• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

DPR Tegaskan Lawatan Presiden ke Luar Negeri Tak Bisa Dibatasi

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 3 Juni 2026 - 19:34
in Nasional
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, saat awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Foto: Biro Pemberitaan DPR RI/Farhan/Karisma

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, saat awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Foto: Biro Pemberitaan DPR RI/Farhan/Karisma

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa frekuensi kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke luar negeri tidak bisa diukur atau dibatasi hanya berdasarkan jumlah perjalanan. Menurutnya, dinamika geopolitik global yang berkembang sangat cepat menuntut Presiden untuk bergerak lincah demi menjaga kepentingan nasional Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Dasco menanggapi kritik yang dilontarkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, terkait intensitas lawatan luar negeri Presiden Prabowo dalam beberapa waktu terakhir.

BacaJuga:

Temuan Masalah Tata Kelola Pendidikan, DPD RI: Dari Regulasi hingga Distribusi Guru

Momen Soni Sonjaya ‘Ditinggal’ Mobil Tahanan saat Hendak Dibawa ke Rutan Salemba

Mahfud MD Minta Intensitas Lawatan Prabowo ke Luar Negeri Dievaluasi

Dasco mengakui bahwa masukan terkait substansi kebijakan luar negeri dan perkembangan geopolitik merupakan hal yang penting untuk dipertimbangkan pemerintah. Namun, ia menilai perdebatan mengenai seberapa sering Presiden melakukan kunjungan ke luar negeri bukanlah persoalan utama.

“Kalau masukan soal substansi geopolitik, tentu itu baik dan bisa menjadi bahan pertimbangan pemerintah. Tetapi kalau menyangkut frekuensi kunjungan, itu harus dilihat berdasarkan kebutuhan dan situasi yang berkembang,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Menurut Ketua Harian Partai Gerindra tersebut, kondisi global saat ini memiliki dampak langsung terhadap situasi ekonomi, politik, hingga keamanan dalam negeri. Karena itu, Presiden membutuhkan ruang gerak yang cukup untuk menjalankan diplomasi dan membangun komunikasi dengan berbagai negara.

Ia menegaskan setiap kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden memiliki tujuan strategis dan disesuaikan dengan kepentingan nasional yang sedang dihadapi Indonesia.

“Presiden mempunyai strategi diplomasi tersendiri. Tidak bisa kemudian dibatasi harus sekian kali atau tidak boleh lebih dari sekian kali. Situasi internasional sangat dinamis,” katanya.

Dasco juga membantah anggapan bahwa Presiden terlalu lama berada di luar negeri. Menurutnya, selama ini kunjungan yang dilakukan berlangsung secara efisien, fokus pada agenda penting, dan segera diakhiri setelah tujuan diplomatik tercapai.

“Kalau kita lihat, kunjungan Presiden ke luar negeri itu relatif singkat. Beliau berangkat untuk membahas hal-hal yang penting, kemudian kembali lagi ke Indonesia,” ujarnya.

Terkait sejumlah agenda luar negeri yang terkesan mendadak, Dasco menilai hal itu merupakan konsekuensi dari perkembangan situasi internasional yang sering kali membutuhkan respons cepat dari kepala negara.

“Kalau ada kunjungan yang sifatnya mendadak, biasanya memang karena situasi yang mengharuskan Presiden segera hadir dan mengambil langkah diplomatik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dasco mengajak semua pihak untuk memberikan kritik dan masukan yang bersifat konstruktif terhadap kebijakan pemerintah, khususnya dalam bidang hubungan internasional.

Menurutnya, fokus utama seharusnya berada pada hasil dan manfaat diplomasi yang diperoleh Indonesia, bukan semata-mata pada jumlah perjalanan yang dilakukan Presiden.

“Masukan yang substansial tentu akan selalu mendapat ruang. Tetapi kalau hanya memperdebatkan jumlah kunjungan atau lamanya waktu perjalanan, saya pikir itu bukan persoalan yang paling penting,” tegasnya.

Sebelumnya, Dino Patti Djalal menyoroti tingginya intensitas lawatan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai diplomasi internasional memang penting, namun tetap perlu memperhatikan efektivitas pelaksanaan serta keseimbangan dengan kebutuhan penanganan berbagai persoalan di dalam negeri.

Meski demikian, DPR menilai langkah diplomasi yang dilakukan Presiden merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks dan berdampak langsung terhadap kepentingan nasional Indonesia. (dil)

Tags: Kujungan Presiden ke Luar NegeriMahfud MDPresiden Prabowo

Berita Terkait.

Temuan Masalah Tata Kelola Pendidikan, DPD RI: Dari Regulasi hingga Distribusi Guru
Nasional

Temuan Masalah Tata Kelola Pendidikan, DPD RI: Dari Regulasi hingga Distribusi Guru

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:31
KLB KOWANI Tetapkan Yenni Wahid Jadi Ketum Baru
Nasional

Momen Soni Sonjaya ‘Ditinggal’ Mobil Tahanan saat Hendak Dibawa ke Rutan Salemba

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:11
Mahfud MD Minta Intensitas Lawatan Prabowo ke Luar Negeri Dievaluasi
Nasional

Mahfud MD Minta Intensitas Lawatan Prabowo ke Luar Negeri Dievaluasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:00
KLB KOWANI Tetapkan Yenni Wahid Jadi Ketum Baru
Nasional

KLB KOWANI Tetapkan Yenni Wahid Jadi Ketum Baru

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:31
Dadan
Nasional

JPPI: Perombakan BGN Tak Selesaikan Akar Masalah MBG

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:26
Kowani
Nasional

Atasi Kebuntuan Organisasi, KOWANI Gelar KLB di Jakarta

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:24

BERITA POPULER

  • APTISI dan SURGE Bangun Jaringan Digital Nasional untuk Ribuan PTS

    Film “Pesta Babi” dan “Teman Tegar Maira”, DPD RI: Itu Suara Kesadaran tentang Papua

    3519 shares
    Share 1408 Tweet 880
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1039 shares
    Share 416 Tweet 260
  • Malam Ini Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19: Langkah Awal Pertahankan Mahkota

    951 shares
    Share 380 Tweet 238
  • Dandhy Laksono Bongkar Sosok “Backing” di Balik Film Sexy Killers hingga Pesta Babi

    945 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Hunian Rp500 Jutaan di Tengah Kota, BTN dan KAI Siapkan 5.400 Unit TOD

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.