INDOPOSCO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki fase evaluasi dan pembenahan menyeluruh. Badan Gizi Nasional (BGN) disebut tengah melakukan audit terhadap dapur-dapur penyedia makanan, memperbaiki tata kelola, serta mengubah skema insentif guna meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas program.
Anggota DPR RI, Andre Rosiade, mengapresiasi langkah evaluasi yang dilakukan BGN. Menurutnya, berbagai pembenahan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan program unggulan Presiden berjalan tepat sasaran, transparan, dan bebas dari potensi kebocoran anggaran.
“Kalau menurut kami, dapur ini sudah memiliki standar SOP yang ditetapkan oleh BGN. Kami juga mendengar bahwa berbagai pembenahan dan program perbaikan sudah dilakukan,” ujar Andre usai meninjau salah satu dapur MBG di Pekanbaru, dikutip dari laman DPR RI, Sabtu (20/6/2026).
Dari hasil peninjauan lapangan, Andre menilai sejumlah dapur MBG telah menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan BGN dan mulai menerapkan kebijakan-kebijakan baru hasil evaluasi internal.
Salah satu perubahan yang diterapkan adalah penghentian sementara operasional dapur selama masa libur sekolah. Kebijakan tersebut membuat distribusi makanan kepada siswa maupun kelompok penerima manfaat lainnya dihentikan sementara hingga kegiatan belajar kembali berlangsung.
Tak hanya itu, BGN juga merombak mekanisme insentif bagi pengelola dapur. Jika sebelumnya terdapat insentif tetap selama masa libur sekolah, kini skema tersebut dihapus. Pemberian insentif selanjutnya akan disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani masing-masing dapur.
Menurut Andre, langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat tata kelola program sekaligus memastikan penggunaan anggaran lebih efisien dan terukur.
“BGN terus melakukan perbaikan agar program ini berjalan semakin baik. Pengawasan diperketat dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh dapur mematuhi SOP yang telah ditetapkan,” katanya.
Ia mengungkapkan, selama masa libur sekolah BGN juga akan melakukan audit menyeluruh terhadap dapur-dapur MBG di berbagai daerah. Audit tersebut bertujuan memastikan kualitas layanan, kepatuhan terhadap standar operasional, serta mengidentifikasi potensi persoalan yang perlu segera dibenahi.
Selain fokus pada pengawasan, BGN saat ini juga melakukan penyesuaian prioritas pelaksanaan program dengan memusatkan perhatian pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).
Andre menilai langkah tersebut penting untuk memperkuat upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting sekaligus memastikan manfaat program dapat dirasakan kelompok yang paling membutuhkan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa BGN juga tengah melakukan audit dan investigasi terhadap sejumlah dapur yang diduga bermasalah. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat akuntabilitas dan mencegah potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program.
“Ini menunjukkan pemerintah Presiden Prabowo mendengarkan aspirasi publik. Karena itu dilakukan evaluasi dan perbaikan besar-besaran agar ke depan tidak ada lagi kebocoran, program lebih tepat sasaran, dan tata kelolanya lebih transparan,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Andre mengaku sengaja membandingkan kondisi dapur MBG di Pekanbaru dengan sejumlah dapur yang sebelumnya ia kunjungi di Sumatera Barat. Sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat, ia mengaku telah menerima banyak masukan dari siswa maupun orang tua penerima manfaat program.
Dari berbagai kunjungan lapangan yang dilakukan, Andre menyimpulkan bahwa mayoritas masyarakat masih menginginkan Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan dengan berbagai perbaikan yang diperlukan.
“Kita ingin mendengarkan suara masyarakat dan melihat kondisi di lapangan. Jangan sampai realita berbeda dengan persepsi atau opini yang berkembang. Yang saya temukan, masyarakat memang menginginkan MBG ini dilanjutkan,” pungkasnya.(dil)
















