• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

MIRAVIS Duo® Hadir, Syngenta Indonesia Dukung Produktivitas Padi di Karawang

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Kamis, 11 Juni 2026 - 19:45
in Ekonomi
mravis

Syngenta Indonesia secara resmi meluncurkan MIRAVIS Duo® untuk padi di Learning Development Center (LDC) yang berada di Karawang, Jawa Barat pada Selasa (9/6/2026). Foto : Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Inovasi perlindungan tanaman untuk menjaga produktivitas padi Karawang sebagai salah satu lumbung padi nasional.

Syngenta Indonesia secara resmi meluncurkan MIRAVIS Duo® untuk padi di Learning Development Center (LDC) yang berada di Karawang, Jawa Barat pada Selasa (9/6/2026). Produk fungisida inovatif berbasis teknologi ADEPIDYN™ ini hadir sebagai solusi perlindungan tanaman yang lebih efektif, sekaligus memperkuat peran Karawang sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di Indonesia.

BacaJuga:

Kepercayaan Investor Global Menguat, Prabowo Instruksikan Publikasi Data Investasi Nasional

Strategi Eksplorasi Agresif Berbuah Manis, PHE Bukukan Penemuan Sumber Daya Jumbo

Pertamina Bawa Energi Surya ke Laut, Emisi Kapal Turun 79 Ton per Tahun

Karawang dikenal sebagai lumbung padi nasional, dengan produksi mencapai 1,194,711 ton Gabah Kering Giling (GKG) pada 2025, menjadikannya produsen terbesar kedua di Jawa Barat setelah Indramayu. Meski produktivitas rata-rata berada di kisaran 5,9–6 ton/ha, beberapa kecamatan dengan sistem irigasi teknis dan varietas unggul mampu mencapai hasil optimal hingga 7–8 ton/ha.

Namun, keberlanjutan produksi padi di Karawang terus menghadapi tantangan serius, mulai dari alih fungsi lahan, iklim ekstrem yang at diprediksi, hingga serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Peluncuran MIRAVIS Duo® di Karawang menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut. Dengan teknologi ADEPIDYN™, produk ini memberikan perlindungan konsisten terhadap penyakit padi, menghasilkan gabah sehat berkilau, serta menjaga daun bendera lebih hijau dan bersih.

Perlindungan hingga 14 hari setelah aplikasi bahkan di bawah kondisi cuaca yang tidak menentu menjadikan MIRAVIS Duo® solusi yang relevan bagi petani Karawang.

“Syngenta Indonesia berkomitmen menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan nyata petani di lapangan. Karawang adalah simbol ketahanan pangan nasional, dan melalui peluncuran MIRAVIS Duo® kami ingin mendukung petani menjaga produktivitas sekaligus kualitas panen di tengah tantangan iklim dan alih fungsi lahan. Ini adalah wujud nyata visi Petani MAJU yaitu meningkatkan hasil panen, mempercepat adopsi teknologi, dan memperkuat kolaborasi demi pertanian yang berkelanjutan,” ujar Eryanto, Presiden Direktur Syngenta Indonesia.

MIRAVIS Duo® menghadirkan tiga fitur utama yang menjadi pembeda bagi petani. Pertama, gabah sehat berkilau. MIRAVIS Duo® cepat diserap dan merata ke seluruh tanaman dalam waktu enam (6) jam, memberikan perlindungan hingga 14 hari bahkan di bawah kondisi cuaca yang tidak menentu. Hasilnya adalah gabah yang sehat dan berkilau, mencerminkan kualitas yang lebih baik.

Kedua, daun bendera lebih hijau dan bersih. Daun bendera yang lebih hijau dan bersih meningkatkan kemampuan tanaman menyerap sinar matahari dan memanfaatkan air secara lebih efisien, sehingga mendukung fotosintesis yang optimal dan vitalitas tanaman secara keseluruhan.

Ketiga, produksi meningkat. Dengan perlindungan penyakit yang lebih kuat dan tanaman yang lebih sehat, MIRAVIS Duo® membantu petani mencapai produktivitas lebih tinggi, menghasilkan panen melimpah dengan gabah sehat berkilau.

Pemerintah Kabupaten Karawang juga menyambut baik peluncuran ini, sejalan dengan upaya mereka untuk menjaga sawah, mendukung petani, dan masa depan pangan bangsa.

“Sebagai lumbung padi nomor dua di Jawa Barat, Kabupaten Karawang memiliki kurang lebih 99 ribu hektar lahan, dengan 86 ribu hektar di antaranya masuk Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Kehadiran MIRAVIS Duo® akan membantu memperkuat kualitas sekaligus kuantitas produksi padi Karawang.

Apalagi saat ini kondisi padi di Karawang sedang bagus, baik dari sisi harga maupun produksi. Karawang maju, Petani MAJU” kata Drs. Rohman, M.Si, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang.

Peluncuran ini dihadiri oleh 650 petani dari berbagai kecamatan di Karawang yang menyaksikan langsung manfaat MIRAVIS Duo® melalui lahan percontohan.

Beberapa petani juga berbagi pengalaman positif setelah mencoba produk ini, dengan hasil panen yang lebih sehat dan produktif dibandingkan musim sebelumnya.

“Sebelum saya menggunakan MIRAVIS Duo®, daun tanaman padi saya kusam, bulir padinya kurang bagus dan ada kresek. Kemudian saya mencoba mengaplikasikan MIRAVIS Duo® di usia culcel (sekitar 50 hari setelah tanam).

Hasilnya gabah sehat berkilau, daun bendera lebih hijau dan bersih, dan produksi meningkat,” jelas Haji Lukman, petani padi dari Karawang, Jawa Barat.

Dengan peluncuran di Karawang, Syngenta Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui inovasi perlindungan tanaman yang berkelanjutan. Setelah Karawang, MIRAVIS Duo® akan diperkenalkan di berbagai sentra produksi padi lainnya di Indonesia, untuk memperkuat langkah menuju swasembada beras. (srv)

Tags: beraspadipertanian

Berita Terkait.

Prabowo
Ekonomi

Kepercayaan Investor Global Menguat, Prabowo Instruksikan Publikasi Data Investasi Nasional

Senin, 15 Juni 2026 - 12:10
RUPST
Ekonomi

Strategi Eksplorasi Agresif Berbuah Manis, PHE Bukukan Penemuan Sumber Daya Jumbo

Senin, 15 Juni 2026 - 11:09
pertamina
Ekonomi

Pertamina Bawa Energi Surya ke Laut, Emisi Kapal Turun 79 Ton per Tahun

Senin, 15 Juni 2026 - 04:44
ban
Ekonomi

Siapkan Road Trip Liburan Sekolah, Ini Tips Berkendara Aman dan Nyaman dari Bridgestone

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:11
jkt fair
Ekonomi

Rayakan Jakarta Fair 2026, Wuling Ajak Pengunjung Jelajahi Inovasi Kendaraan Masa Kini

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:12
iai
Ekonomi

Sinergi Daewoong dan IAI Kembangkan Kompetensi Apoteker serta Inovasi Layanan Kesehatan

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:50

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    6007 shares
    Share 2403 Tweet 1502
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1643 shares
    Share 657 Tweet 411
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1015 shares
    Share 406 Tweet 254
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.