INDOPOSCO.ID – Sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menggeruduk diskusi bertajuk “Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia” di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Jogjakarta, Senin (15/6/2026) malam. Acara tersebut menghadirkan tiga pejabat negara.
Senat Mahasiswa (Sema) UGM mempertanyakan relevansi pembahasan nilai Pancasila oleh ketiga pejabat negara tersebut, di saat negara justru sedang mengalami kekacauan akibat salah urus pemerintah.
“Di tengah kekacauan negara sebagai akibat dari salah urus pemerintah, malam ini, di GIK beberapa pejabat berbicara mengenai nilai Pancasila. Namun, Pancasila mana yang kalian maksud?,” kata Sema UGM dalam akun resmi Instagram @sema.ugm.official dilihat Selasa (16/5/2026).
Mahasiswa mengkritik sikap pemerintah yang dinilai absen di saat rakyat di berbagai kota sudah turun ke jalan untuk menyampaikan tuntutan mereka. Menurutnya, masyarakat kini telah jenuh akibat kelalaian pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan terkini.
“Rakyat di berbagai kota sudah turun ke jalan, berteriak dengan serenteng tuntutannya, tapi di mana pemerintah saat itu?,” ujarnya.
“Terhinalah mereka ketika berbicara mengenai nilai-nilai Pancasila di tengah kondisi suara rakyat dibungkam, dikriminalisasi, dan kritik dianggap gangguan,” tambahnya.
Mahasiswa menegaskan bahwa aksi penggerudukan tersebut adalah bentuk protes karena Pancasila kerap dijadikan formalitas belaka dalam forum resmi.
“Perlu digarisbawahi, apa yang kami lakukan sejatinya hanya untuk memperjuangkan bahwa Pancasila tidak seharusnya menjadi pemanis dalam forum-forum resmi, sementara nilai-nilai keadilan sosial, kemanusiaan, dan kedaulatan rakyat tak pernah serius mereka perjuangkan,” imbuh Sema UGM.
Adapun tiga pejabat yang menghadiri acara tersebut adalah Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko, dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. (dan)











