INDOPOSCO.ID – PT Badak NGL (Badak LNG) menutup tahun buku 2025 dengan sederet capaian positif yang mencerminkan ketangguhan operasional di tengah tantangan penurunan pasokan gas dari sektor hulu.
Hasil tersebut dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Senin (8/6/2026).
Sepanjang 2025, Badak LNG membukukan capaian Key Performance Indicator (KPI) sebesar 107,16 persen. Di saat industri menghadapi keterbatasan pasokan gas, perusahaan justru mampu memproses feed gas 14,23 persen di atas target dan menghasilkan LNG 15,83 persen lebih tinggi dari rencana yang telah ditetapkan.
Kinerja tersebut turut ditopang oleh pencapaian produksi i Liquefied Natural Gas (LNG) sebesar 7.122.857 meter kubik dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) sebesar 197.496 meter kubik, yang seluruhnya melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Dari sisi keandalan fasilitas, tingkat ketersediaan kilang mencapai 99,77 persen dengan Plant Thermal Efficiency (PTE) sebesar 83,34 persen.
Komitmen terhadap tata kelola juga terus diperkuat. Hasil asesmen Good Corporate Governance (GCG) tahun buku 2025 mencatat skor 95,77 dengan predikat “Sangat Baik”, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 95,73.
Di bidang keselamatan kerja, Badak LNG mempertahankan catatan tanpa kasus fatality maupun kecacatan permanen sepanjang 2025. Hingga kini, perusahaan telah mengumpulkan 134.609.119 jam kerja aman sejak Lost Time Accident terakhir pada 8 Desember 2006.
Tak hanya fokus pada operasi inti, Badak LNG juga memperluas kontribusi melalui layanan conceptual study dan pre-FEED untuk proyek Mini LNG Haur Gede serta Mini GTL Karang Makmur di lingkungan Pertamina Hulu Energi. Perusahaan juga menjalankan jasa operasi dan pemeliharaan LNG Filling Station milik PT Pertamina Gas serta memperkuat sinergi dengan sejumlah entitas di Grup Pertamina.
Pengakuan eksternal pun terus berdatangan. Selama 2025, Badak LNG mengoleksi 38 penghargaan nasional dan internasional, termasuk mempertahankan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk ke-15 kali berturut-turut sejak 2011. Beragam sertifikasi internasional seperti ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, ISO 50001, ISO 37001, ISO/IEC 27001, ISO 17025, dan Sertifikat SMK3 juga tetap dipertahankan.
Di bidang pemberdayaan masyarakat, perusahaan merealisasikan dana Community Involvement and Development (CID) sebesar Rp6,39 miliar yang dialokasikan untuk sektor pendidikan, lingkungan, ekonomi, infrastruktur, kesehatan, studi, dan kebencanaan.
President Director & CEO Badak LNG, Achmad Khoiruddin, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan buah dari konsistensi perusahaan dalam menjaga keandalan operasi dan menjalankan bisnis secara berkelanjutan.
“Di tengah tantangan penurunan pasokan gas dari hulu dan dinamika industri energi global, Badak LNG mampu menunjukkan resiliensi dan kinerja yang solid,” katanya.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa Perusahaan tetap mampu mengoptimalkan aset dan sumber daya yang dimiliki secara aman, andal, efisien, dan berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan bisnis ke depan,” tambahnya.
Dengan fondasi operasional yang kuat, tata kelola yang terus meningkat, dan kolaborasi strategis yang semakin luas, Badak LNG optimistis dapat menjaga daya saing sekaligus mendukung ketahanan energi nasional di tengah percepatan transisi energi.
Adapun rapat tersebut dipimpin oleh Komisaris Utama Badak LNG, Daniel S. Purba, serta dihadiri jajaran Dewan Komisaris, Komite, Direksi, Manajemen Perusahaan, dan para pemegang saham, termasuk perwakilan PT Pertamina Hulu Energi, VICO Indonesia, PT Pertamina Pedeve Indonesia, dan Total E&P Indonesie. (her)











