INDOPOSCO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong penguatan kompetensi murid. Salah satunya melalui Program Bantuan Pemerintah Program Sertifikasi Kompetensi Murid SMK Tahun 2026.
Pada tahap II 2026, sebanyak 394 SMK di Tangerang Selatan mendapatkan bantuan program Sertifikasi Kompetensi Murid SMK. SMK penerima bantuan menjadi fasilitator murid mendapatkan sertifikasi keahlian yang berguna untuk standarisasi masuk dunia industri.
“SMK yang mendapatkan program ini menjadi langkah awal dalam mendorong layanan pendidikan bermutu untuk semua. Ciptakan generasi Indonesia hebat yang berkompetensi tidak hanya kemampuan teknis kejuruan, tetapi juga soft skills,” jelas Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam keterangan, Rabu (27/5/2026).
Mu’ti juga meminta agar sekolah mampu mengembangkan soft skills murid meliputi 4C, yaitu critical thinking, collaboration, creativity, dan communication. Menurutnya, kemampuan tersebut akan mendorong kecerdasan emosional yang tak kalah penting dalam berkarier.
“Melalui sertifikat kompetensi, murid memiliki nilai lebih di mata industri. Inilah langkah Kemendikdasmen untuk mempersiapkan lulusan SMK yang lebih kompetitif,” ungkapnya.
Perlunya pengembangan keterampilan murid secara berkelanjutan, menurut
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin menambahkan, perlunya pengembangan keterampilan murid secara berkelanjutan disebabkan kompetensi masa depan yang kian dinamis.
Sehingga, lanjut dia, murid membutuhkan persiapan matang. Oleh karena itu, menurutnya, SMK sebagai gerbang yang mengantarkan pendidikan kepada murid, perlu melihat relevansi kebutuhan pasar kerja di masa depan.
“Dunia yang berubah cepat perlu harus diisi oleh SDM yang memiliki kriteria pasar kerja masa depan. Dengan memiliki sertifikasi keahlian, lulusan SMK akan lebih siap bersaing di dunia kerja karena kompetensinya telah diakui secara profesional,” ujar Tatang. (nas)










