• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

PHE dan Mitra Strategis Jajaki CCS untuk Produksi Amonia Rendah Karbon

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 27 Mei 2026 - 10:20
in Ekonomi
MOU

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, dan PT Pupuk Indonesia (Persero) menandatangani Joint Study Agreement (JSA) untuk studi pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) guna mendukung pengembangan amonia rendah karbon. Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Kamis (21/5/2026). Foto: Dokumen PHE

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Upaya membangun industri rendah emisi di Indonesia terus diperkuat. PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), dan PT Pupuk Indonesia (Persero) resmi menandatangani Joint Study Agreement (JSA) untuk menjajaki pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) guna mendukung produksi amonia rendah karbon.

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung dalam rangkaian Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Kamis (21/5/2026).

BacaJuga:

Perkuat Sinergi Operational, Pertamina Drilling Gembleng 20 Perwira SCM PHR di IDTC

Kemenkop Kembali Tegaskan Isu Anggaran Rp103 Miliar untuk Podcast Tidak Tepat

Kemenkop Raih Opini WTP BPK Tahun Anggaran 2025

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah strategis dalam membangun rantai nilai dekarbonisasi industri nasional melalui integrasi emisi karbon dioksida (CO₂) dari fasilitas produksi amonia milik Pupuk Indonesia dan afiliasinya untuk kemudian diangkut dan diinjeksi ke wilayah kerja Pertamina yang memiliki potensi penyimpanan karbon.

Penandatanganan dilakukan oleh Senior Vice President Technology Innovation & Implementation Pertamina Hana Timoti, Direktur Investasi dan Pengembangan Bisnis PHE Dannif Utojo Danusaputro, PTH Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Hery Murahmanta, serta Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia Jamsaton Nababan.

Prosesi tersebut turut disaksikan VP Business Support Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Firera, Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza, dan Direktur Utama PHE Awang Lazuardi.

Melalui studi bersama ini, para pihak akan mengeksplorasi potensi pengembangan CCS untuk produksi amonia rendah karbon sebagai bagian dari strategi transisi energi dan pengurangan emisi industri. Skema tersebut mencakup rantai CCS secara menyeluruh, mulai dari penangkapan emisi CO₂, transportasi, hingga injeksi ke lokasi penyimpanan potensial di wilayah kerja Pertamina.

Ruang lingkup studi juga mencakup pengembangan fasilitas produksi amonia rendah karbon pada aset eksisting milik Pupuk Indonesia dan afiliasinya. CO₂ berlebih dari fasilitas tersebut akan dikaji untuk disalurkan ke lokasi penyimpanan potensial di sekitar Jawa Barat dan Jawa Timur.

Dannif Utojo Danusaputro menilai kerja sama ini menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem CCS terintegrasi di Indonesia.

“Kerja sama lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama dalam menghadirkan solusi dekarbonisasi yang nyata untuk industri strategis nasional. Sinergi ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan CCS yang lebih luas sekaligus mendukung target net zero emission Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Hana Timoti menyatakan pengembangan CCS untuk amonia rendah karbon merupakan bagian dari strategi memperluas implementasi teknologi rendah karbon di sektor industri nasional.

“Studi bersama ini merupakan wujud sinergi antarentitas dalam Pertamina Group dan mitra strategis nasional untuk mengembangkan rantai nilai karbon yang terintegrasi. Melalui pemanfaatan teknologi CCS, kami berharap dapat mendukung pengembangan produk rendah karbon seperti amonia, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional dalam menghadapi transisi energi global,” katanya.

Melalui kolaborasi ini, PHE bersama para mitra berharap implementasi teknologi CCS dapat dipercepat sebagai bagian dari pengembangan bisnis rendah karbon nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan solusi energi berkelanjutan di tingkat regional.

Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, PHE menegaskan akan terus menjalankan operasi dan pengembangan bisnis hulu migas berdasarkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), termasuk penerapan kebijakan Zero Tolerance on Bribery melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016. (rmn)

Tags: carbon capture and storagePertamina Hulu EnergiPHE

Berita Terkait.

driling
Ekonomi

Perkuat Sinergi Operational, Pertamina Drilling Gembleng 20 Perwira SCM PHR di IDTC

Kamis, 3 September 2026 - 17:17
menkop
Ekonomi

Kemenkop Kembali Tegaskan Isu Anggaran Rp103 Miliar untuk Podcast Tidak Tepat

Kamis, 3 September 2026 - 16:29
Kemenkop Raih Opini WTP BPK Tahun Anggaran 2025
Ekonomi

Kemenkop Raih Opini WTP BPK Tahun Anggaran 2025

Kamis, 3 September 2026 - 13:40
Surplus Dagang Juli Cuma USD 0,12 Miliar, Ekspor Tetap Ngebut
Ekonomi

Surplus Dagang Juli Cuma USD 0,12 Miliar, Ekspor Tetap Ngebut

Kamis, 3 September 2026 - 13:15
5 Hari di Batam, Daihatsu Kumpul Sahabat Padukan Otomotif dan Hiburan
Ekonomi

Dari Kulit Ikan hingga Produk Kelapa, 3 Bisnis Muda Raih J&T Super Seller 2026

Kamis, 3 September 2026 - 13:05
5 Hari di Batam, Daihatsu Kumpul Sahabat Padukan Otomotif dan Hiburan
Ekonomi

PLN Energi Gas Pastikan Keamanan LNG Tarakan untuk Menopang Keandalan Listrik

Kamis, 3 September 2026 - 11:30

OLAHRAGA

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda
Olahraga

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 3 September 2026 - 09:12

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Indonesia U-20 Nova Arianto mempertimbangkan komposisi pemain yang akan diturunkan menghadapi Laos U-20 dalam laga kedua...

SelengkapnyaDetails
nova

Tumpul Lawan Malaysia, Garuda Muda Pertajam Penyelesaian Akhir demi Tumbangkan Laos

Rabu, 2 September 2026 - 15:05
ferry

Izin Prinsip Sudah Terbit, League Persija Versus Persib Fix di GBK

Rabu, 2 September 2026 - 13:13
SUPER

Super League 2026 Resmi Bergulir, STY vs Igor Tolic Panaskan Rivalitas Persija-Persib

Rabu, 2 September 2026 - 08:10
league

Alasan “Indonesia Menyala” Gantikan “Gaskeun” sebagai Theme Song Super League 2026/2027

Rabu, 2 September 2026 - 04:04

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.