• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Membuka Ruang Belakang Sejarah Indonesia Melalui Laku Spiritual Pak Harto

Dilianto Editor Dilianto
Senin, 8 Juni 2026 - 18:40
in Nasional
Bambang-Wiwoho

Wartawan senior Bambang Wiwoho (tengah) menunjukkan buku karyanya berjudul Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia dan Kejawen dalam peluncuran buku dan Sarasehan Ketahanan Nasional di Jakarta, Senin (8/6/2026). Buku tersebut mengupas dimensi spiritual dan nilai-nilai Kejawen yang mewarnai kepemimpinan Presiden ke-2 RI, Soeharto. Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Nama Soeharto selama ini hampir selalu hadir dalam perdebatan politik, ekonomi, dan kekuasaan. Sebagian melihatnya sebagai arsitek stabilitas nasional, sebagian lain mengingatnya melalui kontroversi panjang yang mengiringi era Orde Baru. Namun dalam buku terbarunya, wartawan senior Bambang Wiwoho memilih jalan yang berbeda untuk membaca sosok Presiden Ke-2 RI tersebut.

Bertepatan dengan peringatan 105 tahun kelahiran Soeharto, Senin (8/6/2026), Wiwoho meluncurkan buku berjudul “Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia dan Kejawen” dalam acara Peluncuran Buku dan Sarasehan Ketahanan Nasional di Jakarta.

BacaJuga:

Komisi II DPR: PPPK Tidak Boleh Diberhentikan karena Keterbatasan Fiskal Daerah

Soroti Tingginya Ketidaklulusan Uji Kompetensi Dokter, Komisi IX Minta Evaluasi Menyeluruh Pendidikan Kedokteran

Krisis Hutan Nasional, Komisi IV Dorong Percepatan RUU Kehutanan

Alih-alih mengupas strategi politik atau capaian pembangunan, buku ini mengajak pembaca memasuki ruang yang lebih sunyi, yakni dunia batin Soeharto.

“Selama ini Pak Harto lebih banyak dibaca dari sisi politik, ekonomi, dan kekuasaan. Padahal ada dimensi lain yang turut membentuk cara pandang, keteguhan sikap, dan ketenangannya dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa,” ujar Wiwoho.

Dalam buku tersebut, Soeharto tidak pertama-tama hadir sebagai kepala negara yang berkuasa selama lebih dari tiga dekade. Ia ditampilkan sebagai manusia Jawa yang menjalani laku spiritual, percaya bahwa kepemimpinan tidak hanya dibangun melalui kecakapan politik dan strategi, tetapi juga melalui pengendalian diri, pengolahan batin, serta kemampuan membaca tanda-tanda zaman.

Wiwoho menuturkan, berbagai kisah tentang semadi, guru spiritual, tempat-tempat keramat, hingga perjalanan batin Soeharto selama ini lebih sering beredar sebagai cerita dari mulut ke mulut. Sebagian diterima sebagai fakta budaya, sebagian lain dianggap sekadar mitos yang dipelihara oleh kekuasaan.

“Saya berusaha menempatkan semua itu bukan sebagai sensasi, melainkan sebagai bagian dari lanskap kebudayaan yang membentuk cara seorang pemimpin memandang dunia,” kata Wiwoho.

Lebih jauh, buku ini sesungguhnya tidak hanya berbicara mengenai Soeharto. Tokoh besar yang hadir di dalamnya justru Kejawen itu sendiri. Melalui perjalanan hidup Soeharto, pembaca diajak memahami cara pandang yang telah berabad-abad memengaruhi budaya politik Jawa.

Di dalamnya terdapat keyakinan bahwa kekuasaan harus berjalan selaras dengan harmoni semesta, bahwa seorang pemimpin harus mampu mengendalikan dirinya sebelum mengendalikan orang lain, serta bahwa keberhasilan sering kali ditentukan oleh kemampuan memahami momentum dan waktu yang tepat.

Karena itu, Wiwoho mengangkat sejumlah konsep penting dalam tradisi Jawa seperti wahyu kekuasaan, kebatinan, hingga angon wayah—kemampuan membaca dan memahami zamannya sendiri.

“Dalam pandangan Jawa, seorang pemimpin tidak sekadar hadir karena prosedur politik. Ia hadir karena zamannya menghendaki. Ketika zaman itu berakhir, ia juga harus mampu mengenali tanda-tandanya,” jelas Wiwoho.

Pendekatan tersebut menjadi menarik di tengah dominasi cara berpikir modern yang cenderung menjelaskan politik melalui angka survei, kekuatan modal, algoritma media sosial, dan manuver elite. Buku ini menawarkan perspektif bahwa sejarah Indonesia juga dibentuk oleh dunia simbolik, keyakinan kolektif, serta nilai-nilai budaya yang bekerja di balik layar kekuasaan.

Sebagai jurnalis yang lama berinteraksi dengan lingkaran kekuasaan, Wiwoho memiliki akses pada berbagai sumber dan pengalaman yang membuat sejumlah bagian buku terasa hidup. Pembaca tidak hanya diajak melihat seorang presiden yang mengambil keputusan-keputusan besar, tetapi juga seorang manusia yang bergulat dengan keyakinan, keraguan, dan pencarian makna.

Meski demikian, buku ini tidak luput dari kritik. Beberapa bagian bergerak di wilayah interpretasi yang sulit diverifikasi secara akademik. Kedekatan penulis dengan sosok yang dibahas juga membuat sebagian pembaca mungkin mempertanyakan jarak kritis yang digunakan.

Namun justru di situlah posisi buku ini. Ia hadir di antara sejarah, kebudayaan, dan keyakinan. Bukan untuk menghakimi atau memuliakan, melainkan untuk memahami.

Pada akhirnya, Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia dan Kejawen menawarkan cara pandang baru terhadap sejarah Indonesia. Buku ini mengingatkan bahwa di balik pidato politik, kebijakan negara, pergantian kabinet, dan dinamika kekuasaan, terdapat dunia batin yang turut memengaruhi cara para pemimpin memahami diri mereka sendiri dan arah bangsa yang dipimpinnya.

“Membaca sejarah Indonesia tidak cukup hanya melihat apa yang terjadi di ruang depan. Ada ruang belakang yang sering luput diperhatikan, tempat nilai, simbol, dan laku batin ikut bekerja membentuk perjalanan bangsa,” tutupnya.

Melalui buku ini, pembaca diajak memasuki ruang belakang tersebut. Sebuah ruang yang memperlihatkan bahwa politik bukan semata-mata soal perebutan kekuasaan, melainkan juga tentang pergulatan batin manusia yang menjalaninya.(her)

Tags: 105 Tahun Kelahiran SoehartoMantan Presiden SoehartoSejarah Indonesia

Berita Terkait.

Rifqinizamy-Karsayuda
Nasional

Komisi II DPR: PPPK Tidak Boleh Diberhentikan karena Keterbatasan Fiskal Daerah

Senin, 8 Juni 2026 - 19:01
Irma-Suryani
Nasional

Soroti Tingginya Ketidaklulusan Uji Kompetensi Dokter, Komisi IX Minta Evaluasi Menyeluruh Pendidikan Kedokteran

Senin, 8 Juni 2026 - 18:00
Siti-Hediati-Hariyadi
Nasional

Krisis Hutan Nasional, Komisi IV Dorong Percepatan RUU Kehutanan

Senin, 8 Juni 2026 - 15:47
Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M 7,7: Warga Pesisir Sulawesi Diminta Mengungsi
Nasional

Peringati WOD & Coral Triangle Day 2026, KKP Perkuat Aksi Kolaborasi Lindungi Laut

Senin, 8 Juni 2026 - 12:45
Abdul-Mu'ti
Nasional

Ingatkan Ancaman Krisis Lingkungan semakin Nyata, Mendikdasmen: Ini Lakukan Sejak Dini

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:42
Kereta-Api
Nasional

Libur Aman Dimulai dari Disiplin di Perlintasan Sebidang, KAI Tutup 118 Lokasi Prioritas

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:22

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2225 shares
    Share 890 Tweet 556
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1173 shares
    Share 469 Tweet 293
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1018 shares
    Share 407 Tweet 255
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1304 shares
    Share 522 Tweet 326
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Didominasi Berawan, Potensi Hujan di Jakbar dan Kepulauan Seribu

    845 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.