INDOPOSCO.ID – Harapan ribuan warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mulai menemukan titik terang. Memasuki hari kedelapan masa tanggap darurat, pembangunan hunian sementara (huntara) tahap pertama resmi dimulai, Rabu (24/6/2026), sebagai langkah awal menuju hunian tetap (huntap) bagi para penyintas.
Peletakan batu pertama pembangunan huntara dilakukan di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki. Sebanyak 50 unit huntara tahap pertama akan dibangun untuk warga yang telah lolos verifikasi dan validasi berdasarkan data by name by address (BNBA) yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Sigi. Verifikasi penerima bantuan untuk tahap berikutnya masih terus berlangsung.
“Selain pembangunan huntara, pemerintah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD, TNI, Polri, dan berbagai unsur terkait terus mempercepat penanganan dampak gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sigi pada 16 Juni 2026 lalu,” ungkap Kepala Pusat, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, BNPB Abdul Muhari.
Menurutnya, perbaikan infrastruktur darurat juga mulai dikerjakan, meliputi pemasangan bronjong dan perbaikan jaringan air bersih di Kecamatan Nokilalaki dengan dukungan pendanaan PUM Sulawesi Tengah.
Di sektor mitigasi, masih ujar Muhari, tim gabungan melakukan pembukaan bendung alami akibat longsoran di kawasan Gunung Nokilalaki yang mengarah ke Sungai Kamarora.
“Material kayu dan bebatuan yang menyumbat aliran sungai dibersihkan menggunakan jet water guna mengurangi risiko banjir bandang saat hujan,” katanya.
Pelayanan kesehatan di posko pengungsian juga masih berjalan normal. BNPB memastikan kebutuhan logistik masyarakat terdampak mencukupi hingga masa tanggap darurat berakhir pada 30 Juni 2026.
“Untuk memperkuat penanganan, kami kembali menyalurkan bantuan tahap III berupa mobil dapur umum lapangan, handy talky, tenda pengungsi, motor trail, pompa alkon, paket sembako, tenda keluarga, matras, dan selimut kepada TNI serta BPBD Sulawesi Tengah,” bebernya.
Sementara itu, data BMKG menunjukkan gempa susulan masih terus terjadi, namun dengan tren yang menurun. Hingga Selasa (23/6/2026) pukul 24.00 waktu setempat tercatat 1.349 kali gempa susulan, dengan 49 di antaranya dirasakan masyarakat. Gempa susulan terbesar berkekuatan magnitudo 5,3.
Data sementara mencatat sebanyak 3.600 kepala keluarga atau 9.609 jiwa terdampak bencana ini. Seluruh korban luka dilaporkan telah pulih dan kembali beraktivitas.
Kerusakan yang terdata meliputi 1.979 rumah rusak ringan, 277 rumah rusak sedang, dan 277 rumah rusak berat. Selain itu, 110 rumah ibadah, 19 gedung perkantoran, 35 sekolah, 10 puskesmas, dua rumah adat, dua jaringan air bersih, dan enam fasilitas umum lainnya turut mengalami kerusakan.
Pemerintah Kabupaten Sigi menetapkan status tanggap darurat gempa hingga 30 Juni 2026. BNPB memastikan akan terus mendampingi pemerintah daerah, baik dalam penanganan darurat maupun persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi agar proses pemulihan masyarakat dapat berlangsung lebih cepat. (nas)

















