• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

ICOP 2026 Universitas Darunnajah Tegaskan Wakaf sebagai Fondasi Pendidikan Berkelanjutan

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 7 Juni 2026 - 10:04
in Nasional
Pembina/Presiden Universitas Darunnajah Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si. (empat dari kiri) dan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid (lima dari kanan) bersama para narasumber, tamu kehormatan, dan peserta berfoto bersama dalam The 4th International Conference on Pesantren (ICOP) 2026 di Universitas Darunnajah, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Pembina/Presiden Universitas Darunnajah Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si. (empat dari kiri) dan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid (lima dari kanan) bersama para narasumber, tamu kehormatan, dan peserta berfoto bersama dalam The 4th International Conference on Pesantren (ICOP) 2026 di Universitas Darunnajah, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan Islam, satu pesan kuat mengemuka dari gelaran The 4th International Conference on Pesantren (ICOP) 2026 di Universitas Darunnajah, Jakarta, Sabtu (6/6/2026), yakni wakaf bukan sekadar amal jariyah, tetapi fondasi pembangunan peradaban.

Forum internasional yang digelar Universitas Darunnajah bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) itu mempertemukan akademisi, pengelola pesantren, regulator, hingga pakar wakaf dari berbagai negara untuk membahas masa depan pendidikan Islam yang berkelanjutan.

BacaJuga:

6 Bandara Ditutup Terdampak Anak Krakatau, Menhub: Utamakan Keselamatan Penerbangan

Gunung Anak Krakatau Siaga, Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Normal

Dampak Erupsi Anak Krakatau, Wamendiktisaintek: Kurangi Aktivitas Kampus di Luar Ruangan

Mengangkat tema “The Impact Mission: Unleashing the Power of Endowment & Waqf Funds for Islamic Education, Business, and Science & Technology”, konferensi ini menyoroti bagaimana dana wakaf dan endowment dapat menjadi instrumen strategis dalam pengembangan pendidikan, bisnis, hingga ilmu pengetahuan dan teknologi.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Darunnajah sendiri. Pembina/Presiden Universitas Darunnajah Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si. mengungkapkan perjalanan panjang lembaga yang dipimpinnya dalam mengelola aset wakaf secara produktif.

“Sebagaimana ikhtiar terus itu tumbuh, Pesantren Darunnajah sukses mengembangkan lahan awal seluas 700 meter persegi menjadi lebih dari 1.200 hektar lahan wakaf produktif yang menopang 23 kampus cabang, di mana 14 di antaranya lahir dari wakaf,” ujar Kyai Sofwan.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa wakaf dapat menjadi motor penggerak pengembangan pendidikan Islam jika dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menegaskan pentingnya perlindungan hukum terhadap tanah wakaf melalui sertipikasi. Ia mengingatkan bahwa aset wakaf merupakan milik umat yang harus dijaga keberlangsungannya untuk generasi mendatang.

“Pesan dari acara ini adalah memberikan sinyal dan ajakan yang kuat kepada masyarakat, terutama para pemangku kepentingan agar segera menyertipikatkan tanah wakafnya,” jelas Nusron.

Ia menekankan bahwa hilangnya aset wakaf bukan hanya merugikan pihak yang mewakafkan, tetapi juga masyarakat luas yang memperoleh manfaat dari keberadaan aset tersebut.

“Wakaf merupakan aset publik, aset umat. Tidak boleh hilang, kalau aset publik hilang yang dirugikan bukan hanya wakif, tetapi juga masyarakat yang memanfaatkan wakaf tersebut,” tegasnya.

Karena itu, sertipikat tanah dinilai menjadi instrumen penting dalam menjamin kepastian hukum sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi sosial wakaf.

“Dengan sertipikat, negara mengakui dan melindungi aset tersebut,” tambahnya.

ICOP 2026 juga dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat wakaf sebagai simbol komitmen penguatan legalitas aset wakaf di Indonesia. Selain Menteri ATR/BPN dan jajaran Universitas Darunnajah, kegiatan ini turut dihadiri Direktur Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Basnang Said serta sejumlah pakar wakaf dari Uni Emirat Arab, Malaysia, dan Nigeria.

Melalui forum ini, para peserta tidak hanya berbagi gagasan dan praktik terbaik pengelolaan wakaf di berbagai negara, tetapi juga merumuskan langkah konkret untuk memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pengembangan ilmu pengetahuan di era modern. (her)

Tags: ICOP 2026pendidikanPesantren DarunnajahSertipikasi TanahUniversitas Darunnajahwakaf

Berita Terkait.

bandaraa
Nasional

6 Bandara Ditutup Terdampak Anak Krakatau, Menhub: Utamakan Keselamatan Penerbangan

Minggu, 6 September 2026 - 23:23
ferry
Nasional

Gunung Anak Krakatau Siaga, Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Normal

Minggu, 6 September 2026 - 22:02
fauzan
Nasional

Dampak Erupsi Anak Krakatau, Wamendiktisaintek: Kurangi Aktivitas Kampus di Luar Ruangan

Minggu, 6 September 2026 - 21:11
abdul
Nasional

Kemendikdasmen Sesuaikan Pembelajaran di Daerah Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 20:02
gempa
Nasional

Gempa Bumi Magnitudo 4,9 Guncang Banggai di Sulteng, Hiposenter di Kedalaman 7 Km

Minggu, 6 September 2026 - 19:44
tito
Nasional

Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, Mendagri Imbau Pemda Terdampak Tingkatkan Kewaspadaan

Minggu, 6 September 2026 - 19:37

OLAHRAGA

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27
Olahraga

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Editor Laurens Dami
Jumat, 4 September 2026 - 15:30

INDOPOSCO.ID – Super League 2026/27 bakal hadir dengan wajah baru. Bukan soal format kompetisi atau komposisi klub, melainkan aturan permainan yang...

SelengkapnyaDetails
aza

Buktikan Kualitas Local Pride, Persebaya dan AZA Luncurkan Jersey Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 13:13
league

Jadwal Super League Pekan Pertama: Persija Hadapi Laga Berat, Persib Pede 3 Poin

Jumat, 4 September 2026 - 13:03
sarinah

Sarinah dan Ghea Fashion Studio Hadirkan Wastra Nusantara dalam Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026

Jumat, 4 September 2026 - 10:20
Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Kamis, 3 September 2026 - 09:12

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.