• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

ASEAN di Persimpangan Global, Indonesia Serukan Ketahanan Kolektif

Dilianto Editor Dilianto
Senin, 25 Mei 2026 - 22:02
in Ekonomi
nazara

Wamenkeu Suahasil Nazara menyampaikan sambutan dalam Seminar ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy di Jakarta, Senin (25/5/2026). Foto: Dok. Kemenkeu

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gelombang ketidakpastian global dinilai bukan lagi ancaman sementara, melainkan kondisi baru yang harus dihadapi negara-negara Asia Tenggara dalam jangka panjang. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara, menegaskan bahwa ASEAN tidak bisa lagi menunggu stabilitas datang dengan sendirinya.

Dalam Seminar ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy di Jakarta, pada Senin (25/5/2026), Suahasil menyampaikan bahwa perubahan lanskap ekonomi dunia menuntut kawasan ASEAN membangun ketahanan secara mandiri dan kolektif.

BacaJuga:

Lewat Teknologi CEOR, PHE OSES Ubah Lapangan Mature Jadi Penopang Ketahanan Energi

Rig Pertamina Drilling Rampungkan Workover Lima Hari, Produksi Gas Sumur Limau Melonjak Enam Kali Lipat

Komitmen Kolaborasi Berbuah Prestasi, PHE Sabet Stakeholder Engagement of the Year 2026

“Ketidakpastian akan menjadi normal baru kita di masa depan. Jadi, stabilitas atau kepastian itu tidak diberikan begitu saja kepada kita. Itu harus dibangun oleh kita sendiri,” ujar Suahasil.

Ia menggambarkan situasi global saat ini dipenuhi tekanan yang saling berlapis, mulai dari perang dagang antarnegara besar, fragmentasi rantai perdagangan dunia, ancaman perubahan iklim, hingga disrupsi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Menurutnya, ASEAN harus segera memperkuat fondasi ekonomi kawasan agar tidak mudah terguncang oleh dinamika geopolitik global. Salah satu langkah penting yang disoroti adalah memperbesar perdagangan intra-ASEAN dan memangkas berbagai hambatan non-tarif yang selama ini menghambat arus barang dan investasi di kawasan.

Tak hanya itu, kerja sama ekonomi digital dan transisi menuju ekonomi hijau juga dinilai menjadi agenda strategis yang tak bisa ditunda. Suahasil menilai kawasan Asia Tenggara memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan baru dunia apabila mampu menjaga solidaritas regional.

Di bidang kebijakan makroekonomi, pemerintah mendorong pendekatan yang prudent atau hati-hati, termasuk dalam menjaga ketahanan pangan dan energi. ASEAN juga dinilai perlu mengoptimalkan instrumen kerja sama keuangan regional seperti Chiang Mai Initiative Multilateralization (CMIM) serta local currency settlement untuk memperkuat stabilitas kawasan.

Suahasil menegaskan bahwa ASEAN sebaiknya tidak terseret ke dalam persaingan blok geopolitik global. Kawasan ini, kata dia, harus tetap terbuka dan mampu menjalin hubungan ekonomi dengan berbagai kekuatan dunia seperti Amerika Serikat, China, India, Uni Eropa, hingga Jepang.

Dalam forum tersebut, ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi riset antara Kementerian Keuangan, Dewan Ekonomi Nasional (DEN), dan ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) guna menghasilkan formulasi kebijakan fiskal yang adaptif terhadap perubahan global.

Di tengah tekanan ekonomi dunia, Suahasil memaparkan bahwa kinerja ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 menunjukkan capaian yang solid. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,61 persen dengan inflasi terkendali di level 2,4 persen dan defisit anggaran tetap terjaga pada angka 2,9 persen.

“Kombinasi pertumbuhan ekonomi 5,6 persen dengan inflasi 2,4 persen ini saya berani jamin menjadi sumber kecemburuan bagi banyak negara lain,” jelas Suahasil.

Ia menambahkan, target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan menjadi tantangan penting dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, percepatan produktivitas nasional, pembangunan infrastruktur, dan penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia. (her)

Tags: ASEANDENKemenkeu

Berita Terkait.

Lokasi-Proyek
Ekonomi

Lewat Teknologi CEOR, PHE OSES Ubah Lapangan Mature Jadi Penopang Ketahanan Energi

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:09
Rig
Ekonomi

Rig Pertamina Drilling Rampungkan Workover Lima Hari, Produksi Gas Sumur Limau Melonjak Enam Kali Lipat

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:08
Gov-Media
Ekonomi

Komitmen Kolaborasi Berbuah Prestasi, PHE Sabet Stakeholder Engagement of the Year 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:07
Pramono
Ekonomi

Kementerian Ekraf Gandeng Pemprov Jakarta Sukseskan WCCE 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:02
purbaya
Ekonomi

Purbaya Ubah Strategi Fiskal, Kas Negara Kini Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 04:14
donny
Ekonomi

Seminar Exim Bank Thailand di Bangkok Soroti Peluang Produk Halal di Pasar Indonesia

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:34

BERITA POPULER

  • Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    1507 shares
    Share 603 Tweet 377
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    929 shares
    Share 372 Tweet 232
  • Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Antar Norwegia Singkirkan Brasil dan Cetak Sejarah

    921 shares
    Share 368 Tweet 230
  • 3 Polisi Gugur saat Gerebek Narkoba di Katingan, DPR Desak Pengusutan Tanpa Ampun

    914 shares
    Share 366 Tweet 229
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2441 shares
    Share 976 Tweet 610
Alvarez
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Bekuk Swiss, Argentina Tantang Inggris di Semifinal

Editor Ali Rachman
Minggu, 12 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Argentina memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah melewati duel penuh tensi menghadapi Swiss. Bertanding di Arrowhead...

SelengkapnyaDetails
Bellingham

Hasil Piala Dunia: Tumbangkan Norwegia via Extra Time, Inggris ke Semifinal

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:09
Kane

Piala Dunia: Jelang Inggris vs Norwegia, Harry Kane Berharap Haaland Kehilangan Taji

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:34
Merino

Hasil Piala Dunia: Spanyol Tekuk Belgia 2-1, Super Sub Merino Loloskan La Furia Roja ke Semifinal

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:32
swiss

Argentina vs Swiss: Xhaka Ungkap Tujuan Kelima, Murat Yakin Cium Titik Lemah Tim Tango

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:44
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.