INDOPOSCO.ID – Upaya meningkatkan produksi migas nasional kembali mencatat kemajuan penting. PC Ketapang II Ltd. (PCK2L), anak perusahaan Searah Limited, resmi memulai tahap fabrikasi fasilitas produksi Lapangan Bukit Panjang melalui seremoni First Steel Cutting yang digelar di Meitech Korindo Yard, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Rabu (17/6/2026).
Seremoni tersebut menandai dimulainya pembangunan fasilitas produksi untuk proyek pengembangan Lapangan Bukit Panjang yang berada di Wilayah Kerja Ketapang, lepas pantai Jawa Timur. Tahap ini menjadi tonggak penting setelah proyek memperoleh persetujuan Keputusan Investasi Akhir (Final Investment Decision/FID) pada April 2026.
Acara tersebut dihadiri Deputi Eksploitasi SKK Migas Surya Widyantoro beserta jajaran, manajemen PT Meindo Elang Indah sebagai pelaksana kontrak Engineering, Procurement, Construction, Installation and Commissioning (EPCIC), serta sejumlah pemangku kepentingan industri migas.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan dimulainya fabrikasi fasilitas produksi menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak dalam mempercepat pengembangan sumber daya migas nasional.
“Pencapaian FID dan dimulainya kegiatan fabrikasi untuk Lapangan Bukit Panjang menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi sektor hulu migas Indonesia. SKK Migas akan terus mendukung pelaksanaan proyek strategis seperti ini agar dapat berjalan dengan aman, tepat waktu, dan memberikan kontribusi optimal bagi pencapaian target produksi nasional,” ujar Djoko dalam pernyataan terpisah.
Menurutnya, percepatan pengerjaan proyek akan mempercepat kontribusi Lapangan Bukit Panjang terhadap produksi energi nasional.
“Semakin cepat tentu semakin baik. Kami berharap tahun depan Lapangan Bukit Panjang dapat onstream dengan tambahan produksi kondensat sekitar 1.000 BOPD serta menghasilkan LPG sampai dengan 189 metrik ton per hari atau setara sekitar 2.170 BOEPD,” katanya.
Lapangan Bukit Panjang diproyeksikan memiliki puncak produksi mencapai 50 juta kaki kubik gas per hari (50 MMSCFD). Pengembangannya dilakukan melalui pembangunan fasilitas produksi lepas pantai yang terintegrasi dengan infrastruktur eksisting Lapangan Bukit Tua di Wilayah Kerja Ketapang yang telah beroperasi sejak 2015.
Presiden Direktur PCK2L, Yuzaini Md Yusof, menegaskan proyek tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengoptimalkan nilai aset melalui pengembangan yang efisien dan berkelanjutan.
“Pengembangan Lapangan Bukit Panjang mencerminkan komitmen kami untuk mengoptimalkan potensi aset yang ada melalui penerapan teknologi efisien dan pengembangan berkelanjutan. Kami berterima kasih atas dukungan penuh yang telah diberikan oleh Pemerintah Indonesia dan SKK Migas, serta menantikan kerja sama yang erat selama proses pengembangan ini,” ujarnya.
Proyek Bukit Panjang juga menjadi salah satu langkah awal ekspansi Searah Limited, perusahaan patungan yang baru resmi berdiri pada 1 Juni 2026 dengan komposisi kepemilikan masing-masing 50 persen oleh PETRONAS dan Eni.
Searah Limited dibentuk untuk mengelola sejumlah aset strategis di Indonesia dan Malaysia, khususnya di kawasan Jawa Timur, guna memperkuat nilai portofolio energi, mempercepat pengembangan proyek berkelanjutan, serta meningkatkan ketahanan energi regional. Perusahaan tersebut mengelola portofolio yang terdiri atas 19 aset gas yang telah berproduksi maupun yang masih dalam tahap pengembangan di kedua negara.
Dengan dimulainya tahap fabrikasi, proyek Bukit Panjang diharapkan menjadi salah satu kontributor baru bagi peningkatan produksi migas nasional sekaligus memperkuat pasokan energi untuk kawasan Jawa Timur dan sekitarnya. (rmn)











