakarta Hari Ini

Saat Harmoni Kebun Pelangi Mengantar Langkah Kecil Menuju Mimpi Besar Siswa Permatahati

Menurut Tulus, salah satu persoalan yang paling mencolok adalah semakin kuatnya nuansa komersial dalam penyelenggaraan PRJ.

“Nuansa komersialistik PRJ 2026 semakin kentara. Hal itu bukan hanya terlihat dari gebyar fisiknya, tetapi juga dari tarif masuk yang semakin mahal dan banyak dikeluhkan masyarakat melalui media sosial resmi PRJ,” kata Tulus melalui gawai, Minggu (28/6/2026).

Ia menjelaskan, tarif masuk PRJ kini dipatok sebesar Rp40.000 pada hari Senin, Rp50.000 untuk Selasa hingga Jumat, serta Rp60.000 pada Sabtu, Minggu, dan hari libur. Besaran tarif tersebut, menurutnya, belum termasuk biaya parkir kendaraan maupun tiket konser musik yang digelar di dalam kawasan PRJ.

“Tarif tersebut tergolong mahal karena belum termasuk parkir. Untuk mobil saja dikenakan tarif flat Rp35.000, belum lagi jika pengunjung ingin menikmati konser musik. Bahkan pengunjung masih harus menghadapi antrean panjang untuk mendapatkan lokasi parkir yang pada jam-jam sibuk bisa memakan waktu satu hingga dua jam,” ujar Tulus.

Tulus menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya pergeseran fungsi PRJ.

“PRJ bukan lagi menjadi pasar rakyat, tetapi justru berpotensi menjadi area pasar dan pesta yang mengeksploitasi masyarakat sebagai pengunjung sekaligus konsumen,” tegasnya.

Selain persoalan tarif, FKBI juga menyoroti aspek keamanan yang dinilai belum sebanding dengan besarnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat. Menurut Tulus, aksi pencopetan masih menjadi persoalan klasik yang terus berulang setiap penyelenggaraan PRJ.

“Ironisnya, gebyar komersial PRJ tidak sejalan dengan aspek kenyamanan dan keamanan pengunjung. Sebagaimana banyak diberitakan media, aksi copet masih marak terjadi dan seolah menjadi tradisi setiap penyelenggaraan PRJ,” ungkapnya.

Ia menilai hingga kini belum terlihat langkah mitigasi yang signifikan dari penyelenggara maupun aparat penegak hukum untuk memberikan perlindungan maksimal kepada para pengunjung.

“Keberadaan copet sangat meresahkan masyarakat. Seharusnya manajemen PRJ bersama aparat penegak hukum mampu menghadirkan sistem pengamanan yang lebih efektif sehingga pengunjung merasa aman selama berada di area PRJ,” tutur Tulus.

Persoalan lain yang mendapat sorotan FKBI adalah lemahnya penerapan aturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan PRJ. Menurut Tulus, kondisi di lapangan justru menunjukkan masih adanya promosi produk rokok serta aktivitas merokok secara terbuka di berbagai sudut arena.

“Manajemen PRJ tampak gagal mewujudkan kawasan PRJ sebagai Kawasan Tanpa Rokok. Faktanya masih terdapat stan produsen rokok yang mempromosikan produknya, bahkan sales promotion girl menawarkan produk rokok kepada pengunjung. Di sisi lain masih banyak pengunjung maupun petugas tenant yang merokok di dalam area PRJ,” ungkap eks Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) itu.

Padahal, lanjut Tulus, kawasan PRJ semestinya menerapkan aturan KTR sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Kesehatan, Peraturan Pemerintah tentang Kesehatan, serta Peraturan Daerah DKI Jakarta mengenai Kawasan Tanpa Rokok.

“Kondisi ini berpotensi menjadikan PRJ kurang ramah bagi keluarga, anak-anak, maupun remaja yang turut menikmati liburan di arena pameran tersebut,” katanya.

Atas berbagai persoalan tersebut, FKBI mendesak manajemen PRJ agar tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Manajemen PRJ harus mewujudkan pelayanan yang lebih manusiawi dan lebih humanis kepada warga Jakarta sebagai pengunjung maupun konsumen. Keberadaan copet, promosi rokok, dan maraknya aktivitas merokok menjadi indikator bahwa pelayanan PRJ masih jauh dari ideal,” ujar Tulus.

Ia menambahkan, kawasan PRJ seharusnya dapat menjadi ruang rekreasi yang aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Manajemen PRJ jangan hanya menargetkan nilai komersial dan ekonomi semata, tetapi juga harus mampu menjadikan kawasan PRJ sebagai tempat healing yang nyaman bagi warga Jakarta,” tuturnya.

Tulus juga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengambil peran lebih aktif dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan PRJ.

“Pemprov DKI Jakarta harus turut aktif dan proaktif memastikan performa pelayanan PRJ menjadi lebih nyaman, aman, dan humanis bagi seluruh pengunjung, termasuk anak-anak dan remaja,” ungkap Tulus.

Di sisi lain, FKBI mengimbau masyarakat yang berencana mengunjungi PRJ agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi kriminalitas, menghindari paparan asap rokok, serta memanfaatkan transportasi umum guna mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan Kemayoran.

“Warga perlu memitigasi diri agar tidak menjadi korban pencopetan maupun paparan asap rokok. Selain itu, untuk menghindari kemacetan parah di sekitar PRJ, masyarakat sebaiknya menggunakan transportasi umum massal saat berkunjung,” tambahnya. (her)

Tags: FKBIperlindungan konsumenPRJ 2026

Berita Terkait.

Betawi
Megapolitan

Ekonomi dan Kelembagaan Adat Budaya: Jalan Kesejahteraan Betawi

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:12
Hujan
Megapolitan

Hujan Diperkirakan Berpotensi Mengguyur Wilayah Jakarta Hari Ini

Minggu, 28 Juni 2026 - 07:27
seni
Megapolitan

Saat Harmoni Kebun Pelangi Mengantar Langkah Kecil Menuju Mimpi Besar Siswa Permatahati

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:33
Pramono Anung
Megapolitan

Pemprov DKI Siapkan Beasiswa LPDP Khusus Warga Jakarta Mulai 2027

Sabtu, 27 Juni 2026 - 22:07
Anak Kepulauan Seribu Diprioritaskan di SPMB Jalur Prestasi SMA/SMK
Megapolitan

Anak Kepulauan Seribu Diprioritaskan di SPMB Jalur Prestasi SMA/SMK

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:37
Sediakan Payung yuk, Hari Ini Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan
Megapolitan

Sediakan Payung yuk, Hari Ini Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:14

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1724 shares
    Share 690 Tweet 431
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1692 shares
    Share 677 Tweet 423
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1598 shares
    Share 639 Tweet 400
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1085 shares
    Share 434 Tweet 271
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1014 shares
    Share 406 Tweet 254
32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!
Olahraga

32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!

Editor Juni Armanto
Minggu, 28 Juni 2026 - 18:51

INDOPOSCO.ID – Babak gugur Piala Dunia (PD) 2026 resmi bergulir setelah seluruh rangkaian pertandingan fase grup berakhir. Sebanyak 32 tim...

SelengkapnyaDetails
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia: Dibuka Afsel vs Kanada, Ditutup Kolombia Kontra Ghana 

Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia: Dibuka Afsel vs Kanada, Ditutup Kolombia Kontra Ghana 

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:34
David-Alaba

Hasil Piala Dunia Grup J: Argentina Sempurna, Austria-Aljazair Lolos Juga

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:51
Pemain-Kolombia

Hasil Piala Dunia Grup K: Portugal Gagal Gusur Kolombia, Kongo Lolos Dramatis

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:49
Pemain-Kroasia

Hasil Piala Dunia Grup L: Kroasia-Ghana Temani Inggris ke 32 Besar

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:18
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.