INDOPOSCO.ID – PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (“SMART” atau “Perseroan”) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang tahun 2025. Didukung oleh peningkatan harga pasar, penjualan bersih Perseroan tumbuh 10% mencapai Rp 86,9 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 2,58 triliun. Kinerja tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang diselenggarakan di Plaza Sinar Mas Land, Jakarta.
Wakil Direktur Utama sekaligus Corporate Secretary Perseroan, Jimmy Pramono, menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan ketangguhan model bisnis terintegrasi yang dijalankan Perseroan.
“Kinerja tahun 2025 menunjukkan ketahanan sekaligus kemampuan Perseroan untuk terus bertumbuh. Hal ini didukung oleh model bisnis terintegrasi serta penguatan keunggulan operasional di seluruh rantai nilai, yang dijalankan secara berkelanjutan,” ujar Jimmy dalam keterangannya, dikutip Senin (25/5/2026).
Strategi Perseroan tetap berfokus pada peningkatan produktivitas melalui percepatan program peremajaan tanaman. Upaya ini dilakukan melalui konversi kebun tua dengan desain yang lebih optimal, penggunaan material tanam unggul, serta perluasan mekanisasi dan digitalisasi operasional.
Perseroan juga terus memperkuat penciptaan nilai tambah melalui portofolio produk yang beragam dan jangkauan pasar yang luas. Didukung kemamputelusuran bahan baku, kapabilitas riset minyak dan lemak, serta fasilitas pengolahan modern, Perseroan secara bertahap bertransformasi dari bisnis berbasis komoditas menuju kemitraan dengan pelanggan, guna menghadirkan produk yang lebih berkualitas dan sesuai kebutuhan pasar.
Sejalan dengan upaya tersebut, Perseroan juga memastikan bahwa pertumbuhan yang dicapai berjalan secara bertanggung jawab melalui penerapan kerangka Collective for Impact sejak 2025, yang berfokus pada tiga pilar utama, yakni pengadaan yang bertanggung jawab, kepedulian terhadap planet, dan pemberdayaan manusia.
“Hal ini mencerminkan pendekatan Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis dan tanggung jawab keberlanjutan,” ucapnya.
Dalam RUPST, pemegang saham SMART menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku 2025.
Selanjutnya, pemegang saham Perseroan menyetujui untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 270 per saham atau sejumlah Rp 775 miliar, berkisar 30% dari laba bersih Perseroan di tahun 2025.
Pada hari yang sama, Perseroan turut menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menyetujui penggabungan usaha PT Perusahaan Perkebunan Panigoran (Panigoran) dengan dan ke dalam Perseroan sebagai perusahaan penerima penggabungan, efektif per 22 Mei 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penyederhanaan struktur perusahaan dan entitas anak.
Karena Panigoran merupakan entitas anak yang dimiliki sepenuhnya oleh SMART, penggabungan ini tidak berdampak pada perubahan kepemilikan saham maupun kondisi keuangan Perseroan. Pasca penggabungan, tidak terdapat perubahan pada visi, misi, strategi bisnis, kegiatan usaha, struktur permodalan, susunan Dewan Komisaris dan Direksi, maupun Anggaran Dasar Perseroan.
Jimmy menambahkan bahwa ke depan, Perseroan akan terus memperkuat strategi pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika industri yang terus berkembang.
“Kami melihat peluang pertumbuhan tetap terbuka, seiring dengan meningkatnya kebutuhan global akan produk berbasis kelapa sawit. Dengan fondasi operasional yang kuat dan pendekatan yang disiplin, kami optimistis dapat terus tumbuh secara berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Jimmy. (srv)










