• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Dilianto Editor Dilianto
Senin, 15 Juni 2026 - 09:11
in Nasional
Puan

Ketua DPR RI, Puan Maharani. Foto: Dok DPR RI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPSCO.ID – Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta pemerintah segera memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dan berpotensi memicu krisis air bersih, gangguan produksi pangan, serta peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Puan, meluasnya kekeringan di sejumlah wilayah harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan agar dampaknya tidak berkembang menjadi krisis yang membebani masyarakat maupun keuangan negara.

BacaJuga:

Dompet Dhuafa Ajak 3.408 Siswa di Jawa Tengah Belajar Siaga Bencana Sejak Dini

Menag: Kemandirian Pesantren, Apresiasi Inovasi Ekonomi dan Digital Al Yasini

Karhutla Masih Marak di Berbagai Daerah, Begini Update Penanganan BNPB

“Kekeringan yang semakin meluas saat ini harus segera disiasati dengan langkah-langkah strategis untuk meminimalisir dampak di berbagai sektor. Apalagi masyarakat di sejumlah daerah sudah mengalami krisis air bersih,” ujar Puan dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/6/2026).

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sedikitnya tiga kabupaten di Pulau Jawa telah mengalami krisis air bersih, yakni di Kabupaten Cilacap, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Bogor. Kondisi tersebut dilaporkan berdampak pada lebih dari 1.600 warga akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.

Puan menilai penanganan kekeringan tidak cukup hanya melalui distribusi bantuan air bersih, tetapi juga harus dibarengi pembangunan infrastruktur jangka panjang yang mampu meningkatkan ketahanan daerah terhadap krisis air.

Ia mendorong pemerintah memperluas program konservasi sumber daya air, seperti pembangunan sumur resapan, embung, serta sistem pemanenan air hujan (rainwater harvesting) di wilayah-wilayah yang selama ini rentan mengalami kekeringan.

“Untuk daerah rawan kekeringan, harus ada mitigasi yang dilakukan dari hulu hingga hilir. Infrastruktur penampungan dan pengelolaan air perlu diperkuat agar masyarakat tidak selalu menghadapi persoalan yang sama setiap musim kemarau,” katanya.

Selain sektor air bersih, Puan juga mengingatkan dampak kekeringan terhadap sektor pertanian yang berpotensi mengganggu produksi pangan nasional. Karena itu, ia meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan kelompok tani untuk menyusun strategi yang sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.

Menurutnya, setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda sehingga langkah mitigasi harus disesuaikan dengan kondisi lokal agar lebih efektif.

Peringatan tersebut disampaikan seiring prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang menyebut musim kemarau tahun 2026 berpotensi berlangsung hingga tujuh bulan di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang diperkirakan meningkatkan risiko kekeringan, krisis air, hingga kebakaran hutan dan lahan dengan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus 2026.

Puan menegaskan bahwa informasi dan prediksi iklim yang telah disampaikan BMKG harus menjadi dasar penyusunan kebijakan lintas sektor, mulai dari ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, pengelolaan sumber daya air, perlindungan sosial, hingga pelestarian lingkungan.

“Data dan prediksi iklim tidak boleh berhenti sebagai informasi semata. Pemerintah harus menerjemahkannya menjadi langkah mitigasi yang konkret dan terukur sebelum dampaknya dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Mantan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu menilai keberhasilan pemerintah menghadapi musim kemarau tidak hanya diukur dari kecepatan merespons saat krisis terjadi, tetapi juga dari kemampuan mencegah risiko sejak dini melalui perencanaan yang matang.

Karena itu, ia meminta adanya koordinasi yang lebih kuat antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar seluruh langkah antisipasi berjalan berdasarkan skenario risiko yang sama.

Puan juga mengingatkan pemerintah daerah untuk sigap memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan maupun karhutla, terutama kelompok rentan yang tinggal di wilayah rawan bencana.

“Langkah antisipasi harus berjalan seiring dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terdampak. Negara harus hadir memastikan warga mendapatkan bantuan dan perlindungan ketika menghadapi dampak kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.(dil)

Tags: KarhutlaKetua DPR RIPuan Maharani

Berita Terkait.

Edukasi
Nasional

Dompet Dhuafa Ajak 3.408 Siswa di Jawa Tengah Belajar Siaga Bencana Sejak Dini

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:02
Menag
Nasional

Menag: Kemandirian Pesantren, Apresiasi Inovasi Ekonomi dan Digital Al Yasini

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:21
Karhutla
Nasional

Karhutla Masih Marak di Berbagai Daerah, Begini Update Penanganan BNPB

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:50
Ambulance
Nasional

Bantuan Ambulans Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Prasejahtera di 15 Wilayah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:40
Sofia-Hasna
Nasional

Optimal Kelola Kanal Digital, UMJ Raih AHI 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:30
Ferry
Nasional

Resmi Beroperasi, KDKMP Sorowako Bangun Kemandirian Ekonomi Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:19

OLAHRAGA

Hadi-Tj
Olahraga

Hadi Tjahjanto Sebut Negara Eropa Jadi Pesaing Terberat Karateka Indonesia di Polandia

Editor Juni Armanto
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:48

INDOPOSCO.ID - Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Hadi Tjahjanto menyebut negara-negara di Eropa sebagai pesaing terberat kontingen karate...

SelengkapnyaDetails
forki

Bekal Juara di Vietnam, Hadi Tjahjanto Optimistis Timnas Karate Bidik 6 Emas di Polandia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:09
PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07
bri

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:19
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2715 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1041 shares
    Share 416 Tweet 260
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    982 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    977 shares
    Share 391 Tweet 244
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.