• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Program B50 Diyakini Tekan Impor BBM, Pakar: Langkah Nyata Menuju Swasembada Energi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 15 Juli 2026 - 09:26
in Ekonomi
Botol sampel bahan bakar biodiesel B50, campuran 50 persen biodiesel berbasis CPO dan 50 persen solar, yang diproyeksikan menjadi salah satu pilar penguatan ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target swasembada energi. Foto: Dokumen BPDP

Botol sampel bahan bakar biodiesel B50, campuran 50 persen biodiesel berbasis CPO dan 50 persen solar, yang diproyeksikan menjadi salah satu pilar penguatan ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target swasembada energi. Foto: Dokumen BPDP

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Implementasi Program Mandatori B50 dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada energi nasional. Pemanfaatan biodiesel berbasis minyak sawit dipandang mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi negara.

Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri, mengatakan Program Mandatori B50 merupakan kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan potensi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebagai sumber energi terbarukan. Sebagai salah satu produsen CPO terbesar di dunia dengan produksi sekitar 53 juta ton per tahun, Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan bahan bakar nabati (BBN).

BacaJuga:

Kenalkan Nutanix Enterprise AI untuk Pemanfaatan AI Industri

DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi

Potensi Biomassa Melimpah, PLN EPI Akselerasi Ekosistem Energi Rendah Karbon

Menurutnya, pengembangan energi berbasis sumber daya domestik menjadi kebutuhan strategis karena Indonesia masih bergantung pada impor BBM, khususnya solar, untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Kondisi tersebut tidak hanya membebani devisa negara, tetapi juga meningkatkan risiko terhadap gejolak ekonomi global.

“Jadi, pengembangan sumber daya dalam negeri seperti bahan bakar nabati perlu terus diupayakan agar kita bisa swasembada energi. Program B50 adalah salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut,” ungkap Tri di Jakarta, dikutip Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan, implementasi B50 akan memberikan berbagai manfaat ekonomi, mulai dari menekan impor solar, menghemat devisa negara, hingga memperbaiki neraca perdagangan sektor minyak dan gas. Selain itu, program tersebut juga dinilai mampu meningkatkan nilai tambah industri sawit nasional.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI menunjukkan implementasi program biodiesel sepanjang periode 2015–2025 telah menghasilkan penghematan devisa sebesar Rp722,9 triliun. Program tersebut juga menciptakan nilai tambah sebesar Rp114,7 triliun melalui pengolahan CPO menjadi biodiesel, menyerap sekitar 10,9 juta tenaga kerja di sektor sawit, serta berkontribusi menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 228,41 juta ton CO₂.

Tri menambahkan, manfaat Program B50 juga akan dirasakan langsung oleh daerah penghasil sawit. Peningkatan kebutuhan biodiesel diperkirakan mampu mendorong aktivitas ekonomi di wilayah perkebunan seperti Sumatra dan Kalimantan, sekaligus meningkatkan pendapatan petani sawit.

“Program B50 akan meningkatkan pendapatan petani sawit dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Daerah penghasil sawit seperti Sumatra dan Kalimantan memperoleh manfaat dari aktivitas ekonomi di sektor perkebunan dan industri biodiesel,” katanya.

Meski demikian, Tri mengingatkan pemerintah perlu mengantisipasi meningkatnya kebutuhan CPO untuk biodiesel agar tidak mengganggu pasokan bagi industri pangan maupun ekspor. Pasalnya, CPO juga merupakan bahan baku utama minyak goreng yang dibutuhkan masyarakat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus memperkuat sektor hulu melalui berbagai program seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pengembangan sumber daya manusia, dukungan riset dan inovasi, serta penyediaan sarana dan prasarana perkebunan guna meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan industri sawit nasional.

“Jika lebih banyak CPO digunakan di dalam negeri, volume ekspor berkurang sehingga devisa ekspor sawit juga dapat menurun. Selain itu, CPO itu digunakan untuk minyak goreng,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono, menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi Program Mandatori B50. Menurutnya, kebijakan tersebut memiliki peran penting dalam mengurangi impor solar dan menghemat devisa negara.

Ia memastikan pasokan CPO nasional dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan Program B50 hingga akhir 2026 yang diperkirakan mencapai 1,74 juta ton. Ia juga menegaskan GAPKI akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri sebelum memenuhi permintaan pasar ekspor.

“Kita pasti akan mengutamakan untuk kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu,” ujar Eddy.

Dengan dukungan pasokan bahan baku yang memadai serta penguatan sektor hulu, Program Mandatori B50 diharapkan tidak hanya mempercepat kemandirian energi nasional, tetapi juga memperkuat daya saing industri sawit Indonesia sekaligus memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan. (rmn)

Tags: B50BiodieselBiodiesel B50BPDPgapkiMinyak SawitProgram Mandatori B50

Berita Terkait.

DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi
Ekonomi

Kenalkan Nutanix Enterprise AI untuk Pemanfaatan AI Industri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:47
DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi
Ekonomi

DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:42
Kian Meluas, BNPB Perkuat Penanganan Karhutla di Papua Selatan
Ekonomi

Potensi Biomassa Melimpah, PLN EPI Akselerasi Ekosistem Energi Rendah Karbon

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:05
Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar
Ekonomi

Pertamina Berdayakan Bank Sampah, Minyak Jelantah Warga Cilacap Dilirik Jadi Bahan Baku SAF

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:05
Bulan Guru Nasional 2026, Dorong Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan
Ekonomi

Harga Patokan Ekspor Emas Turun 1,68 Persen pada Awal November 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:07
Citilink dan Krispy Kreme Hadirkan Pengalaman Berbeda untuk Penumpang Lewat Program Surprise In
Ekonomi

Mitsubishi Hadir di GIIAS Makassar 2026, Perkenalkan Ragam Pilihan Kendaraan untuk Kebutuhan Konsumen

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:12

OLAHRAGA

Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar
Olahraga

Hadapi Duel Papan Atas, Stjepan Loncar Pastikan Persija Siap Tempur

Editor Nasuha
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:13

INDOPOSCO.ID - Gelandang Persija Jakarta Stjepan Loncar mengingatkan timnya untuk mewaspadai tren positif Dewa United menjelang laga pekan kedelapan Super...

SelengkapnyaDetails
Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:39
Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5157 shares
    Share 2063 Tweet 1289
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1152 shares
    Share 461 Tweet 288
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1004 shares
    Share 402 Tweet 251
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1267 shares
    Share 507 Tweet 317
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    989 shares
    Share 396 Tweet 247
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.