INDOPOSCO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di tengah musim kemarau. Sedikitnya empat hektare lahan ilalang di kawasan Perbukitan Batu Kodok, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, ludes dilalap api.
Kawasan perbukitan dengan vegetasi ilalang yang kering membuat kobaran api cepat merambat ke sejumlah titik sebelum akhirnya berhasil dikendalikan petugas. Beruntung, insiden karhutla tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun warga terdampak.
Namun, kejadian karhutla ini kembali menjadi pengingat tingginya ancaman kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau di Jawa Timur. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menjelaskan, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Berdasarkan pendataan sementara, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar empat hektare.
“Setelah menerima laporan, BPBD Kabupaten Situbondo langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan asesmen di lokasi,” ujar Muhari dalam keterangan, Senin (22/6/2026).
Langkah cepat tersebut, menurutnya, dilakukan untuk memastikan luas wilayah terdampak sekaligus mencegah api merembet ke area lain yang berpotensi memperparah kerusakan lingkungan.
“Api berhasil dipadamkan petugas dan kondisi di lokasi dinyatakan terkendali,” ungkapnya.
Ia menambahkan, peristiwa ini terjadi saat Provinsi Jawa Timur masih berstatus Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026.
“Status siaga darurat tersebut berlaku sejak 26 Mei hingga 6 Oktober 2026 sebagai langkah antisipasi meningkatnya potensi karhutla selama musim kemarau,” terangnya.
Ia mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat upaya mitigasi sesuai karakteristik risiko di masing-masing wilayah. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran agar dapat ditangani sejak dini. (nas)

















