INDOPOSCO.ID – Target pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,5 persen pada 2027 mendapat sorotan dari DPD RI. Lembaga tersebut mengingatkan bahwa capaian ekonomi yang tinggi tidak akan banyak berarti jika manfaatnya belum dirasakan masyarakat di daerah.
Dalam pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027, Komite IV DPD RI menilai ambisi pemerintah mengejar pertumbuhan 5,8–6,5 persen harus dibarengi pemerataan hasil pembangunan.
Wakil Ketua Komite IV DPD RI, Novita Annakota, mengatakan target pertumbuhan ekonomi 6,5 persen tersebut merupakan sasaran yang optimistis, namun sekaligus menjadi ujian bagi efektivitas pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat dan daerah.
“Daerah jangan hanya menjadi lokasi proyek hilirisasi dan industrialisasi, tetapi juga menikmati nilai tambahnya,” ungkap Novita di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, penyusunan KEM-PPKF 2027 berlangsung di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, hingga gejolak harga energi dan pangan yang berpotensi memengaruhi ekonomi nasional.
“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus dirasakan hingga ke daerah. Jangan sampai daerah hanya menjadi objek, sementara manfaat pembangunan tidak merata,” ujar Novita.
Komite IV DPD RI juga menyoroti paradoks pertumbuhan ekonomi Indonesia. Meski ekonomi nasional dalam beberapa tahun terakhir tumbuh rata-rata sekitar 5 persen, penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan dinilai belum berjalan seimbang.
“Bahkan, kelompok kelas menengah disebut mengalami penyusutan,” katanya. (nas)

















