• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Tangan-Tangan Perempuan Itu Kini Menenun Perubahan di Eks Lokalisasi PMD

Nasuha Editor Nasuha
Selasa, 26 Mei 2026 - 22:45
in Daerah
Dengan mesin jahit sederhana, perempuan-perempuan Kelompok Tapis Melati di Kecamatan Panjang, Bandar Lampung mengubah benang-benang tapis menjadi simbol kebangkitan ekonomi dan perubahan sosial. Foto: Dokumen PTBA

Dengan mesin jahit sederhana, perempuan-perempuan Kelompok Tapis Melati di Kecamatan Panjang, Bandar Lampung mengubah benang-benang tapis menjadi simbol kebangkitan ekonomi dan perubahan sosial. Foto: Dokumen PTBA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Deru mesin jahit kini menjadi suara yang paling sering terdengar dari sebuah sudut di Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Bukan lagi hiruk-pikuk masa lalu yang melekat pada wilayah itu, melainkan bunyi ritmis yang lahir dari semangat baru puluhan perempuan yang memilih bangkit lewat karya.

Di kawasan yang dulu dikenal sebagai PMD atau Pemandangan, identik dengan stigma lokalisasi, perubahan perlahan tumbuh dari ruang sederhana tempat Kelompok Tapis Melati berkumpul setiap hari. Sekitar 30 perempuan di komunitas ini kini sibuk menenun kain tapis, warisan budaya khas Lampung yang sarat filosofi dan nilai kehormatan.

BacaJuga:

Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp 26 Miliar

Bea Cukai Kediri Amankan 804.000 Batang Rokok Ilegal yang Disembunyikan di Balik Karung Garam

Hari Ketiga Pencarian, 7 Jurnalis di Gunung Anak Krakatau

Bagi mereka, tapis bukan sekadar kain tradisional. Setiap helai benang yang dirajut menjadi simbol perjuangan untuk memulai hidup yang lebih baik. Dari tangan-tangan itulah lahir harapan baru, sekaligus cara mereka melawan stigma yang selama ini membayangi lingkungan tempat tinggal mereka.

Meski semangat mereka besar, perjalanan menuju kemandirian ekonomi tidak berjalan mudah. Keterbatasan alat produksi membuat proses pengerjaan tapis harus dilakukan bergantian. Di sisi lain, permintaan mulai meningkat dari berbagai kegiatan hingga pameran di Bandar Lampung.

Di tengah perjuangan itu, dukungan datang dari PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) melalui Bukit Asam Tarahan Port. Perusahaan menyerahkan empat unit mesin jahit guna membantu meningkatkan kapasitas produksi Kelompok Tapis Melati.

Bantuan tersebut menjadi lebih dari sekadar tambahan alat kerja. Bagi para anggota kelompok, itu adalah bentuk pengakuan bahwa perjuangan mereka benar-benar diperhatikan.

Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno, mengatakan perusahaan melihat adanya semangat perubahan yang tumbuh dari masyarakat, khususnya perempuan, untuk membangun kehidupan yang lebih positif dan mandiri.

“Kami melihat semangat perubahan yang tumbuh dari masyarakat, khususnya para perempuan, untuk bangkit dan membangun penghidupan yang lebih positif, produktif, dan bermartabat,” kata Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).

“Melalui penguatan keterampilan, dukungan sarana produksi, dan pengembangan usaha berbasis budaya lokal seperti kain tapis, diharapkan tercipta peluang ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan” tambahnya.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam menciptakan transformasi sosial yang inklusif, sekaligus menjaga budaya lokal agar tetap hidup dan memiliki nilai ekonomi.

Kini suasana rumah produksi Kelompok Tapis Melati terasa jauh lebih hidup. Mesin jahit baru membantu mempercepat pengerjaan berbagai produk tapis dan turunannya. Para anggota kelompok juga mulai berani menghadirkan desain-desain baru yang lebih inovatif dan memiliki daya jual lebih tinggi.

Harapan mereka sederhana: karya tapis buatan tangan perempuan-perempuan ini bisa dikenal lebih luas dan menjadi jalan menuju kehidupan ekonomi yang lebih baik bagi keluarga mereka.

Di Lampung, kain tapis bukan hanya warisan budaya. Ia menyimpan filosofi kehidupan, simbol kehormatan, dan identitas daerah yang diwariskan lintas generasi. Dan di tempat yang dulu dipandang sebelah mata, tapis kini menjelma menjadi simbol perubahan sosial.

Perempuan-perempuan yang pernah hidup di bawah bayang-bayang stigma itu kini perlahan menata masa depan mereka sendiri. Selembar demi selembar tapis yang mereka hasilkan bukan hanya karya budaya, melainkan rajutan harapan baru tentang martabat, keberanian, dan kehidupan yang ingin mereka menangkan kembali. (her)

Tags: Bukit AsamKelompok Tapis MelatiPTBA

Berita Terkait.

bc3
Daerah

Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp 26 Miliar

Rabu, 9 September 2026 - 17:07
bc2
Daerah

Bea Cukai Kediri Amankan 804.000 Batang Rokok Ilegal yang Disembunyikan di Balik Karung Garam

Rabu, 9 September 2026 - 16:16
banten
Daerah

Hari Ketiga Pencarian, 7 Jurnalis di Gunung Anak Krakatau

Rabu, 9 September 2026 - 15:15
Kemenkes Belum Tahu Penyebab Siswi Amnesia Usai Keracunan MBG di Karo
Daerah

Bea Cukai Merauke Musnahkan 1,4 Juta Rokok Ilegal dan Sumbang Rp3,35 Miliar ke Kas Negara

Rabu, 9 September 2026 - 13:25
Basarnas Lampung Bantu Cari 8 Korban Speed Boat Hilang di Selat Sunda
Daerah

Basarnas Lampung Bantu Cari 8 Korban Speed Boat Hilang di Selat Sunda

Rabu, 9 September 2026 - 10:40
Gempa Bumi Dangkal Bermagnitudo 4,4 Hantam Kaur di Bengkulu Pagi Ini
Daerah

Gempa Bumi Dangkal Bermagnitudo 4,4 Hantam Kaur di Bengkulu Pagi Ini

Rabu, 9 September 2026 - 08:45

OLAHRAGA

liga
Olahraga

Jadwal Liga Champions: Liverpool-Arsenal Hadapi Ujian Berat, Barca-PSG Jumpa Lawan “Mudah”

Editor Laurens Dami
Rabu, 9 September 2026 - 18:18

INDOPOSCO.ID - Panggung Liga Champions 2026/2027 matchday pertama fase liga kembali menyuguhkan parade pertandingan kelas berat. Sejumlah klub raksasa Eropa...

SelengkapnyaDetails
menpora

Pesan Menpora Jelang Asian Games 2026: Kejar Emas, Jangan Main-Main dengan Anggaran

Rabu, 9 September 2026 - 18:08
Hasil Liga Champions: Madrid-City Menang, Tim Calvin Verdonk Tumbang

Hasil Liga Champions: Madrid-City Menang, Tim Calvin Verdonk Tumbang

Rabu, 9 September 2026 - 09:57
atlet

Atlet Akuatik Klungkung Borong 5 Medali di Ajang Gajahmada Swimming Competition 2026

Selasa, 8 September 2026 - 11:11
Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Jumat, 4 September 2026 - 15:30

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.