• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Mangrove Selamatkan Pasir Sakti: Benteng Pesisir yang Kini Menghidupi Masyarakat

PTBA

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 26 Juni 2026 - 09:49
in Nusantara
KTH

Anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Mutiara Hijau I melakukan pembibitan dan penanaman mangrove di kawasan pesisir Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Foto: Dokumen PTBA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Hamparan hutan mangrove yang kini menghijau di pesisir Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung menjadi saksi perubahan besar yang dialami masyarakat setempat. Kawasan yang pernah terus terkikis abrasi hingga memaksa warga meninggalkan rumahnya, kini bertransformasi menjadi benteng alami yang melindungi pesisir sekaligus sumber penghidupan masyarakat.

Salah satu saksi hidup perubahan tersebut adalah Samsudin, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Mutiara Hijau I. Ia masih mengingat bagaimana abrasi pada 1995 menjadi titik terburuk bagi warga pesisir.

BacaJuga:

Mapala UI Jelajah Timur Indonesia, Dorong Ekonomi Desa dan Wisata Dirgantara di Maluku

Bea Cukai dan Pemda Tingkatkan Sinergi Pemberantasan Rokok Ilegal

Bea Cukai Dekatkan Layanan dengan Pelaku Usaha, Dorong Kelancaran Ekspor dari Belawan dan Tangerang

“Kami sudah bosan pindah karena abrasi. Saya termasuk yang harus meninggalkan tempat tinggal sebelumnya karena wilayah itu sudah tidak bisa dihuni lagi,” kenangnya.

Berangkat dari pengalaman pahit itu, Samsudin bersama masyarakat mulai menanam mangrove secara swadaya sejak awal 2000-an. Meski menghadapi keterbatasan sarana dan dukungan, mereka terus meyakinkan warga bahwa mangrove merupakan benteng alami yang mampu melindungi pesisir sekaligus menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Perjuangan tersebut perlahan membuahkan hasil. Hutan mangrove yang kembali tumbuh berhasil menahan laju abrasi, memperbaiki kualitas lingkungan, sekaligus menjadi habitat berbagai biota laut yang sebelumnya mulai menghilang.

Upaya rehabilitasi makin berkembang setelah mendapat dukungan dari PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA).

Menurut Samsudin, kolaborasi dengan perusahaan mempercepat pemulihan kawasan pesisir yang selama bertahun-tahun diperjuangkan masyarakat.

“Dalam waktu sekitar dua tahun kami bisa melakukan penanaman hingga puluhan ribu bibit mangrove,” ujarnya.

Komitmen tersebut kembali diperkuat pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 melalui penyaluran bantuan 10 ribu bibit mangrove dari PTBA. Bagi masyarakat, bantuan itu menjadi penyemangat untuk terus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

“Terima kasih kepada Bukit Asam. Semoga terus eksis dan tetap peduli terhadap lingkungan, khususnya mangrove. Karena mangrove ini tidak bisa dipanen seperti tanaman lain, tetapi manfaatnya sangat besar bagi kehidupan,” kata Samsudin.

Sustainability Division Head PT Bukit Asam, Dedy Saptaria Rosa, mengatakan rehabilitasi mangrove di Pasir Sakti merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.

“Bagi PTBA, keberlanjutan tidak hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat merasakan manfaat dari upaya pelestarian yang dilakukan. Program rehabilitasi mangrove di Pasir Sakti menunjukkan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat mampu menciptakan dampak positif, baik bagi ekosistem pesisir maupun kesejahteraan warga,” ujar Dedy dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).

Kini, manfaat keberadaan mangrove tidak hanya dirasakan dari sisi ekologis. Kawasan yang dikelola KTH Mutiara Hijau I juga berkembang menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Kelompok yang beranggotakan 69 orang, termasuk 29 perempuan, aktif melakukan pembibitan, penanaman, hingga mengembangkan produk olahan berbahan buah mangrove, seperti sirup. Aktivitas tersebut memberikan tambahan pendapatan bagi anggota kelompok, selain upah yang diperoleh dari kegiatan rehabilitasi.

“Kegiatan penanaman mangrove ini juga telah menggerakkan ekonomi warga. Selain memperoleh upah dari penanaman, anggota kelompok juga mendapatkan penghasilan tambahan dari pembibitan dan penjualan produk olahan mangrove,” ungkap Samsudin.

Komitmen masyarakat tidak berhenti pada kegiatan penanaman. KTH Mutiara Hijau I juga secara mandiri menyiapkan bibit untuk mengganti tanaman yang tidak tumbuh optimal sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan hutan mangrove.

Kisah Pasir Sakti menjadi contoh bahwa pemulihan lingkungan tidak hanya mampu mengembalikan fungsi ekosistem pesisir, tetapi juga menciptakan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara warga dan PTBA, kawasan yang dahulu terancam hilang akibat abrasi kini berubah menjadi hutan mangrove yang melindungi garis pantai sekaligus menghadirkan harapan baru bagi kehidupan masyarakat pesisir dan generasi mendatang.(srv)

Tags: Bukit AsamKelompok Tani HutanKTH Mutiara Hijau IPesisir Pasir SaktiPTBATanam Mangrove

Berita Terkait.

Mapala UI Jelajah Timur Indonesia, Dorong Ekonomi Desa dan Wisata Dirgantara di Maluku
Nusantara

Mapala UI Jelajah Timur Indonesia, Dorong Ekonomi Desa dan Wisata Dirgantara di Maluku

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:26
Mendikdasmen: Hasil TKA Jangan Sekadar Jadi Angka, Harus Jadi Bahan Perbaikan Pembelajaran
Nusantara

Bea Cukai dan Pemda Tingkatkan Sinergi Pemberantasan Rokok Ilegal

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:06
Mendikdasmen: Hasil TKA Jangan Sekadar Jadi Angka, Harus Jadi Bahan Perbaikan Pembelajaran
Nusantara

Bea Cukai Dekatkan Layanan dengan Pelaku Usaha, Dorong Kelancaran Ekspor dari Belawan dan Tangerang

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:05
Sidang Tahunan Makin Dekat, Gladi Bersih dan Rekayasa Lalu Lintas Dimatangkan
Nusantara

Usai MIN 5 Pidie Jaya ‘Lenyap’ Diterjang Banjir, Menag Siapkan Gedung Rp12,3 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:51
Komunikasi Jadi Kunci, Pimpinan Lembaga Negara Diminta Tak Berjarak
Nusantara

Musnahkan 1,3 Ton Ketamin Hasil Penindakan di Perairan Kepri, Bea Cukai dan Aparat Gabungan Selamatkan 6,68 Juta Jiwa

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:02
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3 Moge dan Suku Cadang Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar di Aceh
Nusantara

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3 Moge dan Suku Cadang Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar di Aceh

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:33

BERITA POPULER

  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2209 shares
    Share 884 Tweet 552
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2466 shares
    Share 986 Tweet 617
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1280 shares
    Share 512 Tweet 320
  • Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1120 shares
    Share 448 Tweet 280
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1380 shares
    Share 552 Tweet 345
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.