INDOPOSCO.ID – Kedaulatan wilayah Iran kembali dilanggar setelah militer Amerika Serikat membombardir sejumlah fasilitas di bagian selatan negara itu pada Senin (25/5/2026), tindakan ofensif yang diklaim sepihak oleh Washington sebagai aksi pertahanan diri.
Juru Bicara Komando Pusat AS (CENTCOM) Kapten Tim Hawkins mengatakan, bahwa sasaran serangan tersebut mencakup lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal Iran yang berusaha memasang ranjau.
“Langkah tersebut bertujuan untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran,” klaim Tim Hawkins seperti dilansir dari Sky News, Selasa (26/5/2026).
“CENTCOM terus menunjukkan pengendalian diri selama gencatan senjata yang sedang berlangsung,” ucap Tim Hawkins.
Serangan itu terjadi setelah baik Washington maupun Teheran mengindikasikan bahwa pembicaraan damai telah mengalami kemajuan, meskipun kesepakatan belum dikonfirmasi.
Amerika Serikat dan Iran dikabarkan berada di tahap akhir untuk menandatangani nota kesepahaman perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari sebagai bagian dari kesepakatan damai yang lebih luas.
Pada akhir pekan lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa rincian akhir pembicaraan damai sedang dibahas, sementara juru bicara Iran mengatakan kedua belah pihak telah mencapai kerangka kerja, namun belum menandatangani kesepakatan.
Tindakan gegabah Amerika Serikat itu bukan kali pertama, mereka pernah memblokade kapal-kapal di pelabuhan Iran guna melumpuhkan ekspor minyak negara tersebut dan memaksa Teheran menghentikan program nuklirnya.(dan)










