• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Fiskal Jakarta Tertekan, DPRD Pastikan KJP hingga Subsidi Pangan Masuk Zona Aman

Nasuha Editor Nasuha
Selasa, 9 Juni 2026 - 05:05
in Nasional
suhud

Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin menegaskan kebijakan penghematan anggaran tidak boleh mengorbankan program pro rakyat. Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Langkah efisiensi anggaran yang tengah disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dipastikan tidak akan menyentuh program-program yang menjadi penopang kesejahteraan masyarakat. DPRD DKI Jakarta menegaskan berbagai bantuan sosial dan layanan dasar warga harus tetap menjadi prioritas di tengah tekanan fiskal yang sedang dihadapi ibu kota.

Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin mengatakan kondisi keuangan daerah saat ini memang menuntut adanya penyesuaian belanja. Menurutnya, selain menghadapi defisit anggaran pembangunan, Jakarta juga terdampak berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH).

BacaJuga:

Kemenag Siapkan Tiga Pilar Utama Lindungi Anak dari Ancaman di Ruang Digital

Silmy Karim Bertanya Nasib Hukum Sebelum ke KPK, Ini Jawaban Menteri Imipas

1.476 Patriot Muda Siap Diterjunkan ke Kawasan Transmigrasi, dari London hingga Papua Ikut Bangun Indonesia

Pernyataan itu disampaikan Suhud usai Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah/Janji Ketua DPRD DKI Jakarta Sisa Masa Jabatan 2024-2029, Senin (8/6/2026).

“Defisitnya cukup besar. Mengharuskan Pemprov DKI Jakarta melakukan efisiensi terhadap anggaran yang ada,” ujar Suhud.

Meski demikian, ia menegaskan kebijakan penghematan anggaran tidak boleh mengorbankan program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. DPRD, lanjut Suhud, akan mengawasi secara ketat setiap langkah efisiensi yang dilakukan pemerintah daerah.

Program seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), subsidi pangan, hingga anggaran penanganan dan pencegahan banjir disebut sebagai sektor yang harus tetap terlindungi.

“Dewan ingin memastikan tidak ada pemotongan terhadap anggaran yang terkait dengan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Suhud berpandangan efisiensi seharusnya diarahkan pada pos-pos belanja yang tidak memiliki dampak besar terhadap pembangunan maupun pelayanan publik. Dengan pendekatan tersebut, kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat dipenuhi meski ruang fiskal pemerintah daerah sedang mengalami tekanan.

“Itu kita pastikan tidak ada pemotongan dan tidak ada pengurangan,” tutur Suhud.

Di sisi lain, Suhud juga mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk memperluas skema pembiayaan pembangunan melalui berbagai inovasi pendanaan. Menurutnya, Jakarta memiliki kapasitas dan daya tarik yang cukup besar untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pembangunan daerah.

“Jakarta memiliki banyak potensi pendanaan dan peluang kerja sama yang dapat dielaborasi bersama berbagai pihak. Sehingga pembiayaan pembangunan tidak hanya bergantung pada sumber pendapatan rutin,” tambahnya.

Ia menilai penguatan sumber pembiayaan alternatif menjadi salah satu strategi penting agar pembangunan tetap berjalan tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap APBD. Karena itu, DPRD akan terus mengawal arah kebijakan anggaran agar tetap berpihak kepada kepentingan warga sekaligus mampu menjawab tantangan ekonomi yang berkembang.

Dengan kondisi fiskal yang semakin dinamis, pemerintah daerah dituntut semakin selektif dalam menentukan prioritas belanja. Bagi DPRD DKI Jakarta, perlindungan terhadap program-program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prinsip utama dalam setiap kebijakan anggaran. (her)

Tags: DPRDfiskalkjpSubsidi Pangan

Berita Terkait.

umar
Nasional

Kemenag Siapkan Tiga Pilar Utama Lindungi Anak dari Ancaman di Ruang Digital

Selasa, 9 Juni 2026 - 06:06
silny
Nasional

Silmy Karim Bertanya Nasib Hukum Sebelum ke KPK, Ini Jawaban Menteri Imipas

Senin, 8 Juni 2026 - 23:03
muda
Nasional

1.476 Patriot Muda Siap Diterjunkan ke Kawasan Transmigrasi, dari London hingga Papua Ikut Bangun Indonesia

Senin, 8 Juni 2026 - 22:12
ui
Nasional

Alumni UI Minta MA Utamakan Substansi Etika Akademik dalam Proses Kasasi

Senin, 8 Juni 2026 - 21:41
said
Nasional

Pemerintah Fokuskan 3 Isu Utama Perbaikan Kesejahteraan Buruh

Senin, 8 Juni 2026 - 21:31
buruh
Nasional

PHK Tembus 23.470 Pekerja, DPR RI Minta Negara Perkuat Perlindungan Buruh

Senin, 8 Juni 2026 - 21:11

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2225 shares
    Share 890 Tweet 556
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1173 shares
    Share 469 Tweet 293
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1026 shares
    Share 410 Tweet 257
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1330 shares
    Share 532 Tweet 333
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Didominasi Berawan, Potensi Hujan di Jakbar dan Kepulauan Seribu

    849 shares
    Share 340 Tweet 212
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.