INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua Umum Partai Golongan karya (Golkar) Ahmad Doli Kurnia Tandjung menilai pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menegaskan posisi Presiden Prabowo Subianto sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan merupakan pesan penting untuk meredam berbagai spekulasi politik yang berkembang belakangan ini.
Menurut Doli, penegasan tersebut sekaligus menjawab berbagai upaya yang mencoba membangun narasi adanya “dua matahari” dalam pemerintahan dan mengesankan adanya dualisme kepemimpinan antara Jokowi dan Prabowo.
“Pesan yang disampaikan Pak Jokowi itu sebenarnya lebih pada penegasan bahwa saat ini Presiden yang bertindak sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan adalah Pak Prabowo. Hal itu untuk menjawab adanya anasir-anasir ‘dua matahari’ yang selama ini coba dikembangkan untuk mengadu domba antara Solo dan Hambalang. Jadi menurut saya pernyataan penegasan itu bagus dan memang seharusnya begitu,” katanya.
Doli menegaskan, setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 usai, seluruh elemen bangsa semestinya memberikan ruang bagi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk bekerja dan menjalankan program-program yang telah dijanjikan kepada rakyat.
Ia menilai fokus utama saat ini bukan membahas kontestasi politik berikutnya, melainkan memastikan agenda pembangunan dan program prioritas pemerintah dapat berjalan dengan baik hingga akhir masa jabatan.
“Kedua, penegasan bahwa kita semua harus mengawal dan menyukseskan jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran sampai selesai,” ujar Doli.
Ia juga mengingatkan agar ruang publik tidak terlalu dini disibukkan dengan pembahasan Pilpres 2029 yang menurutnya masih jauh. Menurut dia, pembicaraan politik jangka panjang justru berpotensi mengganggu konsentrasi pemerintah dalam menjalankan program-program strategis.
“Relevan dengan itu, saya kira kita harus fokus pada upaya menyukseskan seluruh agenda dan program pemerintah. Konsentrasi kita jangan diinterupsi dengan agenda politik 2029 yang masih jauh. Urusan Pilpres ada saatnya nanti menjelang 2029 kita bahas. Bila seluruh program pemerintah delivered, InsyaAllah kita tidak akan mengalami kesulitan menghadapi Pilpres,” katanya.
Sebagai partai pendukung utama pemerintahan, Doli menegaskan sikap Partai Golkar tetap konsisten berada di garis depan dalam mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurutnya, keberhasilan pemerintahan saat ini akan menjadi modal politik penting untuk melanjutkan kepemimpinan Prabowo pada periode berikutnya.
“Sikap Partai Golkar sudah jelas, kami akan berada di depan mengawal dan menyukseskan pemerintahan Prabowo-Gibran. Karena kami yakin dengan suksesnya pemerintahan ini, kita akan mudah melanjutkan kembali kepemimpinan Pak Prabowo untuk periode kedua, yang sudah kami putuskan dalam Rapimnas Partai Golkar,” tegasnya.
Terkait kemungkinan pasangan Prabowo pada Pilpres 2029, Doli menyatakan Golkar menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Prabowo sebagai calon yang akan diusung partai. Meski demikian, ia berharap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tetap dapat melanjutkan kebersamaan politik dengan Prabowo.
“Soal wakilnya, pada saatnya nanti akan kami serahkan sepenuhnya kepada Pak Prabowo, walaupun kami berharap Pak Gibran bisa tetap bersama,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan sikap Golkar yang ingin menjaga stabilitas politik nasional dengan menempatkan keberhasilan pemerintahan Prabowo-Gibran sebagai prioritas utama, sembari menunda berbagai manuver politik menuju Pemilu 2029 yang masih beberapa tahun lagi. (rmn)
















