INDOPOSCO.ID – Di tengah menjamurnya camilan kekinian, satu panganan tradisional asal Betawi justru terus menunjukkan eksistensinya. Rengginang Betawi Bang Zai, hasil karya UMKM lokal, berhasil mempertahankan daya tariknya dengan cita rasa autentik yang dipadukan dengan komitmen menjaga kualitas produk.
Di balik usaha tersebut, Zainuddin memiliki tekad sederhana namun kuat, yakni memastikan kuliner khas Betawi tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Baginya, rengginang bukan hanya makanan ringan, melainkan bagian dari warisan budaya yang layak diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Alhamdulillah, respons masyarakat sangat baik. Rengginang Betawi Bang Zai tidak hanya disukai warga biasa, tetapi juga banyak pejabat yang pernah mencicipinya. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas produk,” kata Zainuddin kepada INDOPOSCO, Rabu (17/6/2026).
Upaya memperkenalkan produk pun dilakukan secara konsisten melalui berbagai pameran kuliner dan agenda promosi UMKM di Jakarta. Kehadiran dalam beragam kegiatan tersebut membuka peluang lebih luas bagi Rengginang Betawi Bang Zai untuk dikenal masyarakat dari berbagai kalangan.
Salah satu pengalaman yang paling membekas bagi Zainuddin terjadi ketika produknya mendapat kesempatan dinikmati oleh Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin. Menurutnya, perhatian terhadap produk-produk lokal menjadi suntikan semangat bagi pelaku UMKM agar terus berinovasi dan mampu bersaing di tengah dinamika pasar.
Antusiasme terhadap Rengginang Betawi Bang Zai kembali terlihat dalam Rapat Kerja Badan Musyawarah (Bamus) Betawi Tahun 2026. Pada kegiatan yang dihadiri Ketua DPRD DKI Jakarta bersama Ketua Umum Bamus Betawi Riano P Ahmad tersebut, rengginang produksi Bang Zai menjadi salah satu sajian yang paling banyak diburu para peserta.
“Banyak yang datang kembali untuk mengambil rengginang. Bahkan beberapa peserta menanyakan langsung lokasi produksi dan cara pemesanannya. Bagi kami, itu menjadi bukti bahwa makanan tradisional Betawi masih sangat diminati,” jelas Zainuddin.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat menjadi sinyal positif bahwa kuliner tradisional masih memiliki ruang di tengah persaingan produk modern. Ia pun berharap semakin banyak pihak yang memberikan dukungan kepada pelaku UMKM agar terus berkembang sekaligus menjaga kekayaan budaya daerah.
“Dukungan terhadap panganan tradisional bukan hanya membantu perekonomian pelaku usaha kecil, tetapi juga menjaga warisan budaya Betawi agar tetap hidup dan dikenal lintas generasi,” tambahnya. (her)











