INDOPOSCO.ID – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., menghadiri Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Penguatan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti kader TPK dari Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat sebagai bagian dari upaya memperkuat pendampingan keluarga sekaligus mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B).
Kegiatan yang turut dihadiri anggota DPR RI, Wakil Bupati Dairi, jajaran pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan terkait tersebut menjadi forum penguatan peran kader TPK sebagai garda terdepan dalam mendampingi keluarga. Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, kader diharapkan mampu membantu keluarga memahami pentingnya pemenuhan gizi, pola asuh yang baik, akses layanan kesehatan, serta lingkungan yang sehat.
Dalam dialog bersama para kader, Menteri Wihaji mengajak peserta untuk memahami penyebab stunting secara lebih komprehensif. Menurutnya, stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga dipengaruhi pola asuh, akses terhadap layanan kesehatan, serta kondisi lingkungan dan sanitasi yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Peran Tim Pendamping Keluarga menjadi penting karena berhadapan langsung dengan calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita. Melalui edukasi dan pendampingan yang dilakukan secara rutin, kader TPK diharapkan dapat membantu keluarga mengenali berbagai faktor risiko sekaligus mendorong pemanfaatan layanan yang tersedia di masyarakat.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Dairi tercatat sebesar 29 persen, turun dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 32,6 persen. Sementara itu, prevalensi stunting di Kabupaten Pakpak Bharat berada pada angka 27,5 persen. Meski menunjukkan tren perbaikan, upaya pendampingan keluarga dan intervensi kepada kelompok sasaran tetap perlu diperkuat agar penurunan stunting dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Sejalan dengan upaya tersebut, Kemendukbangga/BKKBN turut mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Program prioritas Presiden tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi kelompok rentan sekaligus mendukung upaya penurunan risiko stunting.
“Saya tanya kepada Tim Pendamping Keluarga, ternyata di sini sudah jalan. Yang belum berjalan akan kita tindak lanjuti. MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD merupakan program Presiden untuk membantu mengurangi risiko stunting,” ujar Menteri Wihaji.
Di Sumatera Utara, peran TPK menjadi semakin penting mengingat cakupan sasaran program yang cukup besar. Data Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Sumatera Utara menunjukkan terdapat 10.317 kelompok TPK atau 30.949 kader yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Kehadiran para kader tersebut menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendukung pendampingan keluarga hingga tingkat desa dan kelurahan.
Sementara itu, jumlah sasaran MBG 3B di Sumatera Utara mencapai 1.776.985 orang. Pelaksanaan program tersebut didukung oleh 1.283 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan 673 SPPG yang telah mendistribusikan MBG kepada kelompok sasaran. Pemerintah Kabupaten Dairi juga menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah dan siap memperkuat kolaborasi bersama Kemendukbangga/BKKBN, Tim Pendamping Keluarga, tenaga kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas keluarga dan mendukung upaya penurunan stunting di daerah. (ney)












