INDOPOSCO.ID – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) membuka babak baru dalam upaya memperkuat pasokan energi nasional dengan mengoptimalkan potensi gas bumi yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Melalui strategi pemanfaatan stranded gas, perusahaan menargetkan tambahan suplai dari Lapangan Sengeti sebagai bagian dari penguatan jaringan distribusi gas domestik.
Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN melihat sumber daya yang sebelumnya dianggap kurang ekonomis justru dapat menjadi solusi untuk menjawab tantangan kebutuhan energi di masa depan. Potensi pasokan dari Lapangan Sengeti diperkirakan mencapai sekitar 5 juta standar kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD) dan akan diintegrasikan ke dalam infrastruktur gas yang telah dimiliki perusahaan.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, aliran gas dari lapangan tersebut diproyeksikan mulai tersedia pada kuartal IV tahun 2028. Tambahan pasokan ini disiapkan untuk mendukung kebutuhan pelanggan industri sekaligus sektor pembangkit listrik yang terus meningkat.
Tak hanya memperkuat keamanan pasokan energi, inisiatif tersebut juga diyakini mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih luas. Pemanfaatan cadangan gas yang sebelumnya belum tergarap berpotensi meningkatkan penerimaan negara, mendorong pengembangan lapangan migas, hingga memperkuat pemanfaatan sumber daya domestik.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan pengembangan stranded gas menjadi salah satu strategi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan pasokan gas bumi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor energi.
“Pemanfaatan stranded gas adalah salah satu strategi PGN dalam upaya menyediakan pasokan gas bumi bagi seluruh pelanggan domestik di tengah tantangan. Gas dari Lapangan Sengeti akan menambah pasokan gas pipa, PGN memastikan kesiapan infrastruktur maupun komersial sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku,” kata Fajriyah dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, gas dari Lapangan Sengeti nantinya akan menjadi tambahan penting bagi sistem distribusi gas pipa PGN. Perusahaan juga memastikan kesiapan infrastruktur maupun aspek komersial telah dipersiapkan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.
Lebih lanjut, Fajriyah menilai proyek ini tidak hanya memperkuat sisi pasokan, tetapi juga membuka peluang pengembangan bisnis melalui aktivitas pengolahan (processing) gas di lapangan tersebut, sehingga menciptakan nilai tambah bagi perusahaan.
PGN berharap keberhasilan pemanfaatan Lapangan Sengeti dapat menjadi contoh optimalisasi potensi energi nasional yang selama ini belum tergarap. Langkah ini diharapkan turut mendukung target peningkatan lifting gas bumi nasional sekaligus memperkuat iklim investasi dan kegiatan eksplorasi di sektor hulu migas.
“PGN berkomitmen dalam mendapatkan multisource gas bumi untuk menjaga keandalan pasokan dengan tetap mengoptimalkan sumber daya dari domestik. Lapangan Sengeti menjadi wujud kolaborasi yang sinergis dengan dukungan dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan lainnya demi memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia,” tutupnya. (srv)

















