INDOPOSCO.ID – Komitmen mendorong pemberdayaan masyarakat terus diperkuat PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui evaluasi langsung terhadap berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan di Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam kunjungan monitoring dan evaluasi yang digelar Kamis (11/6/2026), jajaran manajemen meninjau sejumlah program unggulan yang telah memberi dampak ekonomi sekaligus lingkungan bagi masyarakat desa binaan.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Program Bank Sampah Masukau (BASMA) Kelompok Madani di Desa Masukau yang dijalankan oleh PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field. Di lokasi yang sama, kelompok UMKM binaan Program SEKARA JIRAK turut memamerkan aneka produk olahan hasil perikanan, mulai dari basreng, kerupuk ikan hingga kerupuk tulang ikan, dalam suasana diskusi yang berlangsung interaktif bersama manajemen perusahaan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha masyarakat, perusahaan menyerahkan bantuan berupa mesin bordir kepada Kelompok Madani. Peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk fesyen yang mereka hasilkan melalui sentuhan bordir. Saat ini kelompok tersebut telah didukung lebih dari tujuh mesin jahit modern untuk menunjang aktivitas produksinya.
Manager Communication & CID Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan, mengatakan pentingnya inovasi agar kelompok binaan mampu terus berkembang dan menciptakan peluang usaha yang lebih luas.
“Seperti pada program-program PEP Tanjung Field ini, kami ingin memaksimalkan pemanfaatan potensi desa sebagai salah satu solusi dalam mendukung pengembangan ekonomi dan kehidupan masyarakat di wilayah ini,” jelasnya.
Menurutnya, berbagai program Community Involvement and Development (CID) dirancang berdasarkan potensi khas setiap daerah sehingga mampu menjadi solusi yang efektif sekaligus berkelanjutan terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat setempat.
Salah satu contoh implementasinya adalah Program SEKARA JIRAK, yang sebelumnya dikenal sebagai Program Kuas Jirak. Program pemberdayaan perempuan berbasis potensi lokal ini berhasil meraih predikat Platinum sebagai penghargaan tertinggi kategori Best Empowerment Woman pada ajang The 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026.
Desa Jirak yang menjadi lokasi pelaksanaan program memiliki sumber daya perikanan air tawar yang melimpah, khususnya ikan haruan atau gabus. Namun, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui pendampingan yang dilakukan perusahaan, warga didorong mengembangkan usaha pengolahan ikan menjadi produk bernilai tambah seperti abon lele, abon gabus, abon nila, hingga albumin berbahan dasar sari ikan gabus. Program ini juga memperluas fokusnya pada aspek pengolahan dan pemasaran agar hasil produksi memiliki daya saing yang lebih tinggi.
“Saat ini program tidak hanya fokus pada teknik budidaya, tetapi juga menekankan pentingnya pengolahan produk dan strategi pemasaran, sehingga Desa Jirak dapat berkembang sebagai sentra perikanan berbasis kearifan lokal,” terangnya.
Keberhasilan program tersebut turut dirasakan para pelaku usaha lokal. Ketua Kelompok SEKARA JIRAK, Sri Hartini, mengungkapkan bahwa dirinya bersama anggota kelompok dipercaya menjadi salah satu perwakilan Kabupaten Tabalong dalam Pelatihan UMKM yang akan digelar di Bali pada 23 Juni 2026.
“Kami tidak hanya mendapatkan manfaat peningkatan ekonomi, namun juga memberikan kesempatan dan pengalaman baru yang bermanfaat bagi kami yang belum pernah terbayangkan sebelumnya,” pungkasnya.
Selain mengembangkan sektor perikanan, PEP Tanjung Field juga menginisiasi Program BASMA Madani Collection di Desa Masukau. Program ini memanfaatkan limbah coverall dan seragam kerja yang sebelumnya belum termanfaatkan secara optimal menjadi berbagai produk aksesori dan kebutuhan rumah tangga melalui proses daur ulang.
Melalui pelatihan Cetak Jahit Sasirangan (CETAR), masyarakat memperoleh keterampilan mengolah kain perca dan coverall bekas menjadi tas, sarung bantal, hingga dekorasi rumah yang memiliki nilai ekonomi.
Sekretaris Desa Masukau, Salatifa, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan perusahaan.
“Kami berterima kasih kepada PEP Tanjung Field atas dukungannya selama ini yang membuka peluang usaha dan sumber pendapatan bagi ibu-ibu rumah tangga melalui inovasi daur ulang bahan baku coverall dan kain perca menjadi produk yang bermanfaat,” ungkap Salatifa.
Ia menambahkan bahwa pada masa pandemi Covid-19, Kelompok BASMA Madani tetap mampu memperoleh pemasukan melalui produksi masker pelindung yang dipesan dalam jumlah besar.
Menutup rangkaian kunjungan, Dony menyampaikan harapannya agar berbagai inisiatif pemberdayaan yang dijalankan perusahaan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Keberhasilan program CSR perusahaan sejalan dengan komitmen kami untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemandirian masyarakat, serta kelestarian lingkungan guna mendukung pencapaian tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan,” tambahnya. (her)











