INDOPOSCO.ID – Aktris Korea Selatan Go Ah Sung mengungkapkan bahwa aktris yang telah menikah masih menghadapi diskriminasi di industri hiburan. Bahkan, menurutnya, beberapa aktris bisa tersingkir sejak tahap casting hanya karena status pernikahan mereka.
Go Ah Sung membahas isu tersebut dalam sebuah program YouTube yang mengangkat tantangan yang dihadapi perempuan pekerja di Korea Selatan.
Meski belum pernah mengalaminya secara langsung karena masih lajang, Go Ah Sung mengaku sering mendengar cerita dari orang-orang yang bekerja di industri hiburan mengenai perlakuan tersebut.
“Saya belum mengalaminya secara pribadi karena masih belum menikah. Namun ketika mendengar langsung dari orang-orang di industri ini, ada kasus seseorang dicoret hanya karena sudah menikah atau karena orang berasumsi, ‘Bukankah dia sudah menikah?’ Bias terhadap aktris perempuan sangat parah,” ungkapnya.
Pernyataan itu muncul di tengah sorotan terhadap sejumlah aktris yang mengalami kesulitan mempertahankan karier setelah menikah atau memiliki anak. Meski ada beberapa pengecualian, seperti aktris Son Ye Jin yang berhasil kembali ke layar kaca setelah menikah dengan Hyun Bin, tidak semua aktris mendapatkan kesempatan yang sama.
Dalam program tersebut, tamu lain juga membagikan pengalaman mengenai diskriminasi di tempat kerja. YouTuber Charles Enter mengingat saat dirinya ditanya mengenai kehidupan pribadinya saat wawancara kerja.
“Saya ditanya apakah punya pacar. Saya menjawab tidak. Lalu pewawancara bertanya apakah ada kemungkinan saya punya pacar di masa depan. Ketika saya menjawab tidak, mereka berkata, ‘Kalau begitu sepertinya kamu tidak akan punya anak.’ Rasanya sangat aneh,” ujarnya seperti dikutip koreaboo.com.
Go Ah Sung menilai prasangka terhadap perempuan di dunia kerja, khususnya aktris yang telah menikah, masih menjadi masalah serius yang perlu mendapat perhatian lebih.
Sebelumnya, sejumlah aktris Korea juga pernah mengungkapkan bahwa pernikahan maupun memiliki anak dapat menjadi risiko besar bagi karier mereka. Kondisi tersebut memicu perdebatan mengenai perlunya perubahan budaya kerja yang lebih adil bagi perempuan di industri hiburan. (mg151)











