INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menandai puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2026 dengan menanam 500 bibit mangrove di Pantai Lamaru, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 13 Juni 2026. Bibit yang ditanam terdiri atas jenis Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata, sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung penyerapan emisi karbon.
Pemilihan mangrove bukan tanpa alasan. Selain efektif menahan abrasi pantai, vegetasi pesisir ini memiliki kemampuan menyerap karbon dalam jumlah besar sehingga berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim dan pelestarian lingkungan.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan bahwa aspek lingkungan menjadi fondasi penting dalam kegiatan operasi hulu migas yang berkelanjutan.
“Peringatan HLH 2026 merupakan momentum yang penting bagi kita semua untuk kembali mengingat bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari pencapaian operasional dan bisnis, tetapi juga dari bagaimana kita mampu menjalankan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan,” jelas Setyo dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).
Tak hanya penanaman mangrove, PHM juga menggelar workshop mengenai transisi energi, dekarbonisasi, dan pemanfaatan biomassa sebagai energi alternatif dengan menghadirkan praktisi pengelolaan sampah dan energi terbarukan, Arief Noerhidayat.
HSSE Manager Operations PHM, RS. Kinoturangga Nitikoesoemo, mengatakan aksi di Pantai Lamaru menjadi penutup dari rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup yang telah berlangsung di seluruh wilayah operasi perusahaan.
“Semangat dan rasa tanggung jawab pekerja PHM untuk turut serta menjaga dan melestarikan lingkungan, diwujudkan melalui berbagai kegiatan lingkungan yang dilaksanakan di seluruh area operasi PHM, meliputi lomba housekeeping dan decluttering, penanaman, program edukasi melalui talkshow dan sharing session, kunjungan edukatif, serta peluncuran program pengelolaan limbah berbasis masyarakat,” ujar Kino.
Sepanjang peringatan HLH 2026, PHM menggelar beragam program, mulai dari edukasi lingkungan, inovasi pengelolaan limbah, penanaman pohon buah dan mangrove, hingga pemberdayaan masyarakat di Balikpapan dan lapangan operasional lainnya.
Di South Processing Unit (SPU), perusahaan memberikan edukasi perubahan iklim kepada peserta Program Sarjana Pesisir dari Sekolah Negeri Terapung Desa Sepatin. Sementara di Central Processing Unit (CPU), digelar workshop hidroponik, penanaman pohon buah, dan donasi barang layak pakai untuk masyarakat sekitar.
Komitmen serupa juga diwujudkan di North Processing Unit (NPU) melalui penanaman 300 bibit mangrove bersama warga Desa Tani Baru, Kecamatan Anggana. Adapun Lapangan Senipah Peciko South Mahakam (SPS) meluncurkan Program Solusi Energi Lestari (SERASI) yang mengolah limbah ranting dan dedaunan menjadi pelet biomassa sebagai sumber energi alternatif.
Di Handil Central Processing Area (HCA), sekitar 180 pekerja dan warga Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, terlibat dalam kegiatan gotong royong dan pelatihan pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.(her)

















