INDOPOSCO.ID – Semangat berbagi pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tidak hanya dirasakan masyarakat di perkotaan. Melalui Yayasan Baitul Maal (YBM), PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memastikan kebahagiaan hari besar keagamaan tersebut juga sampai ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Indonesia.
Sebanyak 1.000 paket daging kurban disalurkan kepada masyarakat di empat lokasi terpencil yang tersebar di Provinsi Maluku dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Program ini menjadi bukti nyata komitmen PLN EPI dalam menghadirkan manfaat sosial yang inklusif sekaligus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Wilayah yang menjadi sasaran penyaluran meliputi Kampung Talisa di Pulau Gorom, Kabupaten Seram Kepulauan Maluku, Kampung Solan Dawang di pedalaman Maluku, Dusun Kolong di Desa Siru, Kabupaten Manggarai Barat, serta Desa Watohari di Pulau Solor, Flores Timur.
Bagi masyarakat di wilayah tersebut, daging kurban bukan sekadar hidangan istimewa saat Idul Adha. Keterbatasan akses dan kondisi geografis membuat sumber protein hewani tidak selalu mudah diperoleh. Kehadiran bantuan ini pun menjadi momen yang sangat berarti bagi banyak keluarga.
Sebanyak empat ekor sapi disembelih dan diolah secara higienis sebelum didistribusikan kepada 1.000 kepala keluarga penerima manfaat. Proses penyaluran dilakukan melalui kolaborasi dengan Yayasan Baitul Qur’an Al Izzah, Yayasan Relawan Nusantara, serta pengurus lokal guna memastikan bantuan diterima secara tepat sasaran.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, mengatakan program kurban di wilayah 3T merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang merata bagi masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di daerah dengan akses terbatas.
“Wilayah 3T memiliki tantangan akses yang tidak ringan, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat di pelosok juga merasakan manfaat nyata kehadiran PLN EPI. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam mengintegrasikan prinsip ESG, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan kemitraan,” ujar Mamit dalam keterangannya, dikutip Minggu (31/5/2025).
Program tersebut sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Kehadiran bantuan kurban juga memberikan dampak emosional bagi masyarakat penerima manfaat. Di Desa Watohari, Flores Timur, Fajarulina (35), salah seorang warga, mengaku terharu karena keluarganya jarang menikmati daging dalam keseharian.
“Biasanya kami jarang sekali bisa makan daging seperti ini. Hari ini anak-anak sangat senang. Terima kasih PLN EPI sudah datang sampai ke desa kami,” tuturnya.
Tidak hanya memberikan manfaat langsung berupa pemenuhan kebutuhan pangan, program ini juga menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan masyarakat dalam proses distribusi dan pelaksanaan kegiatan. Kehadiran berbagai pihak dalam penyaluran bantuan turut memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial di tingkat komunitas.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan, PLN EPI terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses. Di balik ribuan paket daging kurban yang disalurkan, tersimpan pesan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya berbicara tentang energi dan infrastruktur, tetapi juga tentang memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam menikmati manfaat pembangunan.
Dengan menjangkau wilayah-wilayah terluar Indonesia, PLN EPI menegaskan keberlanjutan sejati adalah menghadirkan keadilan sosial, memperkuat kesejahteraan masyarakat, dan menebarkan manfaat hingga ke pelosok negeri. (srv)











