INDOPOSCO.ID – Momentum Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni harus menjadi sarana refleksi nasional untuk mengevaluasi arah perjalanan bangsa di tengah berbagai tantangan yang semakin kompleks. Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Ahmad Heryawan, mengingatkan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol atau seremoni tahunan, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan dan praktik kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut pria yang akrab disapa Aher itu, nilai-nilai Pancasila harus menjadi ruh dalam setiap kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, kehidupan sosial, pembangunan ekonomi, hingga budaya politik nasional.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila hendaknya menjadi momentum untuk bertanya secara jujur kepada diri kita sendiri: sejauh mana nilai-nilai Pancasila telah menjadi ruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara? Apakah kebijakan pembangunan sudah menghadirkan keadilan sosial? Apakah persatuan nasional semakin kokoh? Apakah demokrasi berjalan sesuai hikmat kebijaksanaan yang dicita-citakan para pendiri bangsa?” ujar Aher.
Mantan Gubernur Jawa Barat dua periode tersebut menilai Indonesia saat ini tengah menghadapi beragam tantangan, mulai dari ketimpangan ekonomi, polarisasi sosial-politik, degradasi moral, praktik korupsi, hingga disrupsi teknologi yang mengubah tatanan kehidupan masyarakat secara cepat.
Karena itu, ia menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai kompas kebangsaan yang mampu menjaga arah pembangunan nasional agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat dan cita-cita kemerdekaan.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melakukan evaluasi terhadap dirinya sendiri. Introspeksi bukan tanda kelemahan, melainkan tanda kedewasaan sebuah bangsa. Pancasila mengajarkan kita untuk terus memperbaiki diri, memperkuat persatuan, serta menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI tersebut.
Aher juga menyoroti pentingnya keteladanan para pemimpin dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, masyarakat membutuhkan contoh nyata berupa integritas, kejujuran, keberpihakan kepada kepentingan publik, serta komitmen terhadap penegakan hukum yang adil.
“Pancasila akan hidup apabila para pemimpin memberikan teladan. Sebaliknya, Pancasila akan kehilangan makna apabila hanya menjadi retorika tanpa implementasi dalam tindakan dan kebijakan,” ujarnya.
Selain itu, Aher mengajak generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.
Menurutnya, generasi muda harus mampu menjadi generasi yang unggul, modern, dan kompetitif tanpa kehilangan akar identitas nasional yang berlandaskan Pancasila.
“Generasi muda Indonesia harus menjadi generasi yang modern, unggul, dan kompetitif, tetapi tetap berakar pada nilai-nilai Pancasila. Kemajuan teknologi harus memperkuat karakter kebangsaan, bukan justru mengikis identitas nasional,” katanya.
Aher berharap Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi momentum kebangkitan nasional untuk memperkuat persatuan, memperbaiki kualitas demokrasi, serta menghadirkan pembangunan yang lebih adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Pancasila adalah warisan luhur sekaligus amanah besar bagi bangsa ini. Mari kita jadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum evaluasi, introspeksi, dan penguatan komitmen bersama untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, bermartabat, dan sejahtera,” pungkasnya.(dil)










