INDOPOSCO.ID – PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) bukukan pertumbuhan penjualan, Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA), dan laba bersih pada kuartal pertama 2026, mencerminkan efektivitas strategi investasi dan pengelolaan portofolio aset migas yang dijalankan selama beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan laporan keuangan yang baru dirilis, EMP mencatatkan peningkatan Penjualan Bersih sebesar 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan yang lebih tinggi terlihat pada EBITDA yang melonjak 29 persen, sementara laba bersih turut meningkat sebesar 2 persen secara tahunan.
Capaian tersebut menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam menjaga momentum pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di tengah dinamika industri energi global.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer EMP, Syailendra S. Bakrie, mengatakan peningkatan kinerja pada kuartal pertama tahun ini mencerminkan kondisi yang sehat dari portofolio aset yang dikelola perusahaan.
“EMP telah berhasil mencapai kinerja keuangan yang semakin meningkat di Q1 2026. Hal ini mencerminkan kondisi yang baik atas portofolio yang dikelola oleh Perusahaan kami. Melanjutkan kegiatan eksplorasi dan pengembangan di tahun 2025, kami akan terus berinvestasi di sepanjang tahun 2026 demi mendukung peningkatan produksi dan cadangan migas Perusahaan,” ujar Syailendra.
Menurutnya, langkah eksplorasi dan pengembangan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya mulai memberikan kontribusi terhadap kinerja operasional perusahaan. Oleh karena itu, EMP akan mempertahankan fokus investasi untuk memperkuat keberlanjutan produksi sekaligus meningkatkan cadangan minyak dan gas bumi di masa depan.
Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat fondasi keuangan guna mendukung agenda pertumbuhan jangka panjang.
Wakil Direktur Utama sekaligus Chief Financial Officer (CFO) EMP, Edoardus Ardianto, menjelaskan bahwa perusahaan tetap mengedepankan disiplin alokasi modal dan pengelolaan keuangan yang prudent.
Ia mengungkapkan dana hasil penerbitan obligasi berdenominasi Rupiah pada kuartal pertama 2026 akan dimanfaatkan untuk melunasi sebagian fasilitas pinjaman yang ada sekaligus memenuhi kebutuhan modal kerja perusahaan.
“Strategi ini akan memperkuat arus kas Perusahaan yang makin fleksibel dan menurunkan beban keuangan Perusahaan secara keseluruhan,” kata Edoardus dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).
Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan struktur permodalan yang lebih sehat, sekaligus memberikan ruang yang lebih besar bagi perusahaan dalam menjalankan program eksplorasi dan pengembangan aset migas secara berkelanjutan.
Dengan kombinasi kinerja operasional yang membaik, investasi berkelanjutan, serta penguatan struktur keuangan, EMP optimistis dapat melanjutkan tren pertumbuhan sepanjang 2026.
Perusahaan menargetkan peningkatan produksi dan cadangan migas sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi terhadap ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham. (rmn)










