• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

E-Voting Belum Mendesak, Leilsator Komisi II Dorong E-Counting untuk Percepat Penghitungan Suara

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 2 Juni 2026 - 22:04
in Nasional
ilustrasi Pemilu. Foto; Istimewa

ilustrasi Pemilu. Foto; Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi II DPR RI, Giri Ramanda Kiemas dari Fraksi PDI Perjuangan, menilai wacana penerapan penerapan e-voting (pemungutan suara elektronik) dalam pelaksanaan pemilu maupun pilkada belum menjadi hal yang mendesak untuk dibahas.

Menurut Giri, fokus utama Komisi II saat ini tertuju pada pembenahan aturan main dasar pemilu, bukan langsung melompat pada teknis pemungutan suara.

BacaJuga:

Mendiktisaintek: Harus ada Penguatan Transformasi Pendidikan Tinggi Berkelanjutan

Pesparawi 2026, Menag: Digelar Peduli Lingkungan dan Perkuat Persaudaraan

Prabowo Rombak Pimpinan BGN, Dadan Hindayana Resmi Dicopot

“E-voting adalah bagian terakhir tentang teknis, sekarang kita bicara aturan mainnya gimana,” kata Giri kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

“Kalau aturan mainnya sudah ada kan isu-isu yang penting sekarang parlamentari thresholdnya, berapa besaran dapil, kemudian terbuka-tertutup ataupun mixed method itu kan menjadi pilihan-pilihan perdebatan antara partai-partai,” lanjut Giri.

Giri menambahkan bahwa selain ambang batas parlemen dan sistem proporsional, ada masalah krusial lain yang harus dituntaskan terlebih dahulu. Di antaranya adalah persoalan suara pemilih yang terbuang hingga strategi efektif untuk mengatasi praktik politik uang (money politik).

Setelah isu-isu substansial tersebut berhasil diselesaikan, barulah DPR dan penyelenggara pemilu bisa beralih membahas urusan teknis pelaksanaan.

“Kemudian berapa suara yang terbuang, bagaimana mengatasi money politik, setelah isu-isu itu kita bisa tuntaskan baru kita bicara teknis,” ujar Giri.

Lebih lanjut, jika infrastruktur dan kesiapan untuk menerapkan e-voting secara menyeluruh belum memadai, Giri mengusulkan opsi lain yang lebih realistis, yaitu penerapan e-counting (penghitungan suara elektronik).

Berbeda dengan e-voting yang memigrasikan seluruh proses pencoblosan ke sistem online, e-counting bertumpu pada penggunaan mesin untuk membantu manusia dalam menghitung surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Kalau tidak mau e-voting ada e-counting, bagaimana mempercepat penghitungan, penghitungan dipercepat sehingga rekapitulasinya bisa lebih cepat. Ini kan teknis pelaksanaan, kalau kita tidak siap dengan e-voting, kita turunkan e-counting dulu,” imbuhnya.

Kendati demikian, Giri menegaskan bahwa apa pun teknologi yang nantinya dipilih, tujuan utamanya adalah melahirkan pemilu yang jujur dan bersih.

“Tapi kita dorong pemilu ini semakin transparan, semakin bisa dipertanggungjawabkan dalam pelaksanaan, sehingga hasilnya benar-benar sesuai dengan harapan masyarakat,” pungkasnya. (dil)

Tags: DPR RIE-Countinge-votingKomisi IIpilkadaRUU Pemilu

Berita Terkait.

Mendiktisaintek: Harus ada Penguatan Transformasi Pendidikan Tinggi Berkelanjutan
Nasional

Mendiktisaintek: Harus ada Penguatan Transformasi Pendidikan Tinggi Berkelanjutan

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:45
Sambut Liburan Sekolah, Hotel Osaka PIK2 Tawarkan Pengalaman Menginap Seru untuk Keluarga
Nasional

Pesparawi 2026, Menag: Digelar Peduli Lingkungan dan Perkuat Persaudaraan

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:34
Denny Malik Garap Musikal Nyi Mas Gandasari, Gaet Dewi Gita hingga Asri Welas
Nasional

Prabowo Rombak Pimpinan BGN, Dadan Hindayana Resmi Dicopot

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:15
Sambut Liburan Sekolah, Hotel Osaka PIK2 Tawarkan Pengalaman Menginap Seru untuk Keluarga
Nasional

Mahasiswa dari 10 Negara Ikuti PIJAR 2026, UT Perkuat Kolaborasi Global

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:31
“Kemesraan” Prabowo dengan Megawati dan Jokowi Turun Gunung, Pengamat: Pemain Utama Politik Mulai Menentukan Posisi
Nasional

“Kemesraan” Prabowo dengan Megawati dan Jokowi Turun Gunung, Pengamat: Pemain Utama Politik Mulai Menentukan Posisi

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:04
“Kemesraan” Prabowo dengan Megawati dan Jokowi Turun Gunung, Pengamat: Pemain Utama Politik Mulai Menentukan Posisi
Nasional

Polda Metro Patuhi Putusan PN Jaksel Soal Praperadilan Andrie Yunus

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:31

BERITA POPULER

  • APTISI dan SURGE Bangun Jaringan Digital Nasional untuk Ribuan PTS

    Film “Pesta Babi” dan “Teman Tegar Maira”, DPD RI: Itu Suara Kesadaran tentang Papua

    3514 shares
    Share 1406 Tweet 879
  • Hunian Rp500 Jutaan di Tengah Kota, BTN dan KAI Siapkan 5.400 Unit TOD

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Malam Ini Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19: Langkah Awal Pertahankan Mahkota

    949 shares
    Share 380 Tweet 237
  • Dandhy Laksono Bongkar Sosok “Backing” di Balik Film Sexy Killers hingga Pesta Babi

    943 shares
    Share 377 Tweet 236
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.