INDOPOSCO.ID – Tawa riang anak-anak pecah sejak matahari mulai menghangatkan halaman Sekolah Permatahati. Di antara ayunan yang tak henti bergerak dan permainan kejar-kejaran, mereka berlarian dengan balutan busana dari berbagai penjuru dunia.
Pagi ini bukan sekadar hari pentas seni, tetapi juga hari ketika sebagian langkah kecil harus bersiap meninggalkan halaman sekolah yang selama ini menjadi rumah kedua.
Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti Pelepasan dan Pentas Seni 2026 Sekolah Permatahati. Langit yang cerah seolah menjadi saksi perjalanan siswa kelas VI dan Taman Kanak-kanak (TK) B yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Dengan mengusung tema “Harmoni Kebun Pelangi”, para siswa menghidupkan panggung melalui drama musikal yang sarat makna. Mereka memerankan lima sahabat dari Jepang, Korea, Belanda, Malaysia, dan China yang dipertemukan lewat media sosial.
Pertemuan ini kemudian menjelma menjadi perayaan keberagaman. Satu per satu budaya diperkenalkan melalui tarian dan musik khas masing-masing negara. Irama Gangnam Style menggema, disusul tarian Gong Xi yang penuh semangat, hingga Zapin Melayu yang anggun.
Perbedaan tidak menjadi sekat, melainkan warna yang memperindah persahabatan mereka. Pesan sederhana namun kuat itulah yang ingin ditanamkan kepada para siswa, bahwa keberagaman selalu menemukan tempatnya dalam persahabatan dan saling menghormati.
Kepala Sekolah Dasar Permatahati, Penny Angraeni, mengingatkan bahwa pelepasan bukanlah akhir perjalanan, melainkan gerbang menuju mimpi yang lebih besar.
“Ilmu dan karakter yang kalian peroleh di sini semoga menjadi bekal untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Penny di Sekolah Permatahati, Tajur Halang, Bogor, Sabtu (27/7/2026).
Ia juga menegaskan komitmen sekolah untuk terus meningkatkan fasilitas dan mutu pendidikan agar Permatahati tetap menjadi tempat belajar yang nyaman sekaligus melahirkan generasi unggul dan berakhlak mulia.
Apresiasi pun disampaikan kepada para guru yang telah mendampingi setiap proses tumbuh kembang siswa hingga tiba di titik ini. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Sekolah Permatahati.
“Kepada anak-anak, kejarlah cita-cita setinggi langit,” pesannya.
Menjelang akhir acara, tepuk tangan kembali bergemuruh. Kali ini panggung menjadi milik tim karate Sekolah Permatahati yang sukses mengukir prestasi di tingkat nasional. Penampilan mereka menjadi penutup yang manis, seolah menegaskan bahwa setiap anak memiliki panggungnya sendiri untuk bersinar.
Ketika acara usai, tawa anak-anak memang perlahan mereda. Namun, kenangan tentang halaman sekolah, panggung penuh warna, dan pelukan hangat para guru akan tetap tinggal. Sebab, dari tempat sederhana bernama Permatahati, langkah-langkah kecil itu baru saja memulai perjalanan menuju mimpi yang lebih besar. (nas)

















