INDOPOSCO.ID – Universitas Darunnajah kembali menorehkan langkah penting dalam perjalanan pengembangan pendidikan tinggi Islam. Pada Selasa (18/8/2026) atau bertepatan dengan 5 Rabiul Awal 1448 H, Universitas Darunnajah menyelenggarakan Seminar Nasional dan Grand Launching Program Doktor (S3) Manajemen Pendidikan Islam Konsentrasi Manajemen Pesantren.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Universitas Darunnajah tersebut mengusung tema “Era Baru Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045”. Momentum ini sekaligus dirangkai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pendirian Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam Konsentrasi Manajemen Pesantren.
Penyerahan SK sekaligus grand launching program doktor tersebut menjadi tonggak baru bagi Universitas Darunnajah dalam memperluas kiprah pendidikan tinggi berbasis pesantren. Hadir sebagai narasumber utama dalam seminar nasional sekaligus pihak yang menyerahkan SK adalah Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., Wakil Menteri Agama Republik Indonesia.
Kehadiran Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam dengan konsentrasi Manajemen Pesantren menjadi langkah strategis Universitas Darunnajah dalam memperkuat tradisi keilmuan pesantren melalui pendidikan tinggi. Program ini diharapkan menjadi ruang akademik bagi pengembangan gagasan, penelitian, dan inovasi dalam pengelolaan pesantren di tengah perubahan zaman.
Tema “Era Baru Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045” juga menjadi refleksi atas posisi pesantren dalam menghadapi tantangan masa depan. Pesantren memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu dan nilai keislaman, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dinamika masyarakat.
Melalui konsentrasi Manajemen Pesantren, Universitas Darunnajah membuka ruang yang lebih luas bagi lahirnya kajian-kajian akademik mengenai kepemimpinan, tata kelola kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, sistem pendidikan, serta inovasi manajemen pesantren.
Program doktor ini sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar Universitas Darunnajah untuk menjadikan pesantren sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu dan pemikiran pendidikan Islam. Tradisi keilmuan yang telah tumbuh di lingkungan pesantren diharapkan dapat terus dikembangkan melalui riset akademik yang mendalam dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Grand launching ini menjadi penanda bahwa perjalanan Universitas Darunnajah tidak berhenti pada pengembangan pendidikan dasar dan menengah berbasis pesantren, tetapi terus berlanjut hingga jenjang pendidikan doktoral.
Dengan hadirnya Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam Konsentrasi Manajemen Pesantren, Universitas Darunnajah berharap dapat berkontribusi lebih luas dalam menyiapkan akademisi, peneliti, pemimpin, dan pengelola pesantren yang mampu membawa lembaga pendidikan Islam menuju masa depan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Universitas Darunnajah untuk terus menjaga akar tradisi pesantren sekaligus menjawab tuntutan pendidikan masa depan.
Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Pesantren sekaligus Presiden Universitas Darunnajah, K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.BA., menyampaikan bahwa lahirnya program doktor tersebut berangkat dari sebuah pertanyaan mendasar mengenai ilmu yang selama ini menjadi fondasi pengelolaan pesantren.
Menurutnya, pesantren telah membuktikan kemampuan untuk bertahan dan berkembang lintas generasi, bahkan tanpa bergantung pada anggaran negara maupun konsultan manajemen modern. Namun, pengetahuan mengenai bagaimana pesantren dikelola selama ini lebih banyak tersimpan dalam praktik, keteladanan, dan pengalaman para kiai.
“Dengan ilmu apa sebenarnya pesantren selama ini dikelola?” menjadi salah satu pertanyaan yang mengantarkan lahirnya gagasan Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam Konsentrasi Manajemen Pesantren.
K.H. Hadiyanto Arief menjelaskan bahwa banyak ilmu kepemimpinan dan pengelolaan pesantren yang belum terdokumentasikan secara sistematis. Pengetahuan tersebut sering kali diwariskan melalui keteladanan dan pengalaman langsung antara kiai dan generasi penerus. Ketika seorang kiai wafat, tidak jarang sebagian pengetahuan dan pengalaman kepemimpinannya ikut hilang.
Karena itu, kehadiran program doktor ini diharapkan menjadi ikhtiar untuk mengangkat pengetahuan yang selama ini tersimpan dalam praktik menjadi pengetahuan yang dapat dikaji, diteliti, dituliskan, diajarkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Meski membawa semangat “era baru”, K.H. Hadiyanto Arief menegaskan bahwa pembaruan dalam manajemen pesantren tidak berarti mengubah jati diri pesantren. Nilai-nilai pokok atau tsawabit, seperti keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, dan kepatuhan kepada guru, tetap menjadi pondasi utama.
Adapun yang terus berkembang adalah instrumen dan tata kelola yang digunakan untuk menjawab kebutuhan zaman. Dengan demikian, modernisasi manajemen diharapkan berjalan seiring dengan terjaganya nilai dan tradisi yang telah menjadi karakter pesantren.
Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam Konsentrasi Manajemen Pesantren juga diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan nyata yang dihadapi pesantren di Indonesia. Di antara persoalan tersebut ialah keberlanjutan kepemimpinan dan suksesi, pengelolaan wakaf produktif, serta keberlanjutan pembiayaan dan pengembangan kelembagaan.
Melalui penelitian yang lahir dari program doktor tersebut, Universitas Darunnajah berharap dapat menghadirkan gagasan dan solusi yang tidak hanya berhenti pada ruang akademik, tetapi juga memberikan manfaat bagi penguatan manajemen dan keberlanjutan pesantren di berbagai daerah.
Seminar Nasional dan Grand Launching ini turut dihadiri jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Dewan Nazhir Wakaf Darunnajah, para pimpinan pesantren dari berbagai daerah, akademisi, serta civitas akademika Universitas Darunnajah.
Peluncuran Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam Konsentrasi Manajemen Pesantren menjadi langkah baru Universitas Darunnajah dalam memperluas kontribusinya bagi dunia pesantren. Dari tradisi yang telah mengakar, lahir ikhtiar untuk menghadirkan kajian ilmiah yang dapat menjawab tantangan pengelolaan pesantren di masa mendatang.
Dengan semangat “Rooted in Tradition, Leading in Education”, Universitas Darunnajah meneguhkan langkahnya untuk menjadikan tradisi pesantren sebagai pijakan dalam melahirkan gagasan dan kepemimpinan pendidikan Islam yang relevan bagi Indonesia menuju 2045.(srv)























