• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Wamenkeu Soroti 3 PR Besar Daerah demi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Dilianto Editor Dilianto
Senin, 25 Mei 2026 - 17:34
in Ekonomi
Wamenkeu Juda Agung memberikan paparan dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Jakarta, Senin (25/5/2026). Foto: Dok. Kemenkeu

Wamenkeu Juda Agung memberikan paparan dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Jakarta, Senin (25/5/2026). Foto: Dok. Kemenkeu

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) RI Juda Agung mengatakan denyut pertumbuhan ekonomi Indonesia sesungguhnya lahir dari aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Mulai dari pasar tradisional, kawasan industri, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga sektor pertanian disebut menjadi fondasi utama penggerak ekonomi nasional.

Dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, pada Senin (25/5/2026), Juda menekankan pentingnya keselarasan kebijakan fiskal antara pemerintah pusat dan daerah agar pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat.

BacaJuga:

BCA Syariah Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal dan Literasi Keuangan

Perkuat Sinergi Operational, Pertamina Drilling Gembleng 20 Perwira SCM PHR di IDTC

Kemenkop Kembali Tegaskan Isu Anggaran Rp103 Miliar untuk Podcast Tidak Tepat

“Pertumbuhan tidak dimulai dari tabel dan angka, pertumbuhan dimulai ketika kebijakan pusat dan daerah bergerak bersama dan manfaatnya dirasakan sampai ke rumah tangga,” kata Juda.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi nasional tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dibentuk oleh geliat ekonomi di daerah yang bergerak secara kolektif. Karena itu, menurutnya, pengembangan ekonomi daerah harus didorong melalui kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi.

“Akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah melalui sinergi kebijakan lintas sektor menjadi tema yang penting karena tentu pertumbuhan ekonomi nasional tidak terjadi di dalam ruang kosong. Pertumbuhan ekonomi nasional terjadi karena adanya pertumbuhan di daerah,” jelasnya.

Dalam paparannya, Juda juga mengungkap masih adanya sejumlah hambatan yang dihadapi pemerintah daerah. Setidaknya terdapat tiga persoalan utama yang perlu segera diperkuat, yakni diversifikasi ekonomi daerah, kualitas belanja daerah, serta kapasitas fiskal pemerintah daerah.

Ia menilai banyak daerah masih terlalu bergantung pada sektor komoditas primer dan transfer pemerintah pusat. Di sisi lain, struktur belanja daerah juga dinilai belum optimal karena sebagian besar masih terserap untuk belanja pegawai dan belanja barang.

Sebagai langkah penguatan, pemerintah melalui Kementerian Keuangan RI terus meningkatkan dukungan fiskal melalui transfer ke daerah (TKD), penguatan pendapatan asli daerah (PAD), hingga pembiayaan kreatif untuk proyek pembangunan.

Hingga April 2026, realisasi TKD tercatat mencapai Rp256 triliun atau sekitar 37 persen dari total pagu anggaran yang telah disiapkan pemerintah pusat.

Selain itu, dukungan pembiayaan pembangunan daerah juga dilakukan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur atau PT SMI. Sampai Maret 2026, komitmen pembiayaan yang telah digelontorkan mencapai Rp37 triliun untuk mendukung pembangunan infrastruktur daerah, mulai dari rumah sakit, jalan, jembatan, hingga kawasan pariwisata.

Menutup sambutannya, Juda menegaskan penguatan ekonomi nasional tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat. Menurutnya, dibutuhkan orkestrasi kebijakan yang solid antara pemerintah daerah, sektor keuangan, dan dunia usaha.

“Daerah yang kuat akan membuat ekonomi nasional kuat, tetapi daerah yang kuat bukan hanya daerah yang memiliki anggaran besar, daerah yang kuat adalah daerah yang mampu mengubah anggaran menjadi layanan, layanan menjadi produktivitas, dan produktivitas menjadi kesejahteraan,” tutupnya. (her)

Tags: KemenkeuOJKPertumbuhan Ekonomi

Berita Terkait.

bca
Ekonomi

BCA Syariah Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal dan Literasi Keuangan

Kamis, 3 September 2026 - 18:08
driling
Ekonomi

Perkuat Sinergi Operational, Pertamina Drilling Gembleng 20 Perwira SCM PHR di IDTC

Kamis, 3 September 2026 - 17:17
menkop
Ekonomi

Kemenkop Kembali Tegaskan Isu Anggaran Rp103 Miliar untuk Podcast Tidak Tepat

Kamis, 3 September 2026 - 16:29
Kemenkop Raih Opini WTP BPK Tahun Anggaran 2025
Ekonomi

Kemenkop Raih Opini WTP BPK Tahun Anggaran 2025

Kamis, 3 September 2026 - 13:40
Surplus Dagang Juli Cuma USD 0,12 Miliar, Ekspor Tetap Ngebut
Ekonomi

Surplus Dagang Juli Cuma USD 0,12 Miliar, Ekspor Tetap Ngebut

Kamis, 3 September 2026 - 13:15
5 Hari di Batam, Daihatsu Kumpul Sahabat Padukan Otomotif dan Hiburan
Ekonomi

Dari Kulit Ikan hingga Produk Kelapa, 3 Bisnis Muda Raih J&T Super Seller 2026

Kamis, 3 September 2026 - 13:05

OLAHRAGA

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda
Olahraga

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 3 September 2026 - 09:12

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Indonesia U-20 Nova Arianto mempertimbangkan komposisi pemain yang akan diturunkan menghadapi Laos U-20 dalam laga kedua...

SelengkapnyaDetails
nova

Tumpul Lawan Malaysia, Garuda Muda Pertajam Penyelesaian Akhir demi Tumbangkan Laos

Rabu, 2 September 2026 - 15:05
ferry

Izin Prinsip Sudah Terbit, League Persija Versus Persib Fix di GBK

Rabu, 2 September 2026 - 13:13
SUPER

Super League 2026 Resmi Bergulir, STY vs Igor Tolic Panaskan Rivalitas Persija-Persib

Rabu, 2 September 2026 - 08:10
league

Alasan “Indonesia Menyala” Gantikan “Gaskeun” sebagai Theme Song Super League 2026/2027

Rabu, 2 September 2026 - 04:04

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.