INDOPOSCO.ID – Penguatan struktur Dewan Pengarah Badan Gizi Nasional (BGN) dengan melibatkan para ahli gizi dan dokter anak dinilai menjadi langkah strategis untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai kaidah ilmiah, aman, dan akuntabel.
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyambut baik rencana pengisian Dewan Pengarah BGN oleh para pakar di bidang gizi dan kesehatan anak. Menurutnya, keberadaan tenaga ahli sangat diperlukan agar kebijakan program gizi nasional tidak hanya berfokus pada aspek teknis pelaksanaan, tetapi juga memiliki landasan ilmiah yang kuat.
“Program gizi nasional harus berbasis ilmu pengetahuan, bukan sekadar pelaksanaan teknis. Kehadiran para pakar gizi dan dokter anak dalam Dewan Pengarah adalah langkah penting untuk memastikan kualitas kebijakan tetap terjaga,” ujar Netty dalam keterangan, Selasa (9/6/2026).
Ia menilai penguatan kelembagaan BGN menjadi semakin penting di tengah upaya pemerintah membenahi tata kelola program gizi nasional. Ia mengingatkan bahwa program yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, harus didukung sistem pengawasan yang ketat.
Menurutnya, aspek keamanan pangan, kecukupan gizi, hingga distribusi makanan harus menjadi perhatian utama karena Program MBG menyasar kelompok rentan.
“Program MBG menyasar kelompok rentan, yaitu anak-anak. Karena itu aspek keamanan pangan, kecukupan gizi, dan pengawasan distribusi harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Selain itu, Netty menyoroti peran Dewan Pengarah sebagai pengawal kebijakan berbasis bukti atau evidence-based policy. Ia berharap lembaga tersebut mampu memastikan implementasi program di lapangan tetap sejalan dengan tujuan utama peningkatan kualitas gizi masyarakat.
“Dewan Pengarah harus benar-benar berfungsi sebagai ruang kendali ilmiah dan etis, memastikan setiap kebijakan yang dijalankan tetap berada pada rel yang tepat,” katanya. (nas)










