INDOPOSCO.ID – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyerukan pentingnya komitmen terhadap Piagam PBB, hukum internasional, dan multilateralisme. Hal itu disampaikannya dalam High-Level Open Debate Dewan Keamanan PBB (DK PBB) di Markas Besar PBB, New York, Selasa (26/5/2026).
Ia menegaskan bahwa tantangan global saat ini bukan disebabkan karena Piagam PBB kehilangan relevansi, melainkan karena prinsip-prinsip hukum internasional dan multilateralisme terlalu sering diterapkan secara selektif.
“Situasi di Palestina, khususnya di Gaza, menjadi cerminan nyata dari kegagalan komunitas internasional dalam menegakkan prinsip-prinsip tersebut secara adil dan konsisten,” kata Sugiono dalam laman resmi Kemlu RI, Rabu (27/5/2026).
Indonesia kembali menegaskan bahwa solusi dua negara (two-State solution), berdasarkan hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan. “Satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina,” ujar Sugiono.
Ia juga menyoroti meningkatnya serangan terhadap pasukan perdamaian PBB akhir-akhir ini. Total ada empat prajurit TNI tergabung pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) yang meninggal dunia hingga akhir April 2026.
Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan serangan terhadap prinsip multilateralisme. “Perlindungan terhadap pasukan perdamaian PBB mutlak harus dilakukan,” tegas Sugiono.
High-Level Open Debate Dewan Keamanan PBB (DK PBB) mengusung tema: “Upholding the Purposes and Principles of the UN Charter and Strengthening the UN Centered-International System.”
Pertemuan tingkat tinggi tersebut dipimpin oleh Menteri Luar Negeri RRT selaku Presiden Dewan Keamanan PBB bulan Mei 2026 dan dihadiri Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. (dan)










