• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Minapadi Salin sebagai Pengembangan Padi Biosalin, PGN-BRIN Tingkatkan Produktivitas dan Nilai Ekonomi Pesisir Batang

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38
in Ekonomi
Menanam

Sejumlah pejabat dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Pemerintah Kabupaten Batang melakukan penanaman perdana padi biosalin dalam peluncuran program Minapadi Salin di kawasan pesisir Pantai Sicepit, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. Foto: Dokumen PGN

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Pemerintah Kabupaten Batang meluncurkan Program Minapadi Salin di Kawasan Pantai Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang. Program yang dijalankan melalui corporate social responsibility (CSR) PGN ini menjadi upaya kolaboratif untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan lahan salin yang produktif dan berkelanjutan.

Program ini sebelumnya telah diterapkan di wilayah pesisir utara Semarang yaitu Mangunharjo, lalu juga di Kabupaten Jepara berupa Padi Biosalin. Dan di Batang kali ini merupakan pengembangan dengan pendekatan yang lebih terintegrasi. Untuk di Semarang, dari awal program seluas 20 Hektare, saat ini pengembangan lahan sudah mencapai lebih dari 115 Hektare. Adapun di Jepara, realisasi panennya mencapai 22 hektare dari target 20 hektare dengan capaian ekonomi sekitar Rp1,23 miliar. Jika dikalikan keseluruhan nilai ekonomi yang sudah berjalan pada program Padi Biosalin adalah sekitar Rp 7,66 miliar.

BacaJuga:

UMKM Berbasis Budaya Jadi Andalan, Pemerintah Soroti Potensi Besar Kalimantan Timur

Pansus DPR: RUU Desain Industri Tak Hanya Lindungi Karya, Tapi Juga Dorong Akses Pembiayaan UMKM

Penyesuaian Harga Pertamax Hanya Separuh Selisih Pasar, Ini Penjelasan Pertamina

Pada pelaksanaan di Kabupaten Batang, Program Minapadi Salin tidak hanya mengintegrasikan budidaya padi biosalin, tetapi juga dikembangkan dengan komoditas ikan nila salin, serta rumput laut sebagai sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat pesisir. Peluncuran Program Minapadi Salin di Kabupaten Batang ini dihadiri oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN RI Dr. Yopi, M.Si., serta Deputi Bidang Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI Dandy Satria Iswara, S.IP., M.Si.

Sebagai simbol dimulainya implementasi program, dilakukan pelepasan 10.000 benih ikan nila salin yang dilanjutkan dengan penyerahan dan penanaman benih padi biosalin bersama para petani. Program ini dijalankan di lahan seluas 32,26 hektare yang dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sido Barokah Mulyo, Poktan Intani, dan Poktan Dewi Sri VI.

Sementara komoditas rumput laut yang dibudidayakan dalam program ini adalah Gracilaria verrucosa, yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta adaptif terhadap kondisi perairan pesisir bersalinitas. Dalam tahap awal, penebaran dilakukan menggunakan bibit rumput laut sebanyak sekitar 30 kilogram.

Panen perdana ditargetkan dapat dilakukan dalam waktu kurang lebih tiga bulan sejak penanaman, dengan potensi produktivitas mencapai hingga 5 kilogram hasil panen untuk setiap 1 kilogram bibit yang ditebar. Setelah panen awal, budidaya rumput laut direncanakan dapat dilanjutkan dengan pola panen berkelanjutan secara bertahap setiap 3–4 minggu, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendukung pendapatan masyarakat secara berkesinambungan.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengatakan program ini menjadi langkah strategis dalam memanfaatkan lahan salin yang selama ini kurang produktif menjadi kawasan pertanian dan perikanan bernilai ekonomi. “Kami mengapresiasi kolaborasi antara PGN, BRIN, dan berbagai pihak dalam menghadirkan Program Minapadi Salin di Kabupaten Batang. Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan lahan salin yang lebih produktif,” ujar Faiz.

Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN RI Dr. Yopi, M.Si., mengatakan bahwa Program Minapadi Salin menunjukkan bahwa hasil riset dapat diimplementasikan secara nyata untuk menjawab tantangan di lapangan, khususnya pada lahan pesisir dengan tingkat salinitas tinggi. Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya memulihkan produktivitas lahan, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi kawasan.

“BRIN tidak ingin hasil riset hanya berhenti di laboratorium, tetapi harus hadir di tengah masyarakat dan menjadi solusi nyata bagi persoalan daerah,” kata Yopi.

Sementara itu Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menyatakan bahwa sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN tidak hanya berfokus pada penyediaan energi, tetapi juga berkomitmen menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan budidaya padi biosalin di lahan terdampak salinitas di wilayah pesisir yang dipadukan dengan pemeliharaan ikan nila salin dalam satu hamparan lahan, serta diperkuat dengan budidaya rumput laut diharapkan dapat menjadi komoditas alternatif bernilai ekonomi.

“Program Minapadi Salin merupakan wujud nyata komitmen tersebut, dengan mengintegrasikan inovasi pertanian dan perikanan, termasuk pengembangan komoditas rumput laut, untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Fajriyah.

Dengan dukungan teknologi pertanian berbasis riset yang dikembangkan BRIN, program ini menargetkan produktivitas padi mencapai 6-7 ton per hektare. Sementara itu, benih ikan nila salin diharapkan menghasilkan panen dengan bobot rata-rata sekitar 300 gram per ekor. Adapun budidaya rumput laut diharapkan dapat memberikan tambahan pendapatan melalui pola panen berkelanjutan yang relatif singkat.

Ke depan, program ini juga akan diperkuat dengan penanaman mangrove di kawasan pesisir sekitar lokasi budidaya sebagai upaya mitigasi abrasi pantai sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

“Kami ingin memastikan bahwa manfaat program ini tidak hanya dirasakan pada saat panen, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat. Dengan pendekatan terintegrasi antara pertanian, perikanan, dan pelestarian ekosistem pesisir, kami berharap tercipta keseimbangan antara peningkatan produktivitas, penguatan ekonomi masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan,” tutup Fajriyah.(ibs)

Tags: BRINMinapadi SalinPadi BiosalinPGN

Berita Terkait.

anwar
Ekonomi

UMKM Berbasis Budaya Jadi Andalan, Pemerintah Soroti Potensi Besar Kalimantan Timur

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:28
pansus
Ekonomi

Pansus DPR: RUU Desain Industri Tak Hanya Lindungi Karya, Tapi Juga Dorong Akses Pembiayaan UMKM

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:18
pertamina
Ekonomi

Penyesuaian Harga Pertamax Hanya Separuh Selisih Pasar, Ini Penjelasan Pertamina

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:08
siemens
Ekonomi

Siemens Gaspol Transformasi Industri, STS26 Jadi Motor Digitalisasi dan Transisi Energi Indonesia

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:40
salma
Ekonomi

Pentingnya Menjaga Kualitas Pelumas untuk Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:27
bc3
Ekonomi

Dorong Daya Saing Furnitur Jepara, Bea Cukai Terbitkan Izin Fasilitas KITE untuk PT Furnindo International

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7130 shares
    Share 2852 Tweet 1783
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1776 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1043 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1107 shares
    Share 443 Tweet 277
ronaldo
Piala Dunia 2026

Piala Dunia: Ronaldo Buka Suara Usai ‘Menghilang’ di Laga Portugal vs Kongo

Editor Dilianto
Kamis, 18 Juni 2026 - 14:13

INDOPOSCO.ID - Mega bintang Timnas Portugal Cristiano Ronaldo merasa tidak puas dengan hasil imbang melawan Republik Demokratik (RD) Kongo pada...

SelengkapnyaDetails
tuchel

Tuchel Ungkap Rahasia Inggris Bangkit dan Tekuk Kroasia 4-2

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:11
Ronaldo

Portugal Diimbangi Kongo, Roberto Martinez Soroti Tumpulnya Lini Serang

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:40
Kane

Inggris Libas Kroasia, Ghana Tersenyum di Ujung Laga

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:49
Ronaldo

Unggul Cepat, Portugal Tampil Bak Debutan dan Gagal Jinakkan RD Kongo

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:29
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.