INDOPOSCO.ID – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menekankan bahwa keamanan Jakarta memerlukan kolaborasi aktif antara aparat dan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat meninjau sistem keamanan warga RT 11/RW 07 Gandaria Utara, Jakarta Selatan.
Sistem keamanan warga RT 11/RW 07 Gandaria Utara, Jakarta Selatan dikenal canggih dan humanis, mengandalkan inovasi digital yang disebut “Si Jaga Warga”. Sistem itu mencakup gerbang akses digital, pelacakan GPS, CCTV, tombol panik, hingga pengeras suara unik bersuara malam.
“Kalau Jakarta begini saja, barangkali Jakarta bisa nomor satu masalah keamanan. Kami bersyukur selama satu tahun di Jakarta ini, ternyata yang menjaga Jakarta itu adalah masyarakatnya,” kata Rano Karno di Jakarta dikutip Kamis (28/5/2026).
Ia menilai inovasi keamanan yang diterapkan warga Gandaria Utara dapat menjadi contoh bagi wilayah lain. Paling penting dibarengi dengan kemauan dan komitmen bersama.
“Saya melihat, kalau sistem ini bisa diterapkan di setiap gang saja, minimal wilayah itu aman. Tetapi inovasi itu kalau tidak dilaksanakan dengan kemauan bersama tentu sulit,” ucap Rano Karno.
Menurutnya, peran aparat keamanan tidak akan berguna tanpa kepedulian warga Jakarta. Sebaliknya, jika masyarakat peduli, menjaga Jakarta akan otomatis menjadi tanggung jawab kolektif.
“Tidak ada gunanya tentara dan polisi kalau masyarakat Jakartanya tidak peduli. Tapi begitu masyarakat Jakarta peduli, menjaga Jakarta menjadi tanggung jawab bersama,” jelas politikus PDIP itu.
Jakarta dilanda maraknya kasus pencurian motor dan begal terutama di kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Pusat, yang memicu kekhawatiran warga. Polda Metro Jaya telah mengambil tindakan tegas dengan membentuk Satgas Pemburu Begal dan menangkap beberapa komplotan di Gandaria, Jakarta Selatan dan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. (dan)










