• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Lebih dari 70 Persen Penemuan Migas Baru dari Laut Dalam, Pertamina Drilling Perkuat Kapabilitas HPHT dan Deepwater

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 24 Juni 2026 - 11:03
in Ekonomi
Avep-Disasmita

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita memberikan paparan dalam Workshop HPHT and Deepwater Wells: Drilling Challenges, Technologies, and Applications yang digelar Society of Petroleum Engineers (SPE) di Jakarta, Selasa (23/6/206). Foto: Dok. Pertamina Drilling

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Lanskap industri minyak dan gas bumi global tengah bergeser secara fundamental. Cadangan yang mudah dieksploitasi semakin terbatas, sementara lebih dari 70 persen penemuan migas baru sepanjang 2025 justru berasal dari wilayah deepwater dan ultra-deepwater. Realitas itu mendorong PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) untuk memperkuat kapabilitas pengeboran di lingkungan paling menantang sekaligus paling berisiko di industri energi saat ini.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menegaskan hal tersebut saat tampil sebagai pembicara utama dalam Workshop HPHT and Deepwater Wells: Drilling Challenges, Technologies, and Applications yang diselenggarakan Society of Petroleum Engineers (SPE) di Jakarta, Selasa (23/6/2026). Forum dua hari itu mempertemukan pelaku industri dari berbagai negara di Asia hingga Eropa untuk berbagi pengalaman teknis dan strategis dalam menghadapi kompleksitas operasi laut dalam.

BacaJuga:

Dua Konflik Dunia Mengintai, Begini Prospek Harga Emas Pekan Depan

BTN Dorong Kualitas dan Keterhunian Rumah Subsidi di Jambi

iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS Surabaya 2026, Tawarkan Dua Pilihan Teknologi Kendaraan Energi Baru

Dalam keynote bertajuk Leading Safety and Performance in High-Risk Drilling Environments, Avep menggambarkan kondisi industri yang semakin menuntut keberanian dan kesiapan teknis lebih tinggi. Permintaan energi global diperkirakan naik sekitar 15 persen hingga 2035, sementara sekitar dua pertiga sumur eksplorasi berdampak tinggi pada 2026 berada di kawasan laut dalam. “Future growth lies deeper, hotter, and more complex. Kapabilitas pengeboran kini menjadi strategic differentiator bagi perusahaan yang ingin tetap kompetitif,” ujar Avep.

Indonesia, menurutnya, memiliki posisi yang strategis dalam tren ini. Potensi lapangan seperti Tangkulo, Kutai Basin, dan Masela menjadi peluang nyata yang bisa digarap apabila kapabilitas teknis dan keselamatan operasional terus diperkuat. Pengalaman Pertamina Drilling di sektor panas bumi juga dinilai menjadi modal penting, karena karakteristik temperatur tinggi pada sumur geothermal relevan langsung dengan tantangan HPHT. “Geothermal memberikan pengalaman berharga dalam menangani kondisi temperatur tinggi yang relevan dengan tantangan HPHT,” kata Avep.

Namun Avep tidak menutup mata terhadap besarnya risiko yang menyertai proyek HPHT dan deepwater. Tekanan sumur dapat mencapai 20.000 psi dengan temperatur lebih dari 177 derajat Celsius, sedangkan biaya proyek laut dalam bisa mencapai tiga kali lipat dibanding perairan dangkal. Dalam lingkungan seperti ini, satu kesalahan kecil bisa menghapus nilai investasi yang dibangun bertahun-tahun. “Keberhasilan tidak hanya diukur dari kecepatan pengeboran atau kemampuan mencapai target kedalaman sumur, melainkan dari kemampuan menghadirkan operasi yang aman, andal, efisien, dan berkelanjutan sambil melindungi pekerja, lingkungan, dan aset perusahaan,” tegasnya.

Karena itu, Avep menekankan bahwa budaya keselamatan tidak boleh berhenti sebagai kewajiban administratif, melainkan harus menjadi perilaku kepemimpinan yang dicontohkan langsung dari jajaran puncak organisasi. “Safety is a leadership behavior. Keselamatan harus dimulai dari kepemimpinan dan tidak bisa didelegasikan,” ujarnya. Komitmen tersebut bukan sekadar retorika: sepanjang 2025, Pertamina Drilling mencatat Total Recordable Incident Rate (TRIR) 0,29 dan Lost Time Injury Frequency (LTIF) 0,09, dengan tingkat non productive time (NPT) hanya 1,29 persen, lebih baik dari rata-rata global industri, serta meraih penghargaan keselamatan dari International Association of Drilling Contractors (IADC).

Di sisi teknologi, Avep mengakui bahwa transformasi digital melalui kecerdasan buatan, machine learning, digital twin, dan pusat operasi real-time telah meningkatkan kualitas analisis dan pemantauan secara signifikan. Namun ia mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat bantu, bukan pengganti pertimbangan manusia. “Technology enhances decision quality. People make decisions. Teknologi meningkatkan kualitas keputusan, tetapi manusialah yang mengambil keputusan,” katanya. Investasi pada teknologi, menurutnya, harus berjalan seiring dengan penguatan kompetensi SDM, kepemimpinan, dan human factors engineering.

Ketua Panitia Workshop SPE Asia Pacific, Firmansyah Arifin, menyebut forum ini dirancang sebagai ruang berbagi pengetahuan yang menjangkau seluruh rantai operasional, mulai dari desain sumur, evaluasi subsurface, well control, reservoir management, flow assurance, digital enablement, hingga strategi eksekusi proyek. “Kami menantikan diskusi yang bermakna mengenai bagaimana mengelola teknologi, risiko, dan value creation pada lingkungan operasi yang penuh ketidakpastian,” ujar Firmansyah.

Menutup paparannya, Avep menegaskan bahwa tantangan HPHT dan deepwater hanya dapat dijawab melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan dan regenerasi talenta yang memiliki kemampuan berpikir kritis, literasi digital, serta komitmen terhadap keselamatan. Keunggulan operasional, katanya, bukan soal menghilangkan risiko, melainkan memahami dan mengelolanya dengan tepat setiap hari. “Dalam sumur yang kompleks, keselamatan mendorong kinerja dan kinerja menciptakan nilai,” tutup Avep.(her)

Tags: gas bumiIndustri MinyakPDSI

Berita Terkait.

emas
Ekonomi

Dua Konflik Dunia Mengintai, Begini Prospek Harga Emas Pekan Depan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:09
btn
Ekonomi

BTN Dorong Kualitas dan Keterhunian Rumah Subsidi di Jambi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:04
icar
Ekonomi

iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS Surabaya 2026, Tawarkan Dua Pilihan Teknologi Kendaraan Energi Baru

Minggu, 30 Agustus 2026 - 04:40
omoda
Ekonomi

OMODA & JAECOO Hadirkan Empat Pilihan NEV di GIIAS Surabaya 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:23
dai
Ekonomi

Penjualan Daihatsu di Jatim Naik 14 Persen, Rocky Hybrid Jadi Sorotan GIIAS Surabaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:11
giias
Ekonomi

GIIAS Surabaya 2026, Geely Coolray Meluncur dengan Harga Mulai Rp341 Juta

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:12

OLAHRAGA

GTWCE-Endurance Cup: Mercedes-BMW Menggila di Nurburgring, Ferrari Siapkan Serangan Balik
Olahraga

GTWCE-Endurance Cup: Mercedes-BMW Menggila di Nurburgring, Ferrari Siapkan Serangan Balik

Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:31

INDOPOSCO.ID – Nurburgring langsung menunjukkan wajah kerasnya sejak Paid Test hingga dua sesi Free Practice GT World Challenge Europe (GTWCE)...

SelengkapnyaDetails
Jay Idzes Tampil Penuh, 3 Sapuannya Warnai Kemenangan Perdana Sassuolo

Jay Idzes Tampil Penuh, 3 Sapuannya Warnai Kemenangan Perdana Sassuolo

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:55
Hasil Liga Inggris: City Berpesta, Liverpool Nyaris Celaka

Hasil Liga Inggris: City Berpesta, Liverpool Nyaris Celaka

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:01
u20

Ini Daftar 23 Pemain Timnas U-20 untuk Kualifikasi Piala Asia

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:07
siswa

Olahraga Bukan Sekadar Adu Jago, Bisa Jadi Sekolah Karakter Anak

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:06

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.